PENANGANAN LIMBAH SECARA FISIK DAN KIMIA

Desinfeksi

Desinfeksi pada limbah cair bertujuan untuk mereduksi konsentrasi bakteri secara umum dan menghilangkan bakteri pathogen. Desinfeksi dapat dilakukan antara lain dengan berbagai metode dan bahan kimia seperti dengan klorin, yodium, ozon, senyawa ammonium kuarterner dan lampu ultraviolet. Berdasarkan perhitungan ekonomis, efisiensi, dan kemudahan penggunaannya maka penggunaan klorin merupakan metode yang paling umum digunakan.

Klorinasi juga dapat menyebabkan turunnya kadar BOD dan mengoksidasi komponen tereduksi dalam air. Komponen besi dan mangan yang terdapat dalam air dapat dioksidasi menjadi komponen feri dan mangan yang mengendap. Proses oksidasi lainnya dapat terjadi pada komponen H2S dan nitrit.

Pengendapan Kimia

Koagulan yang sering digunakan untuk mengendapkan limbah adalah alum (alumiinium sulfat / Al2(SO4)3), feri sulfat (Fe2(SO4)3), feri klorida (FeCl3) dan kapur.Alum akan bereaksi dengan bahan yang bersifat basa dan membentuk aluminium hidroksida yang tidak dapat larut dan mengkoagulasi partikel koloidal.Kapur akan bereaksi dengan bikarbonat dan membentuk kalsium karbonat yang akan mengendap. Garam-garam feri digunakan untuk meningkatkan daya endap dari feri hidroksida yang akan membentuk endapan dalam limbah dan meningkatkan laju sedimentasi dari partikel lain yang ada dalam limbah tersebut.

Pada penggunaan kapur untuk pengendapan, maka pH sebaiknya diatur diatas 9.0. Penggunaan alum untuk menghilangkan fosfat dilakukan pada pH diatas 6.3. Fosfat tersebut akan dihilangkan karena pembentukan kompleks aluminium-fosfat atau dengan cara diadsorbsi oleh gumpalan aluminium hidroksida. Ion feri dan fosfat akan bereaksi pada pH diatas 7 dan membentuk endapan feri fosfat.

Sedimentasi

Sedimentasi atau pengendapan adalah proses yang dilakukan untuk memisahkan padatan terendapkan dari berbagai limbah cair industry maupun rumah tangga.

Flotasi

Flotasi atau pengapungan menggunakan udara dilakukan pada proses penanganan limbah untuk meningkatkan laju perpindahan bahan-bahan tersuspensi dari limbah cair. Proses ini memisahkan padatan dari cairan dengan bantuan gelembung-gelembung udara pada partikel-partikel tersuspensi dengan memperkecil gravitasi spesifik partikel hingga lebih kecil dari gravitasi spesifik air. Udara dihembuskan pada cairan dari tangki udara dengan tekanan 30-50 lb/in3gauge (psig).

Pembakaran

Pembakaran dilakukan untuk mengurangi volume dan untuk sterilisasi produk akhir proses penanganan limbah. Pada akhir proses pembakaran biasanya 20 hingga 30 persen dari berat limbah akan berubah menjadi abu tergantung dari karakteristik limbah itu sendiri.Beberapa factor yang mempengaruhi efektifitas pembakaran antara lain adalah kadar air, volatilitas, bahan-bahan inert dan nilai kalori spesifik.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: