Posts Tagged ‘ andalusia ’

ISLAM DI SPANYOL: Asal-usul, Perkembangan dan Kehancuran

Drs. H. SUPARMAN USMAN, S.H.

ABSTRAK

Motivasi masuknya Islam ke Spanyol dilatarbelakangi oleh semangat da’wah di samping dipengaruhi oleh faktor materi yang secara universal berlaku waktu itu. Islam di Spanyol telah berjaya selama kurang lebih 700 tahun (711- 1609 M). Spanyol telah menjadi pusat peradaban Islam selain Bagdad dan Mesir. Selama kurun waktu tersebut kemajuan dan perkembangan peradaban Islam di Spanyol tidak hanya memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu dan teknologi dalam lingkup peradaban dunia Islam, tapi juga telah tercatat mempunyai arti penting bagi perkembangan peradaban manusia pada umumnya.

Namun kemajuan dan perkembangan peradaban terutama di bidang filsafat, sains dan teknologi, ternyata tidak terbarengi dengan perkembangan kemajuan da’wah yang menanamkan substansi idiologis bagi penduduk setempat. Akibatnya Islam di Spanyol tidak melahirkan tokoh-tokoh putra daerah yang dapat meneruskan dan melestarikan Islam dalam aspek idiologis. Tokoh-tokoh ilmuwan yang muncul di Spanyol umumnya bukan penduduk setempat, mereka imigran dari Afrika atau daerah lain. Hubungan penguasa yang beragama Islam dengan penduduk setempat yang umumnya beragama Nasrani, masih terwarnai oleh hubungan “pendatang” dengan “pribumi”, atau “penjajah” dengan yang “dijajah” (umpama dengan munculnya istilah ibad atau muwalladun, suatu ungkapan yang dinilai merendahkan golongan pribumi atau keturunan mereka). Keadaan lain yang nampak adalah tersimpannya rasa kebencian yang menimbulkan balas dendam dari penguasa setempat sebelum Islam datang, yang beragama Nasrani. Kondisi ini pada saatnya menimbulkan jiwa patriotisme dan kesadaran nasionalisse putra daerah untuk menggusur pendatang. Sedang konflik internal di lingkungan istana baik antara suku Arab, Barbar dan Sicilia atau di antara intern mereka, selalu nampak dalam memperebutkan kursi kekuasaan. Continue reading

ISLAM DI SPANYOL: KEMAJUAN ILMU, FILSAFAT, SAINS DAN SENI

Drs. FAUZUL IMAN, M.A.

I. PENDAHULUAN

Ekpansi Bani Umayyah/Islam ke wilayah Sepanyol pada tahun 92 H/711 M di zaman Khalifah Al-Walid Abdul Malik 705-715 M. — sebagaimana dilakukan oleh Tariq Ibn Ziad — membawa applikasi yang sangat besar bagi perkembangan dan pembangunan wilayah tersebut. Sebagai diketahui, sebelum datangnya Islam, Sepanyol berturut-turut telah berada di bawah kekuasaan Romawi, Jerman dan penguasa Got. Ketika Sepanyol di bawah kekuasan Got masyarakatnya menduga bahwa negerinya akan terbebas dari ancaman, tetapi dugaan itu tidak dapat dibuktikannya karena penguasa Got tampil lebih menyeramkan lagi, ia bertindak paling kejam kepada orang-orang Yahudi dan melindungi orang-orang yang beragama Keristen.

Tindakan penguasa Got yang berat sebelah ini, membawa negeri Sepanyol terpuruk dalam jurang perbedaan sosial (social gap) yang tajam antara bangsa yang beragama Keristen dan bangsa yang beragama Yahudi sehingga boleh dikatakan dalam negeri ini sistim sosial kehidupaa terbelah ke dalam dua golongan; golongan bangsawan atau pemerintah terdiri dari pemeluk Keristen dan golongan rakyat biasa terdiri dari pemeluk agama Yahudi. Continue reading

Andalusia dan Spanyol Islam

Penaklukan Islam atas semenanjung Iberia merupakan kelanjutan dari penaklukan Islam atas Afrika Utara. Penaklukan-penaklukan ini terjadi sebagai hasil dari ekspedisi-eksedisi militer. Pada tahun 710 Masehi, ketika peninjauan pertama terjadi, seluruh semenanjung bersamaan dengan sebuah propinsi di Perancis sebelah tenggara yang berada di bawah kekuasaan bangsa Visigoth; namun raja yang baru saja naik tahta, Roderick, yang kebetulan kekuasaan kerajaannya telah diperselisihkan. Ketika umat Islam mencapai wilayah ini pada tahun 711 Masehi dengan 7.000 tentara, raja Roderick menyerah di medan laga dan menghilangkan jejaknya. Sejak tahun 716 Masehi, umat Islam akhirnya menguasai seluruh semenanjung dan bahkan menguasai Narbonne di Perancis selatan. Selanjutnya serangan-serangan yang dilancarkan ke Perancis, baik dari pantai barat maupun dari lembah Rhone, namun ekspedisi militer ini digagalkan oleh Charles Martel di Tours pada tahun 732 Masehi. Peristiwa ini menunjukkan bahwa serangan-serangan atas Perancis itu merugikan kaum muslimin dan dapat dihentikan oleh pasukan Perancis, sekalipun Narbonne masih tetap diduduki sampai akhir tahun 751 Masehi.

Al Andalus adalah propinsi pertama dinasti Bani Umayah di Damascus. Sejak jatuhnya Bani Ummayah pada tahun 750 Masehi, seorang pangeran muda Bani Umayah yang terhindar dari penghancuran keluarganya oleh Bani Abbasiah, pada tahun 756 Masehi mulai membangun kerajaan Bani Umayah di Spanyol yang merdeka. Maka Neo-Bani Ummayah terus menguasai Al Andalus sampai dua setengah abad lamanya, dan dari tahun 930 sampai 1.000 Masehi negeri ini mengalami masa kejayaannya. Pada tahun 976 Masehi, seorang putera ke sebelas (yang baru berusia sebelas tahun waktu itu) dinobatkan menjadi raja. Maka pada masa ini pemerintahan berada di tangan Pengurus Rumah Tangga Kerajaan (kepala menteri) yang membuktikan anak yang menggantikannya sebagai seorang penguasa yang kuat. Namun demikian, sepeninggalnya pada tahun 1.008 Masehi mulailah negeri ini mengalami proses disintegrasi. Tidak lama lagi gubernemen mengontrol seluruh negeri, sekalipun sampai tahun 1.031 Masehi putera-putera kerajaan Bani Ummayah menuntut kekuasaan. Continue reading

Jejak Islam di Spanyol (I): Mezquita – Ada Gereja di Dalam Masjid

Netsains.com – Di daerah Andalusia bagian selatan Spanyol, masih dapat ditemui sisa-sisa peradaban Islam yang pernah berkuasa, contohnya di daerah Córdoba.

Pada abad kedelapan, Masjid Agung Córdoba (the Mezquita), yang saat ini juga dikenal Katedral Katolik Roma, menjadi kebanggaan arsitektur muslim di negara barat pada masa itu. Mesjid ini dibangun diatas tanah gereja St Vincent setelah dibeli dari komunitas Kristen setempat sebelum dimusnahkan. Menjadi monumen yang paling hebat dari Dinasti Umayyah, dimana ibukota Al-Andalusia berada di Cordoba. Continue reading