Mengenal Xylitol Gula Langka yang Menyehatkan

Anda mungkin pernah mendengar nama xylitol pada beberapa produk seperti permen dan pasta gigi. Jenis gula ini dinilai dapat mengatasi masalah kesehatan gigi dan lainnya. Namun apa sebenarnya kelebihan xylitol dibandingkan jenis gula lain yang kita kenal selama ini?

Xylitol sebenarnya bukan merupakan molekul gula monosakarida (gula tunggal) yang memiliki gugus kimia aldehida (seperti pada glukosa) atau keton (seperti pada fruktosa). Gula langka ini merupakan senyawa berkarbon lima dengan lima gugus alkohol/ hidroksil (disebut juga pentitol).

Continue reading

Konflik Gaza: Hamas “Bangga Untuk Mati”

Satu lagi sekolah PBB di Gaza jadi sasaran serangan Israel. Delegasi Palestina siap berangkat ke Kairo membahas gencatan senjata, tapi Hamas bertekad melanjutkan perlawanan.

Seorang komandan kelompok militan Hamas menyatakan siap melanjutkan pertempuran jika tidak ada gencatan senjata. Dalam sebuah rekaman audio, komandan sayap militer Hamas Mohammad Deif menyatakan anggotanya “bangga untuk mati”.

Continue reading

ISLAM DI SPANYOL: Asal-usul, Perkembangan dan Kehancuran

Drs. H. SUPARMAN USMAN, S.H.

ABSTRAK

Motivasi masuknya Islam ke Spanyol dilatarbelakangi oleh semangat da’wah di samping dipengaruhi oleh faktor materi yang secara universal berlaku waktu itu. Islam di Spanyol telah berjaya selama kurang lebih 700 tahun (711- 1609 M). Spanyol telah menjadi pusat peradaban Islam selain Bagdad dan Mesir. Selama kurun waktu tersebut kemajuan dan perkembangan peradaban Islam di Spanyol tidak hanya memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu dan teknologi dalam lingkup peradaban dunia Islam, tapi juga telah tercatat mempunyai arti penting bagi perkembangan peradaban manusia pada umumnya.

Namun kemajuan dan perkembangan peradaban terutama di bidang filsafat, sains dan teknologi, ternyata tidak terbarengi dengan perkembangan kemajuan da’wah yang menanamkan substansi idiologis bagi penduduk setempat. Akibatnya Islam di Spanyol tidak melahirkan tokoh-tokoh putra daerah yang dapat meneruskan dan melestarikan Islam dalam aspek idiologis. Tokoh-tokoh ilmuwan yang muncul di Spanyol umumnya bukan penduduk setempat, mereka imigran dari Afrika atau daerah lain. Hubungan penguasa yang beragama Islam dengan penduduk setempat yang umumnya beragama Nasrani, masih terwarnai oleh hubungan “pendatang” dengan “pribumi”, atau “penjajah” dengan yang “dijajah” (umpama dengan munculnya istilah ibad atau muwalladun, suatu ungkapan yang dinilai merendahkan golongan pribumi atau keturunan mereka). Keadaan lain yang nampak adalah tersimpannya rasa kebencian yang menimbulkan balas dendam dari penguasa setempat sebelum Islam datang, yang beragama Nasrani. Kondisi ini pada saatnya menimbulkan jiwa patriotisme dan kesadaran nasionalisse putra daerah untuk menggusur pendatang. Sedang konflik internal di lingkungan istana baik antara suku Arab, Barbar dan Sicilia atau di antara intern mereka, selalu nampak dalam memperebutkan kursi kekuasaan. Continue reading

KONFLIK-KONFLIK ANTARA BARAT DAN TIMUR

DRS. AHMAD SUGIRI

I

Ketika Amerika Serikat dan negara-negara Barat bersama-sama menyerang Irak karena Irak dianggap bersalah menyerang Kuwait beberapa tahun yang lalu, teringat akan hal serupa beberapa abad yang silam, ketika mereka (negara-negara Eropa Barat) bersekutu menyerang negara-negara Islam di Timur dalam suatu peperangan yang terkenal dalam sejarah dengan “perang Salib”. Serangan mereka bertujuan bukan saja dalam rangka mengambil alih Palestina, yang di dalamnya terdapat Baitul Maqdis, tempat suci orang- orang Kristen, tetapi jugi berusaha menghancurkan peradaban Islam yang dengan susah payah dibina dan dikembangkan oleh ummat Muhammad ini dengan penuh kesungguhan, suatu peradaban dinamis sebagai kesinambungan dari peradaban-peradaban sebelumnya, yaitu peradaban Yunani, Persia, India, Mesir dan Mesopotamia. Continue reading

KELUARGA, WANITA DAN KEHIDUPAN SEKSUAL: Dua Pilihan Model

PROF. DR. MUHAMMAD AL-MUBARAK

Dua Sistem Sosial

Umat manusia telah lama mengenal dua sistem sosial yang berkaitan dengan keluarga, wanita dan kehidupan seksual. Satu sistem memandang perlu membatasi gratifikasi (kepuasan) seksual di dalam ikatan perkawinan dan keluarga. Dari premis dasar ini lahir semua adat istiadat dan kebiasaan, hubungan pribadi dan sosial, termasuk hubungan pria-wanita. Maka dari itu pembangkitan nafsu yang memalukan tidak diperbolehkan dilakukan di jalan-jalan umum, pasar-pasar atau perkumpulan-perkumpulan komunal; tidak pula dengan cara penyingkapan yang tak pantas, pameran kemegahan dan berlebih-lebihan di luar rumah. Berkumpul bersama-sama dan pertemuan-pertemuan pria-wanita yang intim dibatasi. Larangan-larangan ini selanjutnya diperkuat dengan perilaku, adat istiadat, tradisi, moral dan undang-undang serta peraturan-peraturan legislatif.

Sistem yang lain juga merupakan sistem peninggalan zaman dahulu, karena tidak ada yang diperbuat oleh umur ataupun status perkawinan atas persoalan hubungan pria-wanita. Sistem kedua ini ditandai dengan pendekatan yang ‘assuasive’ atau ‘permissive’ (keserba-bolehan) terhadap hubungan pria-wanita. Perbedaan kehidupan seksual di dalam ikatan perkawinan atau di luar ikatan perkawinan cenderung menjadi kabur. Keinginan terhadap gratifikasi jenitif acapkali mengancam dan kadang-kadang mengganggu kesucian ikatan perkawinan dan keluarga. Dalam beberapa contoh hal ini berakhirmenjadi suatu issue sosial yang signifikan atau suatu kepedulian mendesak bagi para individu. Continue reading

Etika Busana Wanita Muslimah

Prof. Dr. JAMAL A. BADAWI

Bagi sebagian orang, menulis wacana berkenaan dengan busana wanita Muslimah dipandang sebagai bahasan yang ‘enteng’. Akan tetapi, sesungguhnya syari’ah Islam telah menentukan baginya dimensi sosial, moral dan legal yang solid.

Satu persyaratan mendasar untuk menjadi seorang mukmin sejati menurut al-Qur’an al-Karim adalah dengan cara menjadikan opini, perasaan dan kecenderungan seseorang tunduk kepada apasaja yang Allah dan Rasul-Nya putuskan dan tetapkan:

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (Al-Ahzab: 36).

Oleh sebab itu, menempatkan opini pribadi, perasaan atau kecenderungan seseorang di atas atau pada tingkat yang sama dengan perintah-perintah Allah swt. merupakan papan kesombongan atau kepongahan teratas umat manusia yang tidak bisa ditolerir. Ini berarti — sebagai efeknya — bahwa seorang mahluk fana meresponi petunjuk Allah dengan kira-kira me-ngatakan: “Wahai Sang Pencipta diriku! Hukum-Mu adalah opini-Mu pribadi; aku mempunyai opiniku sendiri, selain itu akupun amat mengetahui apa yang terbaik bagi diriku.” Sikap seperti ini hanya cocok bagi orang-orang kafir dan orang-orang munafik, tetapi tidak bagi orang-orang yang beriman, tidak jadi soal betapa belum sempurnanya orang tersebut dalam mengimplementasikan Islam dalam kehidupannya. Continue reading

ISLAM DI SPANYOL: KEMAJUAN ILMU, FILSAFAT, SAINS DAN SENI

Drs. FAUZUL IMAN, M.A.

I. PENDAHULUAN

Ekpansi Bani Umayyah/Islam ke wilayah Sepanyol pada tahun 92 H/711 M di zaman Khalifah Al-Walid Abdul Malik 705-715 M. — sebagaimana dilakukan oleh Tariq Ibn Ziad — membawa applikasi yang sangat besar bagi perkembangan dan pembangunan wilayah tersebut. Sebagai diketahui, sebelum datangnya Islam, Sepanyol berturut-turut telah berada di bawah kekuasaan Romawi, Jerman dan penguasa Got. Ketika Sepanyol di bawah kekuasan Got masyarakatnya menduga bahwa negerinya akan terbebas dari ancaman, tetapi dugaan itu tidak dapat dibuktikannya karena penguasa Got tampil lebih menyeramkan lagi, ia bertindak paling kejam kepada orang-orang Yahudi dan melindungi orang-orang yang beragama Keristen.

Tindakan penguasa Got yang berat sebelah ini, membawa negeri Sepanyol terpuruk dalam jurang perbedaan sosial (social gap) yang tajam antara bangsa yang beragama Keristen dan bangsa yang beragama Yahudi sehingga boleh dikatakan dalam negeri ini sistim sosial kehidupaa terbelah ke dalam dua golongan; golongan bangsawan atau pemerintah terdiri dari pemeluk Keristen dan golongan rakyat biasa terdiri dari pemeluk agama Yahudi. Continue reading