<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Damar&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://damzone89.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://damzone89.wordpress.com</link>
	<description>i love Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 08:26:10 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='damzone89.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/aff926adfdafaa5ded3f3c390ae8ff4e?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Damar&#039;s Blog</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://damzone89.wordpress.com/osd.xml" title="Damar&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://damzone89.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ISLAM DI  SPANYOL: Asal-usul,  Perkembangan dan Kehancuran</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/islam-di-spanyol-asal-usul-perkembangan-dan-kehancuran/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/islam-di-spanyol-asal-usul-perkembangan-dan-kehancuran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 09:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[andalusia]]></category>
		<category><![CDATA[islam di spanyol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Drs. H. SUPARMAN USMAN, S.H. ABSTRAK Motivasi masuknya Islam ke Spanyol dilatarbelakangi oleh semangat da&#8217;wah di samping dipengaruhi oleh faktor materi yang secara universal berlaku waktu itu. Islam di Spanyol telah berjaya selama kurang lebih 700 tahun (711- 1609 M). Spanyol telah menjadi pusat peradaban Islam selain Bagdad dan Mesir. Selama kurun waktu tersebut kemajuan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=603&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong><span style="color:#111111;"><strong><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/andalusia.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-604" title="andalusia" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/andalusia.jpeg?w=510" alt=""   /></a>Drs. H. SUPARMAN USMAN, S.H.</strong></span></strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong> ABSTRAK</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>Motivasi masuknya Islam ke Spanyol dilatarbelakangi oleh semangat da&#8217;wah di samping dipengaruhi oleh faktor materi yang secara universal berlaku waktu itu. Islam di Spanyol telah berjaya selama kurang lebih 700 tahun (711- 1609 M). Spanyol telah menjadi pusat peradaban Islam selain Bagdad dan Mesir. Selama kurun waktu tersebut kemajuan dan perkembangan peradaban Islam di Spanyol tidak hanya memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu dan teknologi dalam lingkup peradaban dunia Islam, tapi juga telah tercatat mempunyai arti penting bagi perkembangan peradaban manusia pada umumnya.</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>Namun kemajuan dan perkembangan peradaban terutama di bidang filsafat, sains dan teknologi, ternyata tidak terbarengi dengan perkembangan kemajuan da&#8217;wah yang menanamkan substansi idiologis bagi penduduk setempat. Akibatnya Islam di Spanyol tidak melahirkan tokoh-tokoh putra daerah yang dapat meneruskan dan melestarikan Islam dalam aspek idiologis. Tokoh-tokoh ilmuwan yang muncul di Spanyol umumnya bukan penduduk setempat, mereka imigran dari Afrika atau daerah lain. Hubungan penguasa yang beragama Islam dengan penduduk setempat yang umumnya beragama Nasrani, masih terwarnai oleh hubungan &#8220;pendatang&#8221; dengan &#8220;pribumi&#8221;, atau &#8220;penjajah&#8221; dengan yang &#8220;dijajah&#8221; (umpama dengan munculnya istilah ibad atau muwalladun, suatu ungkapan yang dinilai merendahkan golongan pribumi atau keturunan mereka). Keadaan lain yang nampak adalah tersimpannya rasa kebencian yang menimbulkan balas dendam dari penguasa setempat sebelum Islam datang, yang beragama Nasrani. Kondisi ini pada saatnya menimbulkan jiwa patriotisme dan kesadaran nasionalisse putra daerah untuk menggusur pendatang. Sedang konflik internal di lingkungan istana baik antara suku Arab, Barbar dan Sicilia atau di antara intern mereka, selalu nampak dalam memperebutkan kursi kekuasaan.<span id="more-603"></span></em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>Kondisi di atas secara akumulatif sangat berpengaruh kepada semakin lemahnya wibawa dan kekuatan penguasa Islam, yang memberikan peluang bagi penguasa Kristen untuk mengambil alih kekuasaan di Spanyol. Pada akhirnya ambisi penguasa Kristen untuk mengusir orang Islam setelah berkuasa selama tujuh abad dari bumi Spanyol, menjadi kenyataan. Pilihan yang diberikan kepada orang Islam hanya satu, masuk Kristen atau meninggalkan Spanyol.</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>I. PENDAHULUAN</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada masa pemerintahan Usman bin Affan, Islam telah menguasai wilayah Afrika utara sampai ke daerah Tripoli dan </span><span style="color:#111111;"><em>Barkah</em></span><span style="color:#111111;"> (wilayah sebelah barat Mesir, kini Libia). Namun pasukan Bizantium masih menguasai wilayah Afrika utara bagian barat, dan ini dianggap merupakan ancaman bagi kekuasaan Islam di Afrika utara</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote1anc" href="#sdfootnote1sym"></a><sup>1</sup>[1]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada masa Bani Umayyah, Muawiyah bertekad akan mengusir kekuasaan Romawi itu. Untuk itu ia menugaskan Uqbah ibn Nafi al Fihr, yang sudah menetap di Barqah, menyiapkan pasukan dalam rangka mengusir mereka. Akhirnya Uqbah dapat menguasai wilayah Afrika utara bagian barat sampai ke pedalaman bagian selatan yang dikuasai Barbar (daerah Fazzan). Selanjutnya Muawiyah memerintahkan Uqbah untuk membangun kota sebagai pusat kegiatan umat Islam di sana, dan untuk itu dibangunlah kota Qairawan pada tahun 50 H</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote2anc" href="#sdfootnote2sym"></a><sup>2</sup>[2]</sup></span><span style="color:#111111;">. Kota ini terletak jauh sebelah Barat Barqah.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Qairawan dan wilayah yang dikuasai Uqbah, sempat direbut kembali oleh Romawi dengan bantuan Barbar. Wilayah ini baru bisa direbut kembali pada masa pemerintahan Abd. Malik bin Marwan, yang direbut oleh pasukan di bawah pimpinan Hasan ibn Nu&#8217;man al Ghassani. Hasan dapat membangun daerah itu, dan setelah Hasan, pimpinan wilayah itu diganti oleh Musa ibn Nushair pada akhir masa pemerintahan Abd. Malik bin Marwan atau pada awal pemerintahan Al Walid. Musa memakai gelar Amir Qairawan</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote3anc" href="#sdfootnote3sym"></a><sup>3</sup>[3]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Musa terus memperluas wilayahnya ke Afrika bagian barat, sampai ia bisa menaklukan kota Septah (Ceuta) secara damai. Ceuta kota di bagian ujung bagian barat Afrika utara berhadapan dengan semenanjung Andalusia. Kota ini semula berada di bawah kekuasaan kerajaan Gothia di Andalusia. Islam berhasil mengadakan persekutuan dengan Count Julian, penguasa Ceuta.</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote4anc" href="#sdfootnote4sym"></a><sup>4</sup>[4]</sup></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>II. PENAKLUKAN SPANYOL OLEH ISLAM</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Wilayah Spanyol dan Portugal berada dalam semenanjung yang dulu namanya, </span><span style="color:#111111;"><em>Iberia</em></span><span style="color:#111111;">. Sejak abad ke 5 M, daerah ini dikuasai oleh bangsa Vandals, maka wilayah ini, terutama bagian selatan disebut </span><span style="color:#111111;"><em>Vandalusia.</em></span><span style="color:#111111;"> Menjelang kedatangan Islam, daerah ini dikuasai oleh bangsa </span><span style="color:#111111;"><em>Visigoth</em></span><span style="color:#111111;"> (atau disebut juga bangsa </span><span style="color:#111111;"><em>Gothia,</em></span><span style="color:#111111;"> atau bangsa </span><span style="color:#111111;"><em>Got</em></span><span style="color:#111111;"><sup><em><a name="sdfootnote5anc" href="#sdfootnote5sym"></a><sup>5</sup></em></sup></span><span style="color:#111111;"><sup><em><strong>[5]</strong></em></sup></span><span style="color:#111111;"><em>).</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada awal abad ke 8, menjelang runtuhnya Bani Umayyah, daerah ini sudah dapat dikuasai oleh pemerintahan Islam. Tercatat tiga pahlawan Islam yang terkenal berkaitan dengan penaklukan daerah ini, yaitu </span><span style="color:#111111;"><em>Tarif ibn Nalik, Tarik bin Ziyad</em></span><span style="color:#111111;"> dan </span><span style="color:#111111;"><em>Musa ibn Nushair.</em></span><span style="color:#111111;"> Tarif ibn Malik dapat dikatakan sebagai perintis. Ia bersama pasukannya menyeberang selat menuju semenanjung Andalusia, menaiki empat buah kapal yang disediakan Julian, penguasa Ceuta. Dalam penyerbuannya Tarif memperoleh kemenangan dan kembali ke Afrika utara membawa harta rampasan perang yang cukup banyak, peristiwa ini terjadi pada tahun 91 H</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote6anc" href="#sdfootnote6sym"></a><sup>6</sup>[6]</sup></span><span style="color:#111111;">. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada tahun 711 M, kemudian disusul oleh pasukan berikutnya yang lebih besar di bawah pimpinan Tarik bin Ziyad, yang didukung oleh bangsa Barbar.</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote7anc" href="#sdfootnote7sym"></a><sup>7</sup>[7]</sup></span><span style="color:#111111;"> Tarik bersama pasukannya menyeberang selat dan mendarat di sebuah gunung, yang kemudian nama ini terkenal dengan </span><span style="color:#111111;"><em>Gibraltar (Jabal Tarik).</em></span><span style="color:#111111;"> Tarik terus memasuki Spanyol dan dalam pertempuran di Bakkah, Raja Roderck, penguasa Spanyol dikalahkan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Seterusnya, setelah mendapat dukungan dari penduduk setempat, Tarik menaklukan kota-kota berikutnya, seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Gothia saat itu).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sementara Tarik telah memperoleh kemenangan, kemudian pada tahun 712 M, Musa bin Nushair menyusul dengan pasukannya untuk merebut kota-kota lain. Pasukan Musa dapat menaklukan kota-kota Medina, Sidonia, Karmonia, Seville, Merida, pasukan Musa kemudian bergabung dengan Tarik di Toledo, yang kemudian mereka menuju ke utara, menaklukan wilayah Aragon, Castille, Galicia, Sarragosa, Barcelona dan Praus.</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote8anc" href="#sdfootnote8sym"></a><sup>8</sup>[8]</sup></span><span style="color:#111111;"> Pada waktu Tarik dan Musa memenangkan pertempuran-pertempuran dan menguasai kota-kota di Andalusia, maka sejak itulah Spanyol mulai dikuasai oleh Islam di bawah kekuasaan Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pemerintahan di Spanyol sejak penaklukan pada awal abad ke-8 sampai jatuhnya Bani Umayyah, dapat dikatakan tidak stabil. Hal ini disebabkan karena berbagai gangguan baik dari luar maupun dari dalam.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Gangguan dari luar datang dari sisa-sisa kerajaan Kristen yang selalu ingin kembali berkuasa. Sedangkan gangguan dari dalam, terutama disebabkan karena pertentangan etnis antara suku Barbar dan suku Arab, serta pertentangan dalam suku Arab sendiri. Di samping itu sering terdapat perbedaan pandangan antara penguasa di Damaskus dan penguasa di Qairawan yang masing-masing merasa paling berhak terhadap daerah Spanyol yang dianggapnya sangat menguntungkan itu. Karena perbedaan pendapat ini telah terjadi lebih dari dua puluh kali pengganti wali (gubernur) dalam waktu yang amat singkat.</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote9anc" href="#sdfootnote9sym"></a><sup>9</sup>[9]</sup></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pertentangna dalam intern suku Arab juga terjadi antara suku </span><span style="color:#111111;"><em>Mudhari </em></span><span style="color:#111111;">dengan suku </span><span style="color:#111111;"><em>Yamani. </em></span><span style="color:#111111;">Dua suku ini selalu berselisih untuk memperebutkan kekuasaan. Masing-masing selalu berusaha untuk menarik simpati suku Barbar</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote10anc" href="#sdfootnote10sym"></a><sup>10</sup>[10]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Menjelang kedatangan </span><span style="color:#111111;"><em>Abdurrahman al Dakhil, </em></span><span style="color:#111111;">Emir terakhir yang berkuasa di Spanyol adalah Amir Yusuf Abdurrahman al Fihri, yang berasal dari suku Mudhari</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote11anc" href="#sdfootnote11sym"></a><sup>11</sup>[11]</sup></span><span style="color:#111111;">, musuh suku Yamani. Waktu Bani Abbas merebut kekuasaan Bani Umayyah, Amir Yusuf menyatakan tunduk kepada pemerintahan Bani Abbas. Amir Yusuf pemerintahannya berpusat di Toledo.</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>III. ABDURRAHMAN AL DAKHIL MENGUASAI SPANYOL</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada tahun 750 M, Bani Abbas menumbangkan Bani Umayyah. Keturunan Bani Umayyah dan pendukungnya dihancurkan oleh Bani Abbas</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote12anc" href="#sdfootnote12sym"></a><sup>12</sup>[12]</sup></span><span style="color:#111111;">. Namun ada seorang keturunan Bani Umayah yang lolos dari pengejaran dan pembunuhan Bani Abbas, ia adalah seorang pangeran yang masih muda, berusia 20 tahun, lahir 731 M, namanya, Abdurrahman</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote13anc" href="#sdfootnote13sym"></a><sup>13</sup>[13]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Abdurrahman ibn Muawiyah ibn Hisyam ibn Abd. Malik bersama ajudannya yang bernama Badar, telah dapat meloloskan diri dalam suatu pengejaran yang sangat tragis dan memilukan. Ia seorang pangeran, pamannya, kakeknya, dan moyangnya adalah Khalifah Bani Umayyah, sedang ibunya adalah seorang bangsa Barbar dari Afrika utara</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote14anc" href="#sdfootnote14sym"></a><sup>14</sup>[14]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Abdurrahman bersama Badar melarikan diri dalam situasi yang selalu diancam bahaya, karena Bani Abbas selalu mengejarnya. Ia melarikan diri melalui daerah pegunungan dan padang pasir yang berbelit-belit, akhirnya sampailah ia ke Mesir. Merasa tidak aman di sana ia meneruskan pelariannya ke arah barat menuju Barcah, dan terus ke barat menuju Magribi. Magribi adalah wilayah yang tunduk di bawah kekuasaan pemerintahan Amir Andalusia yang berpusat di Toledo. Berarti ia sudah masuk ke wilayah Andalusia. Karena itulah ia diberi gelar </span><span style="color:#111111;"><em>al Dakhil,</em></span><span style="color:#111111;"> artinya yang masuk ke Andalusia</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote15anc" href="#sdfootnote15sym"></a><sup>15</sup>[15]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Abdurrahman dengan darah Barbar yang mengalir dari ibunya, meneruskan pelariannya bersama Badar ke sebelah barat dan akhirnya sampai ke kota Melilla, wilayah Ceuta</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote16anc" href="#sdfootnote16sym"></a><sup>16</sup>[16]</sup></span><span style="color:#111111;">. Pada saat Abdurrahman datang ke kota tersebut, ia mendapatkan situasi pertentangan yang sengit antara suku-suku Arab di derah kekuasaan Andalusia. Di samping itu terdapat pula sejumlah tokoh Bani Umayyah yang tidak senang kepada pemerintah karena mereka dipecat oleh penguasa pendukung Bani Abbas. Abdurrahman dengan dibantu oleh Badar menghimpun kekuatan yang terdiri dari suku Yamani dan para tokoh Umayyah untuk menggulingkan Amir Yusuf ibn Abdurrahman penguasa di Andalusia. Pada tahun 756 M, para pendukung Abdurramhan membai&#8217;atnya dan menyatakan kesetiaan mereka kepada Abdurrahman al Dakhil di kota Melilla, sebuah kota sebelah timur kota Cueta.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada tahun itu juga Abdurrahman berhasil menyeberang selat Gibraltar dan pasukannya berhasil menguasai kota Algeciras, sebuah kota di pantai selatan semenanjung Andalusia. Penguasa kota itu menyatakan tunduk kepada Abdurrahman, yang kemudian diikuti oleh penguasa kota Sevilla. Abdurrahman meneruskan serbuannya dan berikutnya beberapa kota dapat ditaklukannya, seperti kota Sidonia, Moron dela Frontera. Pasukan Abdurrahman semakin banyak mendapat dukungan dan ia meneruskan ke kota Cordova. Di sana ia dijemput oleh pembesar suku Yamani</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote17anc" href="#sdfootnote17sym"></a><sup>17</sup>[17]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Waktu itu Amir Yusuf sedang menghadapi kerusuhan di sebelah utara. Mendengar Abdurrahman datang dengan pasukannya, kemudian ia berbalik menuju Cordova. Saat itu Abdurrahman sedang menghimpun kekuatan dari kota Malaga, Ronda dan Xeras. Pertempuran akhirnya pecah di Cordova. Amir Yusuf Al Fikhri dapat dikalahkan. Abdurrahman akhirnya dibai&#8217;at menjadi Amir di Andalusia pada tahun tahun 756 M</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote18anc" href="#sdfootnote18sym"></a><sup>18</sup>[18]</sup></span><span style="color:#111111;">. Ami Yusuf melarikan diri ke Granada dan terus dikejar dan akhirnya ia menyerah dan minta damai serta minta izin menetap di Cordova. Abdurrahman mengabulkannya, walaupun tiga tahun kemudian Amir Yusuf mencoba lagi mengangkat senjata, menghimpun kekuatan dari kota Toledo. Namun dalam pertempuran terakhir ia mati terbunuh.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dengan telah dikuasainya kota-kota penting di semenanjung Andalusia dan terbunuhnya Amir Yusuf, maka berarti wilayah Andalusia sudah berada di bawah kendali Abdurrahman al Dakhil. Setelah keamanan pulih, Abdurrahman mulai menata wilayah itu sebagai satu pemerintahan yang stabil. Langkah pertama ia memindahkan ibu kota Toledo ke Cordova dan membagi wilayah negara menjadienam wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang penguasa dipanggil </span><span style="color:#111111;"><em>Amil.</em></span><span style="color:#111111;"> Ia sendiri bergelar Amir Abdurrahman al Dakhil atau Amir Abdurrahman I.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Beberapa kerajaan kecil yang tidak sempat ditaklukkannya, mereka menyatakan takluk dan minta pengakuan dari Abdurrahman dengan membayar upeti tiap tahun. Kerajaan itu umpamanya Raja Fruela I (757-768) dari Austria, putra Alfonso I. Kerajaan Austria ini merupakan penyangga antara daerah kekuasaan Islam di Selatan dengan kerajaan Franks yang beragama Kristen di utara. Kerajaan Kristen di utara sejak raja Pepin III (747-768) dengan ibu kota Narbone diteruskan oleh Charles the Great yang lebih dikenal dengan </span><span style="color:#111111;"><em>Charlemagne, </em></span><span style="color:#111111;">merupakan ancaman bagi Islam.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Charlemagne mengadakan ekspansi ke selatan melalui pegunungan Pyreneen. Pasukan Islam di Catalona, Aragon, Navere dan Saragosa berhasil menghancurkan pasukan Charlemagne</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote19anc" href="#sdfootnote19sym"></a><sup>19</sup>[19]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada awal pemerintahan Abdurrahman, hubungan Spanyol dengan Bagdad masih status quo. Doa terhadap Khalifah Bani Abbas tetap diucapkan pada khotbah dan hari raya. Setelah stabilitas pulih sepenuhnya, ia memerintahkan menghentikannya. Penguasa Toledo Hisyam bin Abdirrabah al Fikhri pendukung Bani Abbas dan Amir Alla al Mughiz al Yashibi, penguasa wilayah Afrika pernah memberontak. Namun Abdurrahman dapat mematahkannya. Pasukan Al Mughiz hancur dan musuh ditebas kepalanya. Kemudian kepala tersebut disebar ke Qairawan sampai ke Mekkah. Pada kepala al Mughiz diikatkan surat al Mansyur disertai bendera hitam</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote20anc" href="#sdfootnote20sym"></a><sup>20</sup>[20]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Setelah stabilitas benar-benar pulih, kemudian Abdurrahman mencurahkan perhatiannya kepada pembangunan bagi kesejahteraan rakyat. Pembangunan besar-besaran dilaksanakan. Ia membangun masjid Agung di Cordova, yaitu masjid </span><span style="color:#111111;"><em>Al Hamra, </em></span><span style="color:#111111;">membangun gedung- gedung pendidikan dan lembaga ilmiah, membangun saluran air dan irigasi bagi pertanian dan menghidupkan perdagangan. Ia pun membangun istana yang megah dan taman yang indah diberi nama </span><span style="color:#111111;"><em>al Risafat.</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Abdurrahman al Dakhil, seorang pangeran, dari seorang pelarian politik yang masih muda usianya, akhirnya ia bisa menguasai dan memerintah semenanjung Andalusia selama 32 tahun (756-788 M), selanjutnya ia digantikan oleh keturunannya</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote21anc" href="#sdfootnote21sym"></a><sup>21</sup>[21]</sup></span><span style="color:#111111;">. Dia bisa meletakkan kembali kekuasaan daulat Bani Umayyah di Andalusia yang kemudian bisa berjaya selama kurang lebih 300 tahun (756-1031 M).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>IV. DINASTI BANI UMAYYAH DI SPANYOL</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Spanyol ditaklukan oleh Bani Umayyah pada masa pemerintahan Al Walid ibn Abd. Malik pada tahun 711 M dengan pasukan di bawah pimpinan Tarik bin Ziyad. Sejak itu Spanyol menjadi wilayah kekuasaan Islam yang berpusat di Damaskus. Setelah Bani Abbas meruntuhkan Bani Umayyah, pada awal pemerintahan Bani Abbas, penguasa Spanyol tunduk pada pemerintahan Bani Abbas (sekitar 6 tahun) sampai datang Abdurrahman al Dakhil menguasai Spanyol pada tahun 756 M.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Penguasa Bani Umayah di Spanyol sejak ditaklukan oleh Tarik bin Ziyad sampai runtuhnya Dinasti tersebut, dapat dibagi menjadi dua masa. Pertama masa sebelum datang Abdurrahman al Dakhil dan kedua setelah datang Abdurrahman al Dakhil sampai runtuhnya Bani Umayyah di Spanyol.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada masa </span><span style="color:#111111;"><em>pertama</em></span><span style="color:#111111;">, penguasa Islam di Spanyol dipimpin oleh </span><span style="color:#111111;"><em>Al Wali</em></span><span style="color:#111111;"> (Gubernur) dengan ibu kota Toledo. Penguasa Islam di Spanyol waktu itu bergelar </span><span style="color:#111111;"><em>Amir.</em></span><span style="color:#111111;"> Sebagaimana telah dikemukakan di muka, bahwa pada masa ini pemerintahan di Spanyol belum stabil. Hal ini disebabkan berbagai gangguan baik dari luar dan dari dalam. Pada kurun waktu kurang lebih 45 tahun telah terjadi lebih dari dua puluh kali pergantian wali (gubernur)</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote22anc" href="#sdfootnote22sym"></a><sup>22</sup>[22]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Masa </span><span style="color:#111111;"><em>kedua</em></span><span style="color:#111111;"> yaitu pada masa setelah datangnya Abdurrahman al Dakhil sampai runtuhnya Dinasti Bani Umayyah di Spanyol, yang berlangsung sekitar 300 tahun (756-1031 M).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sekalipun Abdurrahman telah mengumumkan bebas dari kekuasaan Bani Abbas (763 M), tetapi ia tidak menganggap dirinya sebagai kelanjutan dari Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote23anc" href="#sdfootnote23sym"></a><sup>23</sup>[23]</sup></span><span style="color:#111111;">. Ia tetap memanggil dirinya Amir. Baru 170 tahun kemudian pada pemerintahan Abdurrahman III (912-961) ia memakai gelar Khalifah. Abdurrahaman III pada tahun 929 M mengumumkan dirinya menjadi Khalifah dalam dunia Islam dengan panggilan Amirulmukmin</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote24anc" href="#sdfootnote24sym"></a><sup>24</sup>[24]</sup></span><span style="color:#111111;">, dengan gelar </span><span style="color:#111111;"><em>Kalifah an Nashir li dinillah</em></span><span style="color:#111111;">.</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote25anc" href="#sdfootnote25sym"></a><sup>25</sup>[25]</sup></span><span style="color:#111111;"> Panggilan Khalifah ini diteruskan oleh para penggantinya sampai hancurnya Bani Umayyah pada tahun 1031 M</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote26anc" href="#sdfootnote26sym"></a><sup>26</sup>[26]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada penghujung masa pemerintahan Bani Umayyah menjelang kehancurannya, telah terjadi berbagai pemberontakan yang memperebutkan kekuasaan. Kemelut perebutan kekuasaan ini dimulai sejak wafatnya Mulk Al Manshur.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Khalif Hakam II wafat pada tahun 976 M, digantikan oleh putranya yang baru berumur 10 tahun. Oleh karena ia masih kecil, maka jabatan Pemangku Kuasa Pemerintahan (Mursyid lil Amri) dijabat oleh Amir Mughirah ibn Abdirrahman, saudara Khalif Hakam II. Namun Mughirah tidak lama memegang jabatan, karena ia dibunuh oleh komplotan istana. Kemudian muncul Al Wazir Muhammad ibn Abiamir yang pernah menjabat Pelaksana Kuasa pada masa Hakam II, mengambil alih seluruh kekuasaan. Dia menjalankan Pemangku Kuasa pemerintahan bagi Khalif Hisyam II. Ia belakangan memanggil dirinya dengan Mulk Al Hanshur, literatur lain, menyebut gelarnya Hajib Al Manshur</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote27anc" href="#sdfootnote27sym"></a><sup>27</sup>[27]</sup></span><span style="color:#111111;">. Dialah pemegang kekuasaan dengan stempel Bani Umayyah pada masa Hisyam II selama 27 tahun (976-1003 M).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Setelah Al Manshur wafat, ia digantikan oleh putranya, Abd. Malik bin Muhammad bin Abiamir, dengan gelar Mulk Al Muzhaffir. Setelah Al Muzhaffir wafat, ia digantikan oleh saudaranya, yaitu Abdurrahman ibn Muhammmad ibn Abiamir dengan gelar Mulk al Nashir li dinillah. Baik al Muzhaffir maupun Al Nashir kedua-duanya dikukuhkan oleh Khalifah Hisyam III. Hal inilah yang menimbulkan kemarahan di lingkungan Bani Umayyah yang kemudian memecat Khalifah Hisyam II dan tidak mengakui Mulk Al Nashir.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Selanjutnya mereka mengangkat Muhammad ibn Hisyam ibn Abd Jabbar ibn Khalifah Abdurrahman III sebagai Khalifah dengan panggilan Khalifah Muhammad II al Mahdi (1010 M). Sejak itulah terus menerus terjadi perebutan kekusaan di lingkungan Bani Umayyah. Kemelut perebutan kekuasaan tersebut dipengaruhi juga oleh kepentingan suku Barbar yang selalu ingin memanfaatkan situasi dan campur tangan Kerajaan Kristen yang selalu mengadu domba penguasa Islam.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Di tengah perpecahan tersebut muncul juga perlawanan dari Khairan alAmiri di Almeria yang meminta dukungan kepada Amir Ali Ibnu Hamud (pembangun Daulat Bani Hamud).&lt;$FPembangun Bani Hamud ialah Amir Ali ibn Hamud ibn Maimun ibn Ahmad ibn Ali ibn Abdillah ibn Umar dari cabang turunnan Bani Idris yang pernah membangun daulat Idrisiyah (789-924) di Afrika Barat sebelum ditaklukan oleh Abdurrahman III.&gt; Ibnu Hamud menyerang Cordova dan mengalahkan Khalif Sulaiman Al Musta&#8217;in pada tahun 1017. Emir Ali ibn Hamud kemudian mengumumkan dirinya Penguasa Mutlak atas nama Khalif Hisyam II, dia memanggil dirinya dengan Mulk Al Mutawakkil dan memerintah selama dua tahun (1017-1018). Pada tahun 1018 Al Mutawakkil dibunuh kemudian adiknya Emir Qasim ibn Hamud menobatkan dirinya menjadi penguasa mutlak dengan gelar Mulk Al Makmun. Dia sempat berkuasa selama lima tahun (1018 &#8211; 1023) sampai kekhalifahan bisa direbut kembali oleh Bani Umayyah dengan diangkatnya Emir Muhammad III sebagai Khalifah dengan gelar Khalif Al Mustakfi (1023-1024).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Khalifah terakhir Bani Umayyah adalah Amir Hisyam ibn Muhammad dengan panggilan Khalifah al Mu&#8217;tadhi. Ia memerintah selama lima tahun (1027-1031). Selama pemerintahannya sering terjadi pemberontakan hingga terjadi kudeta tentara pada tahun 1031 M. Ia melarikan diri ke sebuah benteng dan minta perlindungan kepada Bani Hud yang menjabat Wali Kota, benteng kota Lerida di wilayah Aragon. Di sana ia wafat pada tahun 1036 H.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Demikianlah kekacauan yang terjadi setelah al Manshur, sehingga ada yang berpendapat, bahwa khalifah-khalifah Bani Umayyah di Spanyol setelah itu menjadi boneka-boneka orang Barbar</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote28anc" href="#sdfootnote28sym"></a><sup>28</sup>[28]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>V. KEMAJUAN PERADABAN</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada saat Islam mencapai puncak kemajuannya, peradaban Islam di Spanyol merupakan salah satu pusat peradaban Islam, disamping pusat peradaban Islam lainnya yaitu di Bagdad dan di Mesir</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote29anc" href="#sdfootnote29sym"></a><sup>29</sup>[29]</sup></span><span style="color:#111111;">. Kemajuan peradaban Islam di Spanyol tidak hanya memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu dan teknologi dalam lingkup peradaban dunia Islam, namun juga tercatat mempunyai arti penting dalam perkembangan peradaban manusia pada umumnya. Perkembangan dan kemajuan peradaban yang melahirkan kemajuan ilmu dan teknologi pada masa kejayaan Islam di Spanyol, terutama malalui sumbangan berpikir rasional, telah mampu membangkitkan dan mengangkat Eropa dari keterbelakangannya, yang semula dibelenggu oleh cara berfikir dogmatis dan statis yang berlaku di lingkungan gereja. Kebebasan berfikir dalam Islam yang dikembangkan oleh para ulama dan cendekiawan muslim pada masa kemajuan peradaban Islam di Spanyol, merupakan sumbangan besar bagi kemajuan dan perkembangan Eropa khususnya dan kemajuan dunia Barat pada umumnya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada saat Islam sudah mengalami perkembangan dan kemajuan dalam dunia ilmu pengetahuan, bangsa-bangsa di Eropa masih terbelakang, masih berada pada zaman kegelapan</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote30anc" href="#sdfootnote30sym"></a><sup>30</sup>[30]</sup></span><span style="color:#111111;">. Mereka yang dipandang terpelajar (intelektual) adalah orang-orang gereja. Sumber kebenaran ilmu adalah gereja (Paus) yang dogmatis. Setiap informasi yang bertentangan dengan dogma gereja, harus ditolak.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Setelah banyak orang Eropa belajar ke Andalus (Spanyol), mereka menyerap pemikiran rational antara lain melalui filsafat Ibn Rusyd (Averroes). Sejak saat itulah muncul bibit-bibit kebangkitan pemikiran rasional di bumi Eropa, sampai berkembangnya dunia sains. Namun pada saat kebenaran ilmu pengetahuan mulai diyakini, ternyata mendapat tantangan dari pihak gereja</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote31anc" href="#sdfootnote31sym"></a><sup>31</sup>[31]</sup></span><span style="color:#111111;">. Pertentangan dogma dengan ilmu pengetahuan ini, kelak menjadi bibit penyebab munculnya faham sekuler, karena dogma gereja tidak mau mengakui kebenaran ilmu pengetahuan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Islam di Spanyol telah melahirkan berbagai kemajuan peradaban, berbarengan dengan kemajuan peradaban yang dicapai oleh Islam di belahan timur, yaitu di Bagdad dan di Mesir. Perkembangan dan kemajuan peradaban Islam di Spanyol, telah nampak sejak Abdurrahman al Dakhil menguasai Spanyol, dan berkembang pesat terutama setelah Abdurrahman III memegang tampuk pemerintahan. Kemajuan pera-daban itu, tercatat antara lain:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">1. Pembangunan Fisik</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kegiatan pembangunan fisik dalam upaya memajukan kesejahteraan rakyat antara lain:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">a. Pembangunan istana di beberapa kota seperti istana yang indah Al Hamra di Granada, Al Gazar di Seville, dan beberapa istana di kota-kota lain.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">b. Pembangunan kota-kota.</span></p>
<p align="JUSTIFY">Kota Madrid berasal dari kata Majrith, yang berasal dari kata Majri (tempat air/sungai mengalir). Ada dua belas kota besar yang didirikan dan diberi nama dengan menurut istilah bahasa Arab, dan terpakai sampai sekarang<sup><a name="sdfootnote32anc" href="#sdfootnote32sym"></a><sup>32</sup>[32]</sup>.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">c. Pembangunan masjid yang megah di beberapa kota, di Cordova terdapat 491 masjid.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">d. Pembangunan jalan, taman-taman dan tempat pemandian umum. Di Cordova ada 900 buah tempat pemandian.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">e. Pembangunan irigasi, dam dan kanal untuk pertanian</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">f. Pembangunan sarana air bersih dan penampungan air (konservasi) untuk umum.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">g. Pembangunan gedung-gedung pemerintahan dan pendidikan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">h. Pembangunan rumah sakit dan panti asuhan</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">2. Bidang Ilmu Pengetahuan</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Perhatian dan pembangunan di bidang ilmu pengetahuan yang dilakukan di Spanyol dapat mengimbangi kemajuan dan perkembangan yang juga dilakukan di belahan dunia Islam bagian Timur. Perkembangan ilmu pengetahuan itu nampak dari munculnya pusat- pusat kajian keilmuan dan munculnya beberapa tokoh dalam berbagai bidang ilmu seperti:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">a. Pembangunan perguruantinggi dan berbagai pusat penelitian ilmu pengetahuan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">b. Pembangunan perpustakaan. Abdurrahman III membangun perpustakaan besar di Granada dengan dilengkapi 600.000 jilid buku. Sedang khalifah Hakam II membangun perpustakaan di Cordova hingga menjadi perpustakaan besar dan menjadi rujukan perpustakaan di Eropa.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">c. Kegiatan menyalin naskah ilmiah dari bahasa Grik dan Latin.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">d. Beberapa nama tokoh dalam berbagai ilmu pengetahuan yang muncul dari Spanyol antara lain:</span></p>
<p align="JUSTIFY">(1) Ibn Rusyd (Lahir di Cordova, 1126 M).</p>
<p align="JUSTIFY">Ibn Rusyd di Eropa terkenal dengan Averroes<sup><a name="sdfootnote33anc" href="#sdfootnote33sym"></a><sup>33</sup>[33]</sup> Dia pengikut Aristoteles yang sangat berjasa dalam membuat ringkasan dan tafsiran filsafat Yunani terutama Aristoteles. Buah pemikiran dan cara berfikir rasional Ibn Rusyd sangat besar pengaruhnya kepada perkembangan pemikiran yang membawa kebangkitan dan kemajuan Eropa.</p>
<p align="JUSTIFY">Dengan hati-hati ia mengkaji Keserasian filsafat dan agama. Karya besar Ibn Rusyd antara lain <em>Tahafut al Tahafut,</em> yang berisikan tanggapan balik terhadap serangan al Ghazali terhadap filsafat dalam <em>Tahafut al Falasifah</em>. Dalam karyanya itu ia bertindak sebagai pembela filsafat.</p>
<p align="JUSTIFY">Ibn Rusyd di samping seorang filosof ia juga seorang dokter, karyanya dalam ilmu kedokteran adalah <em>Kitab al Kulliyat al Thibb.</em> Di samping itu iapun seorang ulama ahli fiqh, karyanya yang terkenal di bidang fiqh adalah <em>Bidayat al Mujtahid wa Nihayat al Muqtashid</em>.</p>
<p align="JUSTIFY">(2) Ibn Bajah (Lahir di Saragosa, 1085 M)</p>
<p align="JUSTIFY">Ibn Bajah di Eropa terkenal dengan nama Avempace. Ia seorang filosof dengan karyanya yang terkenal risalah <em>Tadbir al Mutawahhid</em>.</p>
<p align="JUSTIFY">(3) Ibn Thufail (Lahir di Qadis, Granada, 1110 M)</p>
<p align="JUSTIFY">Ibn Thufail di Eropa terkenal dengan nama Aventofail. Ia seorang filosof, di samping itu ia banyak menulis tentang kedokteran dan astronomi. Pandangan filsafatnya tercermin dalam karyanya yang terkenal yaitu <em>Hay ibn Yaqdzan.</em></p>
<p align="JUSTIFY">(4) Jabar ibn Aflah (lahir di Seville, 1140 M).</p>
<p align="JUSTIFY">Ia menulis kitab <em>al Hay&#8217;ah</em>, yang memuat angka-angka tentang goneometri yang masih digunakan oleh dunia ilmu pengetahuan sampai sekarang.</p>
<p align="JUSTIFY">(5) Selanjutnya nama-nama tokoh ilmuwan lain yang pantas dicatat yang muncul dari bumi Islam di Spanyol, antara lain:</p>
<p align="JUSTIFY">Abbas ibn Farnas. Ia terkenal dalam ilmu kimia dan astronomi, ia juga yang menemukan pembuatan kaca dari batu.</p>
<p align="JUSTIFY">Ibrahim ibn Yahya al Naqqash. Ia seorang yang ahli dalam ilmu astronomi. Ia dapat membuat tropong modern yang dapat menentukan jarak antara matahari dan bintang-bintang. Ia juga dapat menentukan kapan dan berapa lama terjadinya gerhana matahari.</p>
<p align="JUSTIFY">Abdurrahman Ibn Khaldun. Ia seorang sejarawan dan sosiolog dengan karyanya yang terkenal yaitu <em>Muqaddimah</em>.</p>
<p align="JUSTIFY">Abu Ja&#8217;far Ahmad ibn Muhammad al Gharfiqi. Ia seorang ahli di bidang farmasi. Bukunya yang terkenal dalam bidang ini adalah <em>Al Adawiyah al Mufradah</em>.</p>
<p align="JUSTIFY">Ibn abd. Aziz al Bakri. Ia seorang ahli di bidang geografi karyanya yang terkenal adalah kitab <em>al Masalik wa al Mamalik</em>. nama lain di bidang ini tercatat Muhammad al Mazinni.</p>
<p align="JUSTIFY">Ibn Hazm seorang ahli fikh dan teolog yang terkenal dengan kitabnya <em>al Muhalla</em> dan <em>Kitab Fishal. </em>Ahli fikir lainnya seperti Abu Bakr ibn al Quthiyah, Mundzir ibn Said al Baluthi, dan Yahya ibn Yahya</p>
<p align="JUSTIFY">Ibn al &#8216;Arabi yang terkenal dengan konsep tasawufnya <em>Wahdah al Wujud</em>, dengan karyanya <em>Hikmah al Israq</em> dan <em>Futuhat al Makkiyah</em>.<sup><a name="sdfootnote34anc" href="#sdfootnote34sym"></a><sup>34</sup>[34]</sup></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">3. Bidang Ekonomi</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sejalan dengan perkembangan dunia Islam baik di belahan barat dan belahan timur dan perkembangan di luar dunia Islam, maka kegiatan ekonomi pun mendapat perhatian dan mengalami kemajuan pesat. Hal ini nampak antara lain dalam kegiatan ekonomi sbb.:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">a. Meningkatkan kegiatan perdagangan dengan dunia luar.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">b. Cordova, Seville, Granada, Almeria dan kota-kota lainnya menjadi penghasil permadani, wol, katun, sutera, kertas, dan kulit.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">c. Pada masa pemerintahan Amir Muhamad I (852-886), Spanyol telah dapat menghasilkan belerang, air raksa, tembaga, dan besi.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">d. Pembangunan kilang minyak zaitun.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">e. Di bidang pertanian, Spanyol telah mengembangkan sistem irigasi, dan telah mampu menghasilkan berbagai hasilpertanian dan perkebunan seperti kapas, tebu, padi , jeruk dan buah- buahan lainnya. Malaga, Cartagena, dan kota-kota lainnya menjadi penghasil buah-buahan yang cukup besar.</span></p>
<p align="JUSTIFY">Kegiatan pertanian yang telah dilakukan oleh Islam di Spanyol, telah menimbulkan bekas dalam berbagai istilah di dunia Barat. Seperti istilah arable (yang dapat dibajak), arbareal (pohon- pohonan), arbaretum (hutan bikinan), arbariculture (penanaman kayu), semuanya itu berasal dari suku kata arab yang telah mengalami perubahan ke dalam bahasa Barat.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">f. Puncak kemakmuran terutama pada masa pemerintahan Abdurrahman III. Penerimaan tahunan negara sebanyak 6.245.000 (enam juta dua ratus empat puluh lima ribu) keping emas. Dari jumlah tersebut sepertiga dipergunakan untuk anggaran rutin, sepertiga untuk anggaran pembangunan dan sepertiga untuk dana cadangan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">4. Bidang bahasa, seni dan sastra.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">a. Penggunaan bahasa Arab digalakkan.Bahasa Arab mengalahkan bahasa latin, yang juga digunakan di gereja-gereja. Sampai dengan abad ke-13 orang-orang Kristen dan Yahudi di Spanyol menulis buku-buku ilmiah dengan bahasa Arab.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">b. Muncul beberapa ahli bahasa Arab seperti Abu al Hasan ibn Usfur, Abu Hayyan al Garnathi dan Ibn Malik, pengarang kitab Alfiyah.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">c. Munculnya berbagai karya sastra seperti Al &#8216;Iqad al Farid, buah karya Ibn Abi Rabith. Kitab al Qalaid, buah karya Al Fath ibn Khaqam.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">d. Pada masa Emir Muhammad I, seni puisi berkembang dan ia sangat menggemarinya, bahkan ia sendiri banyak menghasilkan karya seni ini.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">e. Pada masa Abdurrahman II telah berkembang seni tari dan nyanyi. Waktu itu ada seorang penyanyi terkenal Ibrahim al Mosuli yang diberi gelar Amirul Ghina. Dia melahirkan penyanyi keliling dari istana ke istana dengan sebutan Troubadour yang cepat terkenal dan menyebar ke daerah-daerah lain, seperti ke Perancis.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">f. Khalif Hakam II amat menyenangi kesusasteraan dan kesenian. Pada masa pemerintahannya kumpulan sajak dan lagu dalam kitab al Aglani yang terdiri dari 20 jilid tebal yang disusun oleh pujangga Abu al Farj al Asfihanidi Bagdad telah disiarkan terlebih dahulu di Spanyol dari pada di daerah lainnya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">g. Sejalan dengan perkembangan kegiatan pembangunan fisik, maka pada saat itu berkembang pula seni arsitektur bangunan yang indah.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">5. Bidang Militer.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pembangunan dan perkembangan militer pada masa kejayaan Islam di Spanyol, nampak pesat seperti juga perkembangan di wilayah Islam lainnya. Hal ini berkaitan dengan upaya pertahanan negara menghadapi dunia luar. Pembangunan dan perkembangan itu antara lain:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">a. Pembangunan pangkalan armada dan pabrik senjata di Cartagena dan Cadiz.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">b. Membangun benteng-benteng pertahanan di beberapa kota.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">c. Pembentukan birokrasi kepolisian sampai ke distrik yang jauh terpencil.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">d. Membangun angkatan bersenjata yang kuat, terutama pembangunan armada angkatan laut yang mampu berhadapan dengan daulat Fathimiyah dan merupakan yang terbesar di seluruh dunia waktu itu (masa pemerintahan Abdurrahman III).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>VI. KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dinasti Bani Umayyah di Spanyol dapat mempertahankan kekuasaannya sampai tahun 1031. Sesudah itu kekuasaan Islam di semenanjung Andalusia terpecah ke dalam beberapa kerajaan kecil yang selalu berperang di antara mereka. Kerajaan-kerajaan kecil itu umpamanya Dinasti Ibadiyah, Murabit (Murabitun), Muwahid (Muwahidun), Bani Nashiriyah (Bani al Ahmar), Hamudiyah, Jahwariyah, Amiriyah</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote35anc" href="#sdfootnote35sym"></a><sup>35</sup>[35]</sup></span><span style="color:#111111;">. Jumlah kerajaan kecil ini sangat banyak. Menurut A.R. Nykl ada dua puluh tiga, yang sebagian di antaranya hanyalah penguasa-penguasa kota tertentu di wilayah bekas Dinasti Umayah</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote36anc" href="#sdfootnote36sym"></a><sup>36</sup>[36]</sup></span><span style="color:#111111;">. Mereka terdiri dari kelompok Barbar, Sicilia dan Arab</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote37anc" href="#sdfootnote37sym"></a><sup>37</sup>[37]</sup></span><span style="color:#111111;">. Masa ini disebut masa Muluk al Thowaif</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote38anc" href="#sdfootnote38sym"></a><sup>38</sup>[38]</sup></span><span style="color:#111111;">. Kerajaan-kerajaan kecil tersebut menyatakan berdiri sendiri, bebas dari kerajaan pusat.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Mereka hidup secara terpisah di daerah-daerah kecil dengan kekuatan yang sangat kecil pula, mereka selalu berperang, saling berebut pengaruh. Keadaan ini akhirnya menjadi mangsa kerajaan Kristen Spanyol di bagian utara yang waktu itu sudah mulai kuat. Mereka sibuk melakukan pertempuran internal. Orang Kristen mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan dalam memenangkan peperangan yang terjadi antara sesama mereka. Merekapun saling berebut untuk mendapatkan bantuan dari pihak Kristen</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote39anc" href="#sdfootnote39sym"></a><sup>39</sup>[39]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ancaman dari utara itu lebih nampak setelah dua kerajaan Katholik di utara yaitu kerajaan Castilla dan Aragon, ratu dan rajanya, yaitu Ratu Isabella dan Raja Ferdinand, mengikat perkawinan. Cita-cita yang mengiringi perkawinan dua raja Katholik ini pada malam peresmiannya ialah menyerbu Granada. Mereka ingin menghabiskan bulan madunya di Al Hamra dan mengangkat salib di atas benteng terbesar al Harasahdi Granada. Maka menjadi semakin kuatlah kerajaan Katholik tersebut. Hal ini secara langsung merupakan ancaman bagi kerajaan-kerajaan kecil di bagian selatan, yang selalu minta bantuan kepada mereka. Ferdinand dan Isabella akhirnya tidak puas dengan hanya memecah belah kerajaan- kerajaan Islam tersebut, mereka menginginkan kekuasa-an yang lebih besar atas wilayah tersebut.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada penghujung abad ke-15 M, Islam hanya berkuasa di daerah Granada yaitu di bawah Dinasti Bani Ahmar. Abu Abdullah Muhammad (salah seorang anak raja Bani Ahmar) merasa tidak senang kepada ayahnya, karena menunjuk anaknya yang lain (Muhammad ibn Sa&#8217;ad) sebagai penggantinya menjadi raja. Dia memberontak pada ayahnya. Dalam pemberontakan itu Abu Abdullah dibantu oleh Ferdinand dan Isabella. Ayah Abdullah terbunuh dan Muhammad ibn Sa&#8217;ad di-singkirkan. Akhirnya atas bantuan Ferdinand dan Isabella, Abu Abdullah naik takhta menjadi raja.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Namun seperti yang sudah bisa diperkirakan, Ferdinand dan Isabella tidak puas dengan hanya menguasai Abu Abdullah, tapi mereka ingin merebut kekuasaan Islam terakhir di Spanyol tersebut. Akhirnya mereka menyerangnya dan Abu Abdullah kalah. Ia kemudian menyerahkan kekuasaannya kepada musuh dan selanjutnya ia pindah ke Afrika utara.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Granada jatuh pada tahun 1491, dan kota lain telah lebih dahulu dikuasai oleh kerajaan Kristen, seperti Cordova jatuh pada tahun 1238, Seville tahun 1248. Dengan jatuhnya kota-kota penting di Spanyol, maka berakhirlah kekuasaan Islam di Spanyol, hal ini terjadi pada tahun 1492 M.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada tahun 1492 M, umat Islam dihadapkan pada dua pilihan, memeluk agama Kristen dengan tetap tinggal di Spanyol, atau meninggalkan Spanyol. Pada tahun 1501 diumumkan suatu pernyataan raja yang mengharuskan semua muslimin di Castile dan Leon, bertobat kembali. Maksudnya agar mereka meninggalkan Islam dan masuk menjadi Kristen atau meninggalkan wilayah itu. Pengumuman yang sama juga ditujukan kepada Muslimin di Aragon pada tahun 1526. Sedang pada tahun 1556 Raja Philip II mengumumkan undangundang yang meminta kepada muslimin yang masih tinggal di Spanyol untuk membuang seketika itu juga bahasanya (maksudnya bahasa Arab), kepercayaannya (maksudnya Islam) dan adat istiadat serta cara hidupnya. Akhirnya pada tahun 1609 Raja Philip III mengeluarkan perintah pengusiran semua Muslimin dari wilayah Spanyol secara paksa. Setengah juta orang dipaksa naik kapal dan dibawa ke pesisir Afrika utara atau ke negara-negara Islam yang jauh letaknya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Apa yang dialami umat Islam Spanyol di atas, sebagaimana yang disebutkan oleh Philip K. Hitti sebagai berikut:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">As early as 1501 a royal decree was issued that all Moslims in Castile and Leon should either recant or leave Spain, but evidently it was not strictly applied. In 1526 Philip II promulgated a law requiring the remaining Moslems to abandon at once their language, worship, institutions and manner of life. He even orderd the destruction of the Spanish baths as a relic of infidelity. A rising, the second of its kind, started in Granada and spread to the neigh- bouring mountains, but was put down. The final order of expulsion was signed by Philip III in 1609, resulting in the forcible deportation en messe of practically all Moslems on Spanish soil. Some half of million are said to have suffered this fate aid landed on the shores of Africa or to have taken ship to more distant lands of Islam</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote40anc" href="#sdfootnote40sym"></a><sup>40</sup>[40]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dengan demikian sejak tahun 1609, dapat dikatakan bahwa di Spanyol tidak ada lagi umat Islam. Mereka telah diusir oleh penguasa Kristen, dan umumnya mereka pindah ke pantai Afrika bagian utara</span><span style="color:#111111;"><sup><a name="sdfootnote41anc" href="#sdfootnote41sym"></a><sup>41</sup>[41]</sup></span><span style="color:#111111;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>VII. PENUTUP</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dari uraian singkat di atas, mengenai asal usul, perkembangan, kemunduran dan kehancuran Islam di Spanyol, dapat disimpulkan sebagai berikut:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">1. Islam menguasai Spanyol sejak masa Bani Umayyah, yaitu pada masa pemerintahan Khalifah al Walid ibn Abd. Malik. Tiga pahlawan Islam terkenal yang sangat berjasa dalam membuka penguasaan Spanyol tersebut adalah : Tharif ibn Malik, Tariq bin Ziyaddan Musa ibn Nushair.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">2. Pada masa permulaan Bani Abbas berkuasa setelah mengalahkan Bani Umayyah, penguasa Spanyol tunduk kepada kekhalifahan Bani Abbas sampai datangnya Abdurrahman al Dakhil.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Abdurrahman al Dakhil, seorang pangeran muda pelarian politik Dinasti Bani Umayyah, dapat membangun kembali Dinasti Bani Umayyah di Spanyol, selama lebih dari 300 tahun, yaitu dari tahun 756 &#8211; 1031 M.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">3. Kenyataan sejarah telah menunjukkan, bahwa selama Islam berkuasa di Spanyol, telah terjadi perkembangan dan kemajuan peradaban dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, sejalan dengan perkembangan dan kemajuan peradaban di belahan bumi bagian timur di bawah kekuasaan Bani Abbas yang berpusat di Bagdad. Spanyol pada masa kejayaan Islam, menjadi pusat ilmu pengetahuan bagi dunia Eropa. Perkembangan dan kemajuan peradaban yang muncul dari dunia Islam di Spanyol, sangat besar pengaruhnya terhadap kebangkitan dan kemajuan peradaban manusia pada umumnya, dan khususnya bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa- bangsa di benua Eropa. Pemikiran rasional yang muncul dari dunia Islam di Spanyol (antara lain pengaruh Averroisme)telah berpengaruh besar kepada perkembangan dan kemajuan berfikir di Eropa, yang waktu itu masih diliputi oleh pemikiran dogmatis dari gereja.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">4. Setelah Bani Umayyah di Spanyol jatuh pada tahun 1031, Islam di Spanyol diperintah oleh kerajaan-kerajaan kecil, penguasa daerah- daerah tertentu (Muluk al Thawaif) yang terpecah belah dan selalu bermusuhan. Mereka tidak mempunyai kekuasaan yang berarti, baik secara territorial maupun secara politis, sampai akhirnya mereka berhasil diadudomba dan dihancurkan oleh kerjaan Kristen secara total pada tahun 1609.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Setelah itu habislah riwayat Islam di Spanyol. Jadi secara keseluruhan Islam di Spanyol telah memainkan perannya selama lebih dari 700 tahun, yaitu sejak awal penaklukannya pada tahun 711 H sampai kehancurannya pada tahun 1609 M.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">5. Sebab-sebab yang membawa kemunduran dan kehancuran Islam di Spanyol adalah sbb.:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">a. Konflik internal</span></p>
<p align="JUSTIFY">Terjadi persaingan dalam lingkungan keluarga istana dalam memperebutkan kursi kerajaan. Keadaan ini selalu dimanfaatkan oleh fihak luar yang memecahbelah mereka untuk mengambil keuntungan yang pada dasarnya merugikan kepentingan Islam.</p>
<p align="JUSTIFY">Konflik internal juga terjadi dalam intern umat Islam yang terdiri dari kelompok Barbar, Sicilia dan Arab. Mereka satu sama lain saling berebut pengaruh, hal ini terutama nampak pada masa Muluk al Thawaif setelah berakhirnya kekuasaan Bani Umayyah.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">b. Fanatisme Arab yang berlebihan</span></p>
<p align="JUSTIFY">Bani Umayyah memperlakukan Islam non Arab sebagai penduduk kelas dua, yang menyebutnya dengan istilah &#8216;ibad atau muwalladun (suatu ungkapan yang dinilai merendahkan]. Karena fanatisme yang berlebihan ini, maka tidak terjadi pembauran sosial politik dan budaya antara kelas penguasa (Arab) yang merasa sebagai tuan dengan kelas pribumi yang dianggap lebih rendah derajatnya.</p>
<p align="JUSTIFY">Sikap dan perlakuan penguasa ini menyebabkan mereka selalu menggerogoti kekuasaan yang dipegang oleh etnis Arab. Secara politis sikap demikian, akhirnya tidak bisa melahirkan tokoh- tokoh figur pimpinan Islam yang handal untuk dijadikan tokoh pemersatu bagi masyarakat setempat.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">c. Tidak terjadi Islamisasi</span></p>
<p align="JUSTIFY">Para penguasa muslim lebih banyak memusatkan perhatian mereka kepada masalah politik. Mereka tidak melaksanakan da&#8217;wah dalam arti penanaman Islam secara ideologis. Rakyat pribumi Spanyol umumnya dibiarkan tetap berpegang pada agama, hukum dan adat kebiasannya. Keadaan demikian menyebabkan antara penguasa Muslim tidak terdapat hubungan ideologis dengan rakyat yang mayoritas non Islam. Pada sisi lain keadaan di atas menyebabkan rasa patriotisme dan nasionalisme orang-orang Spanyol tetap kuat.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">d. Faktor Ekonomi</span></p>
<p align="JUSTIFY">Perekonomian Islam Spanyol pada awal kejayannya menunjukkan kemajuan pesat, karena tanahnya yang subur dan kegiatan perdagangannya. Namun pada paruh kedua pada kekuasaan Islam di Spanyol sumber perekonomian negara sangat lemah, karena hanya mengandalkan pada pajak/upeti.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">e. Konflik Islam dan Kristen</span></p>
<p align="JUSTIFY">Kerajaan Kristen di Spanyol sebagian besar telah menyatakan tunduk pada penguasa Islam, dan sebagian kecil menyingkir ke bagian utara. Sekalipun mereka telah tunduk dan mengakui kekalahan serta bersedia membayar upeti, namun mereka pada dasarnya tetap selalu mencari kesempatan dan kelengahan untuk mengadudomba dan menghancurkan umat Islam. Pada saat kemunduran Islam di penghujung kekuasaan Bani Umayyah yang diteruskan dengan masa Muluk al Thawaif,mereka mulai bangkit dan bersatu melaksanakan penghancuran Islam. Sampai pada satu saat secara terang-terangan, mereka mengusir umat Islam dari bumi Spanyol secara paksa. Jadi setelah Islam berkuasa di Spanyol selama lebih dari 700 tahun, akhirnya sampai pada suatu kenyataan, mereka dipaksa oleh Kristen harus memilih, tinggal di Spanyol dengan memeluk agama Kristen, atau tetap beragama Islam tetapi harus meninggalkan Spanyol.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">DAFTAR BACAAN</span></p>
<p align="JUSTIFY">Ahmad, Z.A, <em>Sejarah Islam dan Umatnya</em>, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1966</p>
<p align="JUSTIFY">Bosworth, C.E., <em>The Islamic Dinasties</em> (terj.) Bandung:Mizan, Cet. 1, 1993</p>
<p align="JUSTIFY">Gauthier, Leon, <em>Ibn Roch (Averroes),</em> Paris: Presses Universitairers de France, 1984.</p>
<p align="JUSTIFY">Gibb, H.A.R. et.al, <em>The Encyclopaedia of Islam</em> London: E.J. Brill, 1986</p>
<p align="JUSTIFY">Hassan, Ibrahim Hasan<em>, Islamic History and Culture</em>, From 632 &#8211; 1968 (terj.), Yogjakarta: Kota Kembang, 1989, Cet. 1</p>
<p align="JUSTIFY">Hitti, Philip, K. <em>History of Arabs</em>, New York: Macmillan Student Edition, 1970.</p>
<p align="JUSTIFY">Irving, Thomas Balantine, <em>The Falcon of Spain</em> (terj.) Jakarta: Pustaka Firdaus, 1990</p>
<p align="JUSTIFY">Mahmudunnashir, Syekh, Islam, <em>Concept and Its History</em>, (terj.), Bandung: CV. Rosda, 1988</p>
<p align="JUSTIFY">Nasution, Harun, <em>Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya</em>, Jild I, Jakarta : Bulan Bintang, 1974, Cet. 1</p>
<p align="JUSTIFY">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; , dkk, <em>Ensiklopedi Islam Indonesia</em>, Jakarta: Jembatan, 1992</p>
<p align="JUSTIFY">Rahman, H.U, <em>A Chronology of Islamic History</em> 570-1000, London: Mansel Publishing Limited, 1992</p>
<p align="JUSTIFY">Simamora, P, <em>Kosmografi</em>, Yogjakarta: C.V. Pedjuang Bangsa, 1966, cet. ke-13</p>
<p align="JUSTIFY">Syalabi, A. <em>Sejarah dan Kebudayaan Islam</em>, jil. II dan III, Jakarta : PT. Al Husna Dzikra, 1993, Cet. 1.</p>
<p align="JUSTIFY">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;, <em>Ma&#8217;usuat al Tarikh al Islamy</em>, Cairo Maktabah Nahdhiyah, 1979</p>
<p align="JUSTIFY">Sou&#8217;yb, Joesoef, <em>Sejarah Bani Umayyah di Cordova</em>, Jakarta: Bulan Bintang, 1977</p>
<p align="JUSTIFY">Uwais, Abdul Halim, <em>Dirasah Li Tsuquthi Tsalatsina Daulat al Islamiyah</em>, Solo: Pustaka Mantiq, 1994</p>
<p align="JUSTIFY">Watt, W. Montgomery, <em>Kejayaan Islam, Kajian Kritis Dari Tokoh Orientalis</em> (terj.), Yogjakarta: Tiara Wacana,1990</p>
<p align="JUSTIFY">Yatim, Badri, <em>Sejarah Perdaban Islam</em>, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 1996.</p>
<div id="sdfootnote1">
<p><a name="sdfootnote1sym" href="#sdfootnote1anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote2">
<p><a name="sdfootnote2sym" href="#sdfootnote2anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote3">
<p><a name="sdfootnote3sym" href="#sdfootnote3anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote4">
<p><a name="sdfootnote4sym" href="#sdfootnote4anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote5">
<p><a name="sdfootnote5sym" href="#sdfootnote5anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote6">
<p><a name="sdfootnote6sym" href="#sdfootnote6anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote7">
<p><a name="sdfootnote7sym" href="#sdfootnote7anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote8">
<p><a name="sdfootnote8sym" href="#sdfootnote8anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote9">
<p><a name="sdfootnote9sym" href="#sdfootnote9anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote10">
<p><a name="sdfootnote10sym" href="#sdfootnote10anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote11">
<p><a name="sdfootnote11sym" href="#sdfootnote11anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote12">
<p><a name="sdfootnote12sym" href="#sdfootnote12anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote13">
<p><a name="sdfootnote13sym" href="#sdfootnote13anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote14">
<p><a name="sdfootnote14sym" href="#sdfootnote14anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote15">
<p><a name="sdfootnote15sym" href="#sdfootnote15anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote16">
<p><a name="sdfootnote16sym" href="#sdfootnote16anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote17">
<p><a name="sdfootnote17sym" href="#sdfootnote17anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote18">
<p><a name="sdfootnote18sym" href="#sdfootnote18anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote19">
<p><a name="sdfootnote19sym" href="#sdfootnote19anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote20">
<p><a name="sdfootnote20sym" href="#sdfootnote20anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote21">
<p><a name="sdfootnote21sym" href="#sdfootnote21anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote22">
<p><a name="sdfootnote22sym" href="#sdfootnote22anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote23">
<p><a name="sdfootnote23sym" href="#sdfootnote23anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote24">
<p><a name="sdfootnote24sym" href="#sdfootnote24anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote25">
<p><a name="sdfootnote25sym" href="#sdfootnote25anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote26">
<p><a name="sdfootnote26sym" href="#sdfootnote26anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote27">
<p><a name="sdfootnote27sym" href="#sdfootnote27anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote28">
<p><a name="sdfootnote28sym" href="#sdfootnote28anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote29">
<p><a name="sdfootnote29sym" href="#sdfootnote29anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote30">
<p><a name="sdfootnote30sym" href="#sdfootnote30anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote31">
<p><a name="sdfootnote31sym" href="#sdfootnote31anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote32">
<p><a name="sdfootnote32sym" href="#sdfootnote32anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote33">
<p><a name="sdfootnote33sym" href="#sdfootnote33anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote34">
<p><a name="sdfootnote34sym" href="#sdfootnote34anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote35">
<p><a name="sdfootnote35sym" href="#sdfootnote35anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote36">
<p><a name="sdfootnote36sym" href="#sdfootnote36anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote37">
<p><a name="sdfootnote37sym" href="#sdfootnote37anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote38">
<p><a name="sdfootnote38sym" href="#sdfootnote38anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote39">
<p><a name="sdfootnote39sym" href="#sdfootnote39anc"></a></p>
</div>
<div id="sdfootnote40">
<p><a name="sdfootnote40sym" href="#sdfootnote40anc"></a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=603&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/islam-di-spanyol-asal-usul-perkembangan-dan-kehancuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/andalusia.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">andalusia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONFLIK-KONFLIK ANTARA BARAT DAN TIMUR</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/konflik-konflik-antara-barat-dan-timur/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/konflik-konflik-antara-barat-dan-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 09:21:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[crussade war]]></category>
		<category><![CDATA[perang salib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[DRS. AHMAD SUGIRI I Ketika Amerika Serikat dan negara-negara Barat bersama-sama menyerang Irak karena Irak dianggap bersalah menyerang Kuwait beberapa tahun yang lalu, teringat akan hal serupa beberapa abad yang silam, ketika mereka (negara-negara Eropa Barat) bersekutu menyerang negara-negara Islam di Timur dalam suatu peperangan yang terkenal dalam sejarah dengan &#8220;perang Salib&#8221;. Serangan mereka bertujuan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=599&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><strong><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/palestina.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-600" title="palestina" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/palestina.jpeg?w=510" alt=""   /></a>DRS. AHMAD SUGIRI</strong></span></p>
<p align="CENTER"><span style="color:#111111;"><strong>I</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ketika Amerika Serikat dan negara-negara Barat bersama-sama menyerang Irak karena Irak dianggap bersalah menyerang Kuwait beberapa tahun yang lalu, teringat akan hal serupa beberapa abad yang silam, ketika mereka (negara-negara Eropa Barat) bersekutu menyerang negara-negara Islam di Timur dalam suatu peperangan yang terkenal dalam sejarah dengan &#8220;perang Salib&#8221;. Serangan mereka bertujuan bukan saja dalam rangka mengambil alih Palestina, yang di dalamnya terdapat Baitul Maqdis, tempat suci orang- orang Kristen, tetapi jugi berusaha menghancurkan peradaban Islam yang dengan susah payah dibina dan dikembangkan oleh ummat Muhammad ini dengan penuh kesungguhan, suatu peradaban dinamis sebagai kesinambungan dari peradaban-peradaban sebelumnya, yaitu peradaban Yunani, Persia, India, Mesir dan Mesopotamia.<span id="more-599"></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Faktor ekonomi merupakan bagian dari motif serangan-serangan mereka ke Irak, yaitu melindungi sumber-sumber minyak yang terdapat di sebagian negara-negara Timur Tengah yang kaya itu, di mana Amerika dan negara-negara Eropa memiliki saham besar bagi penanaman modal. Tetapi ada motif ying lebih mendasar dan merupakan kesinambungan sejarah yaitu kekhawatiran akan bangkitya kembali kekuatan Islam sehingga akan mengancam eksistensi Barat yang Kristen, sebagai yang pernah mereka alami ketika Spanyol dan Perancis Selatan jatuh ke tangan ummat Islam pada abad-abad perte-ngahan. Tetapi fanatisme agama ini sengaja dibungkus dengan rapih agar tidak menimbulkan suatu gerakan solidaritas di kalangan ummat Islam di seluruh dunia. Motif ekonomi dan stabilitas wilayah menempati kedudukan penting sebagai dasar bagi serangan-serangan Barat ke negara-regara Dunia Ketiga, yang nota bene adalah negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Hal ini akan memberikan dampak yang lebih jauh dalam percaturan politik dunia, di mana pada akhirnya bukan hanya negara-negara Barat yang turut serta &#8220;berpartisipasi&#8221; dalam mempertahankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tetapi juga negara-negara Islam dengan tidak sadar menjadi agen-agen Barat di Timur.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="CENTER"><span style="color:#111111;"><strong>II</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada umumnya para sejarawan Barat menduga bahwa Masalah Timur adalah masalah politis, mereka berasumsi bahwa Masalah Timur tidak lain hanya berupa sengketa perbatasan, ekonomi dan tidak ada kaitan dengan masalah keagamaan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Tetapi menurut para sejarawan muslim, Masalah Timur adalah masalah keagamaan karena mempunyai kesamaan dengan tindakan mereka dahulu semasa Perang Salib (Ahmad Syalabi, 1988:59), hanya saja orang-orang Kristen dalam penyerangan- penyerangannya ke negara-negara Islam menggunakan istilah baru dengan maksud agar orang Islam tidak bangkit bersatu melawan mereka. Ketika negara-negara Barat berusaha keras menghancurkan kekuatan Turki Utsmani pada abad-abad yang lalu mereka menamakannya dengan Masalah Timur. Ahmad Syalabi dengan me-ngutip pernyataan Al Ustadz Muhammad Farid, sejarawan Daulat Utsmaniyah, menggambarkan peristiwa pertempuran laut di Liponto sebagai berikut: Keterlibatan Paus dalam Perang Liponto adalah bukti nyata bahwa motor penggerak utama perang melawan Turki Utsmani adalah agama, sebagaimana kejadian-kejadian dan peperangan-peperangan selanjutnya telah memperkuat alasan di atas dan bukan faktor politis sebagaimana anggapan kebanyakan sejarawan Barat. Kemenangan pasukan Eropa telah disambut dengan gembira oleh seluruh orang-orang Kristen sehingga pada waktu itu Paus juga sengaja berkhotbah di Gereja Katholik Roma (Gereja Maria Petrus) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Don Juan, panglima perang tentara Kristen Eropa, yang telah berhasil menghancurkan kapal perang Islam. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa masalah Timur adalah masalah keagamaan bukan masalah politis sebagaimana dugaan bangsa-bangsa Barat. (Ahmad Syalabi, 1988: 60).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">pengertian Masalah Timur di kalangan orang-orang Eropa mengalami perubahan dari masa ke masa. Pada abad XV dan paroh awal abad XVI wilayah Imperium Turki Utsmani meliputi wilayah yang begitu luas mencakup sebagian besar wilayah Eropa Tenggara, wilayah Byzantium termasuk Konstantinopel,kerajaan-kerajaan Serbia, Bulgaria di Balkan, begitu juga Aflak dan Bagdan (Armenia) dan Kirman sekarang. Dengan demikian maka Laut Hitam menjadi wilayah kekuasaan Turki Utsmani sebagaimana Hongaria dan pada waktu itu kota Wina pun terancam, berulang kali mendatat serangan tentara Utsmani. Ekspansi Utsmani ini telah menimbulkan kekhawatiran teramat sangat bagi negara-negara Eropa oleh kareranya segera merekapun mengadakan persekutuan dan menyusun tentara gabungan, untuk membendung ekspansi tersebut. Gerakan Turki Utsmani ini mereka sebut dengan nama &#8220;Masalah Timur&#8221;. Denqan demikian maka tindakan mereka itu persis seperti ketika mereka mempersiapkan diri untuk melakukan Perang Salib.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kemudian ketika terjadi kemunduran dalam tubuh Daulat Turki Utsmani oleh karena beberapa faktor di antaranya timbulnya kerusuhan-kerusuhan yang dilakukan Inkisyariyah, mengabaikan kesejahtraan ummat, pertempuran dengan Persia, pemberon- takan-pemberontakan yang timbul dari dalam negara Arab yang dipimpin oleh tokoh masyarakat Arab dan ahli fikir, lahirnya Austria dan Rusia sebagai negara, lalu bangkit menetang Turki Utsmani serta lahirnya Inggris dan Perancis sebagai negara telah menjadi saingan Turki Utsmani pada abad XVIII dan abad XIX. Maka Masalah Timur pada paruh kedua abad ini telah beralih menjadi masalah politis.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Bila Masalah Timur dengan pengertian yang pertama telah mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk bersama-sama menghadapi gelombang kekuatan Timur (Turki Utsmani), maka Masalah Timur dengan pengertian yang kedua telah menimbulkan perselisihan diantara negara Eropa itu serdiri, karena satu sama lain di antara mereka berharap ingin mendapatkan wilayah rampasan sesuai dengan kepentingan dan strategi politik masing-masing.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="CENTER"><span style="color:#111111;"><strong>III</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Konflik antara Timur dan Barat ini memiliki akar yang kuat dalam sejarah. Perang Salib yang berlangsung selama kurang lebih dua abad, bermula dari kedangkalan pemahaman keagamaan dari para penguasa Turki (Bani Saljuk). Dinasti ini berhasil menguasai Baitul Maqdis pada tahun 471 H. Penguasa Saljuk menetapkan beberapa peraturan bagi ummat Kristen yang ingin berziarah ke sana. Peraturan itu dirasakan sangat menyulitkan mereka (Hasan Ibrahim Hasan, 1967: 243-244). Untuk memperoleh kembali keleluasaan berziarah ke tanah suci Kristen itu, pada tahun 1095 M, Paus Urbanus II berseru kepada ummat Kristen di Eropa supaya melakukan perang suci. Perang ini kemudian dikenal dengan Perang Salib,yang terjadi dalam tiga periode.Periode pertama terjadi pada musim semi tahun 1095 M., 150.000 orang Eropa, sebagian besar bangsa Perancis dan Norman, berangkat menuju Konstantinopel, kemudian ke Palestina. Tentara Salib yang dipimpin oleh Godfrey, Bohemond, dan Raymond ini memperoleh kemenangan besar. Pada tanggal 18 Juni 1097 mereka berhasil menaklukkan Nicea dan tahun 1098 M. menguasai Raha (Edessa).Di sini mereka mendirikan kerajaan Latin I dengan Baldawin sebagai raja. Pada tahun yang sama mereka dapat menguasai Antiochea dan mendirikan kerajaan Latin II di Timur. Bohemond dilantik menjadi rajanya. Mereka juga berhasil menduduki Baitul Maqdis (15 Juli 1099 M) dan mendirikan kerajaan Latin III dengan rajanya Godfrey. Setelah menaklukkan Baitul Maqdis itu, tentara Salib melanjutkan ekspansinya. Mereka menguasai kota Akka (1104 M), Tripoli (1109 M), dan kota Tyre (1124 M). Di Tripoli mereka mendirikan kerajaan Latin IV, rajanya adalah Raymond (Badri Yatim, 1994:77).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Imaduddin Zanki, penguasa Mousul dan Irak, berhasil menaklukkan kembali Aleppo, Hamimah, dan Edessa pada tahun 1144 M. Namun ia wafat tahun 1146 M. Tugasnya dilanjutkan oleh puteranya, Nuruddin Zanki. Nuruddin berhasil merebut kembali Antiochea pada tahun 1149 M dan pada tahun 1151 seluruh Edessa dapat direbut kembali.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kejatuhan Edessa ini menyebabkan orang-orang Kristen mengobarkan Perang Salib kedua. Paus Engenius III menyerukan perang suci yang disambut positif oleh raja Perancis, Louis VII, dan raja Jerman, Condrad II. Keduanya memimpin pasukan salib untuk merebut wilayah Kristen di Syria. Akan tetapi gerak maju mereka dihambat oleh Nuruddin Zanki. Mereka tidak berhasil memasuki Damaskus. Louis VII dan Condrad II sendiri melarikan diri pulang ke negerinya (Abd. al-Rahman Tajuddin, 1953:148). Nuruddin wafat tahun 1174 M. pimpinan perang kemudian dipegang oleh Shalah aldin al-Ayyubi yang berhasil mendirikan Dinasti Ayyubiyah di Mesir tahun 1175 M. Ia berhasil merebut Yarussalem pada tahun 1187 M. Dengan demikian kerajaan Latin di Yerussalem yang berlangsung selama 88 tahun berakhir.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Jatuhnya Yerussalem ke tangan kaum muslimin sangat memukul perasaan tentara salib. Merekapun menyusun rencana balasan. Kali ini tentara salib dipimpin oleh Frederick Barbarossa, raja Jerman, Richard the Lion Hart, raja Inggris, dan Philip Augustus, raja Prancis. Pasukan ini bergerak pada tahun 1189 M. Meskipun mendapat tantangan berat dari Shalah al-Din, namun mereka berhasil merebut Akka yang kemudian dijadikan ibu kota kerajaan Latin. Akan tetapi mereka tidak berhasil memasuki Palestina. Pada tanggal 2 Nopember ll92 M, dibuat perjanjian antara tentara salib dengan Shalah al-Din yang disebut Shulh al- Ramlah. Dalam perjanjian ini disebutkan bahwa orang-orang Kristen yang pergi berziarah ke Baitul Maqdis tidak akan diganggu (Badri Yatim, l994:78).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Karena tentara salib tidak berhasil memasuki Palestina, hal ini membuat orang-orang Kristen di Eropa untuk menyusun kembali pasukan salib periode ketiga yang dipimpin oleh raja Jerman, Frederick II. Kali ini mereka berusaha merebut Mesir lebih dahulu sebelum ke Palestina, dengan harapan mendapat bantuan dari orang-orang Kristen Qibthi. Pada tahun 1219 M, mereka berhasil menduduki Dimyat. Raja Mesir dari Dinasti Ayyubiyah waktu itu, al-Malik al-Kamil, membuat perjanjian dengan Frederick. Isinya antara lain Frederick bersedia melepaskan Dimyat, sementara al- Malik al-Kamil melepaskan Palestina, Frederick menjamin keamanan kaum muslimin di sana, dan Frederick tidak mengirim bantuan kepada Kristen di Syria. Dalam perkembangan berikutnya, Palestina dapat direbut kembali oleh kaum mulimin tahun 1247 M, dimasa pemerintahan al-Malik al-Shalih, penguasa Mesir</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">selanjutnya. Ketika Mesir dikuasai oleh Dinasti Mamalik &#8212; yang menggantikan posisi Dinasti Ayyubiyah &#8212; pimpinan perang dipegang oleh Baybars dan Qalawun. Pada masa merekalah Akka dapat direbut kembali oleh kaum muslimin tahun 1291 M.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Walaupun ummat Islam berhasil mempertahankan daerah-daerahnya dari tentara salib, namun kerugian yang mereka derita banyak sekali, karena peperangan itu terjadi di wilayahnya. Kerugian- kerugian ini menyebabkan kekuatan politik ummat Islam menjadi lemah. Sementara Dunia Eropa, mereka mendapat pengalaman yang sangat berharga, terutama mereka mengetahui bahwa Dunia Timur (Islam) telah memiliki kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Pengalaman inilah yang di kemudian hari dimanfaatkan oleh mereka dengan sebaik-baiknya sehingga akhirnya mereka berhasil merombak alam pikiran mereka.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="CENTER"><span style="color:#111111;"><strong>IV</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kegagalan-kegagalan yang dialami oleh tentara salib untuk merebut Palestina, khususnya dan wilayah-wilayah Islam lainnya, menyebabkan mereka mengkonsolidasikan diri untuk mengusir orang- orang Islam dari daratan Spanyol (Eropa), dan mempelajari rahasia kemajuan yang dicapai oleh ummat Islam. Mereka mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang telah dicapai oleh ummat Islam melalui terjemahan-terjemahan, dan mengirim para pemudanya untuk belajar di universitas-universitas Islam baik yang ada di Spanyol maupun di Timur Tengah. Mereka melakukan berbagai penelitian tentang rahasia alam, berusaha menaklukan lautan dan menjelajahi benua yang sebelumnya masih diliputi kegelapan. Setelah Christoper Colombus menemukan Benua Amerika (1492 M) dan Vasco da Gama menemukan jalan ke Timur melalui Tanjung Harapan (1498 M), Benua Amerika dan Kepulauan Hindia segera jatuh ke bawah kekuasaan Eropa. Dua penemuan itu sungguh tak terkirakan nilainya, Eropa menjadi maju dalam dunia perdagangan, karena tidak tergantung lagi kepada jalur lama yang dikuasai ummat Islam. Dengan sekejap dinding laut itu berubah menjadi jalan raya, dan Eropa yang semula terpojok segera menjadi yang dipertuan di laut dan dengan demikian yang dipertuan di dunia. Terjadilah perputaran nasib yang maha hebat dalam sejarah seluruh ummat manusia.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Perekonomian bangsa-bangsa Eropa pun semakin maju karena daerah- daerah baru terbuka baginya. Mereka memperoleh kekayaan yang terhingga untuk meningkatkan kesejahteraan negerinya. Tidak lama setelah itu, mulailah kemajuan Barat melampaui kemajuan Islam yang sejak lama mengalami kemunduran. Kemajuan Barat itu dipercepat dengan adanya penemuan-penemuan dan perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Penemuan mesin uap yang kemudian melahirkan revolusi industri di Eropa semakin memantapkan kemajuan mereka. Teknologi perkapalan dan militer berkembang dengan pesat. Dengan demikian, sebagai yang telah dikemukakan di atas, Eropa menjadi penguasa lautan dan bebas melakukan kegiatan ekonomi dan perdagangan dari dan ke seluruh dunia, tanpa mendapat hambatan berarti dari lawan-lawan mereka. Bahkan, satu demi satu negeri-negeri Islam jatuh ke bawah kekuasaannya sebagai negeri jajahan. Mereka mengeksploitasi seluruh potensi dan sumber alam yang ada di negeri-negeri Islam itu, sehingga negeri-negeri itu bukan saja miskin, juga masyarakatnya dilanda oleh krisis ideologi dan ketauhidan.Hilangnya rasa percaya diri ini menyebabkan mereka semikin jatuh ke dasar.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Faktor utama yang menarik kehadiran kekuatan-kekuatan Eropa ke negeri-negeri muslim adalah ekonomi dan politik. Kemajuan Eropa dalam bidang industri menyebabkanya membutuhkan bahan-bahan baku, di samping rempah-rempah. Mereka juga membutuhkan negeri-negeri tempat mereka dapat memasarkan hasil industri mereka itu. Untuk menunjang perekonomian tersebut, kekuatan politik diperlukan sekali. Akan tetapi, persoalan agama seringkali terlibat dalam proses politik penjajahan Barat atas negeri-negeri Islam ini. Terutama perang salib agaknya masih membekas pada sebagian orang Barat, terutama Portugis dan Spanyol karena kedua negara ini untuk jangka waktu berabad-abad berada di bawah kekuasaan Islam.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dengan organisasi dan persenjataan modern pasukan perang Eropa mampu melancarkan pukulan telak terhadap daerah-daerah kekuasaan Islam, seperti Kerajaan Turki Utsmani ketika berhadapan dengan kekuatan-kekuatan Eropa dan kerajaan Mughal ketika berhadapan dengan lnggris di India. Daerah-daerah kekuasaan Islam lainnya juga berjatuhan ke tangan Eropa, seperti Asia Tengara; bahkan Mesir, salah satu pusat peradaban Islam yang terpenting diduduki Napoleon Bonaparte dari Prancis pada tahun 1798 M (Harun Nasution, 1982 :28-29).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Benturan-benturan antara kerajaan Islam dengan kekuatan Eropa itu menyadarkan ummat Islam bahwa mereka memang sudah jauh tertinggal dari Eropa. Kesadaran itulah yang menyebabkan ummat Islam di masa modern terpaksa harus banyak belajar dari Eropa. Perimbangan kekuatan antara ummat Islam dengan Eropa berubah denqan cepat. Di antara kemajuan Eropa dengan kemunduran Islam terbentang jurang yang sangat lebar dan dalam.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada abad XX ini negara-negara Islam mulai memerdekakan diri dari penjajahan barat, setelah sebelumnya berjuang dengan gigih daan banyak memakan korban. Tetapi tampilnya mereka itu kini dengan menggunakan baju baru yaitu baju nasionalisme, suatu ideologi yang mulai berkembang pada paruh terakhir abad kedelapan. Baju &#8220;ummat&#8221; yang pernah membawa kemajuan dan berjasa terhadap Dunia Islam, kini mereka tinggalkan karena baju itu bukan saja ketinggalan tapi juga dianggap sebagai salah satu penyebab kemunduran mereka selama ini. Sebagai akibatnya, ummat Islam kini terkotak-kotak dalam beberapa negara kecil. Akan mampukah mereka ber-kompetisi dengan Barat yang dulu pernah menjadi muridnya itu? Kita tunggu saja perkembangannya nanti. Wassalam.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">DAFTAR KEIUSTAKAAN</span></p>
<p align="JUSTIFY">Syalabi, Ahmad, Ptof., Dr., <em>Sejarah dan Kebudayaan Islam Imperium Turki Usmani</em>, Kalam Mulia, Jakarta, 1988.</p>
<p align="JUSTIFY">Hasan, Ibrahim, Hasan, <em>Sejarah dan Kebudayaan Islam</em>, Yogyakarta, Kota Kembang, 1989.</p>
<p align="JUSTIFY">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;, <em>Tarikh al-Islam,</em> Jilid IV, Kairo:Maktabah al- Nahdhah al-Misriyah, 1967</p>
<p align="JUSTIFY">Yatim, Badri, <em>Sejarah Peradaban Islam</em>, Grafindo Persada, Jakarta, 1994</p>
<p align="JUSTIFY">Tajudin, Abd al-Rahman, <em>Dirasat fi al-Tarikh al-Islam,</em> Kairo: Maktabah al-Sunnaah al-Muhamadiyah, 1953</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=599&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/konflik-konflik-antara-barat-dan-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/palestina.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">palestina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KELUARGA, WANITA DAN KEHIDUPAN SEKSUAL: Dua Pilihan Model</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/keluarga-wanita-dan-kehidupan-seksual-dua-pilihan-model/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/keluarga-wanita-dan-kehidupan-seksual-dua-pilihan-model/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 09:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[KEHIDUPAN SEKSUAL]]></category>
		<category><![CDATA[KELUARGA]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[PROF. DR. MUHAMMAD AL-MUBARAK Dua Sistem Sosial Umat manusia telah lama mengenal dua sistem sosial yang berkaitan dengan keluarga, wanita dan kehidupan seksual. Satu sistem memandang perlu membatasi gratifikasi (kepuasan) seksual di dalam ikatan perkawinan dan keluarga. Dari premis dasar ini lahir semua adat istiadat dan kebiasaan, hubungan pribadi dan sosial, termasuk hubungan pria-wanita. Maka <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=596&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong> <span style="color:#111111;"><strong><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/keluarga-sakinah.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-597" title="keluarga sakinah" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/keluarga-sakinah.jpeg?w=510" alt=""   /></a>PROF. DR. MUHAMMAD AL-MUBARAK</strong></span></strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong> Dua Sistem Sosial</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Umat manusia telah lama mengenal dua sistem sosial yang berkaitan dengan keluarga, wanita dan kehidupan seksual. Satu sistem memandang perlu membatasi gratifikasi (kepuasan) seksual di dalam ikatan perkawinan dan keluarga. Dari premis dasar ini lahir semua adat istiadat dan kebiasaan, hubungan pribadi dan sosial, termasuk hubungan pria-wanita. Maka dari itu pembangkitan nafsu yang memalukan tidak diperbolehkan dilakukan di jalan-jalan umum, pasar-pasar atau perkumpulan-perkumpulan komunal; tidak pula dengan cara penyingkapan yang tak pantas, pameran kemegahan dan berlebih-lebihan di luar rumah. Berkumpul bersama-sama dan pertemuan-pertemuan pria-wanita yang intim dibatasi. Larangan-larangan ini selanjutnya diperkuat dengan perilaku, adat istiadat, tradisi, moral dan undang-undang serta peraturan-peraturan legislatif.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sistem yang lain juga merupakan sistem peninggalan zaman dahulu, karena tidak ada yang diperbuat oleh umur ataupun status perkawinan atas persoalan hubungan pria-wanita. Sistem kedua ini ditandai dengan pendekatan yang &#8216;assuasive&#8217; atau &#8216;permissive&#8217; (keserba-bolehan) terhadap hubungan pria-wanita. Perbedaan kehidupan seksual di dalam ikatan perkawinan atau di luar ikatan perkawinan cenderung menjadi kabur. Keinginan terhadap gratifikasi jenitif acapkali mengancam dan kadang-kadang mengganggu kesucian ikatan perkawinan dan keluarga. Dalam beberapa contoh hal ini berakhirmenjadi suatu issue sosial yang signifikan atau suatu kepedulian mendesak bagi para individu.<span id="more-596"></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Seperti pada kasus pertama, pendekatan sistem kedua ini juga membentuk kebiasaan sosial agar konsisten dengannya. Kaum wanita, misalnya, tidak perlu repot-repot mengenai bagaimana mereka harus tampil di depan publik, tapi sesungguhnya ada probasi (sistem hukum bersyarat) sosial yang melekat pada barang perhiasan dan pameran kewanitaan yang eksplisit.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Konsep kesopanan bagi kaum pria dan wanita menjadi begitu kabur sehingga konsep tersebut dipandang lebih dalam pelanggaran ketimbang dalam pelaksanaan. Tidak ada penghalang atau pemisah dalam perkumpulan campuran pria-wanita ataupun dalam pertemuan-pertemuan pria- wanita yang intim. Pengaruh dari pendekatan seperti ini secara khusus terlihat pada perilaku generasi yang lebih muda. Pengaruh pendekatan ini membentuk diri mereka suatu sikap sembrono bahkan kurang ajar terhadap hubungan antar jenis kelamin serta hubungan seksual. Dengan adanya rentangan syarat perkawinan yang diperlebar, dalam banyak kasus kinilebih dari sepuluh tahun kekosongan atau jarak pubertas dan perkawinan, dan maka dari itu gratifikasi seksual bagi yang tidak menikah acapkali dipandang benar adanya. Semuanya ini merupakan perilaku dan moral yang berasal dan ditumbuhkan dari pendekatan yang &#8216;assuasive&#8217;.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kedua sistem ini, kompasiv dan permisiv, sangat berbeda dan eksklusif: mereka tidak bisa digabung atau dicampur bersama-sama. Masyarakat harus membuat pilihan atau salah satu dari dua sistem tersebut. Ada hal-hal tertentu yang tak terelakkan berkenaan dengan konsekuensi-konsekuensi yang mengalir dari masing-masing sistem. Nampak kekanak-kanakan untuk mempertimbangkan mosi bahwa prilaku sosial yang bertanggung jawab dalam pengertian jenis kelamin akan dihasilkan dari pendekatan permisiv yang membolehkan para wanita dilihat sebagai obyek seks belaka, atau bahwa penghormatan yang benar bagi pribadi wanita akan dibentuk apabila di rumah, di tempat kerja dan di perkumpulan sosial kaum wanita didorong untuk menganbil sikap kompetitif </span><span style="color:#111111;"><em>vis a vis</em></span><span style="color:#111111;"> kaum pria serta melakukan perjuanga untuk bereksistensi bukannya sebagai partner pendukung melainkan sebagai lawan. Mereka yang percaya bahwa kehidupan keluarga yang utuh dan harmonis serta rasa hormat terhadap kesucian perkawinan masih dapat dipertahankan di bawah sistem seperti itu, cenderung ke arah kenaifan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Memang benar juga bahwa para protogonis dari masing-masing sistem kadangkala tidak melihat persoalan-persoalan besar yang terlibat. Mereka terperangkap/ mogok dalam perincian-perincian yang tidak penting. Misalnya, menutupi atau tidak menutupi wajah dengan cadar bukanlah merupakan garis pemisah antara kedua sistem tersebut. Adalah totalitas kebiasaan, moral, prilaku dan pengaturan- pengaturan institusionallah yang mencapai tujuan akhir dari sistem tersebut. Adalah juga tidak berarti bahwa apa yang tersirat di sini merupakan tendensi yang lebih besar dan merupakan kecenderungan umum yang tidak perlu berlaku bagi masing-masing dan setiap individu di dalam sistem. Dengan demikian sangat mungkin untuk mendapatkan di dalam sistem </span><span style="color:#111111;"><em>permissive</em></span><span style="color:#111111;"> individu-individu yang suci dan di dalam sistem </span><span style="color:#111111;"><em>compassive</em></span><span style="color:#111111;"> yang murni individu-individu yang tak bermoral.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>Diferensiasi: Sebuah Trend Peradaban</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Perkembangan peradaban bergerak dalam hal tertentu terhadap meningkatnya diferensiasi dan spesialisasi para individu. Lebih maju suatu masyarakat maka semakin sedikit tingkat persamaannya dan para individu pun semakin berbeda kepribadian serta spesialisasinya. Daya lekat dan saling melengkapi dalam masyarakat muncul dari perbedaan dalam kecakapan atau kemampuan dan karakteristik semacam itu. Masing-masing individu adalah unik dan memiliki kelebihan yang tidak dipunyai/terdapat pada individu lain. Dengan demikian ia melengkapi dan menyempurnakan individu lain. Apabila semua orang sama persis alias identik maka masing- masing hanyalah merupakan tiruan atau duplikat dari yang lain dan kalau begitu tidak ada orang yang membutuhkan orang lain.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Di atas landasan umum inilah kerja sama antara pria dan wanita di dalam masyarakat didirikan. Sesung- guhnya disinilah prinsip komplimentaritas yang dibentuk oleh diferensiasi dan spesialisasi lebih dipertegas ketimbang dalam bidang yang lain. Ummat manusia terdiri dari pasangan-pasangan (pria-wanita) bukannya individu- individu.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengulas dan meresensi beberapa literatur dalam masalah ini. Dan saya teristimewa tertarik dengan apa yang dikatakan olehseorang doktor medis berkebangsaan Prancis berkenaan dengan masalah pria-wanita. Ia mengatakan:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Perbedaan antara pria dan wanita tidaklah dikarenakan oleh perbedaan dalam organ-organ kelamin serta adanya rahim serta kemampuan melahirkan anak pada wanita, atau perbedaan dalam cara (anak laki-laki dan perempuan) dibesarkan. Perbedaan itu muncul dari penyebab yang jauh lebih dalam bahwa keseluruhan susunan biologis individu dipengaruhi oleh substansi kimiawi yang dikeluarkan oleh kelenjar seks. Para pelopor pergerakan- pergerakan kaum wanita, dengan tanpa menghargai kenyataan ini, mendukung-anjurkan bahwa para pria dan wanita harus mendapatkan pendidikan yang sama persis serta melakukan pekerjaan yang sama persis pula. Kenyataan yang sesungguhnya bahwa kaum wanita yang secara mendasar adalah berbeda dari kaum pria. Masing-masing sel dalam tubuh seorang wanita membawa identitas kewanitaan, dan hal yang sama dapat dikatakan bagi masing-masing dan tiap-tiap organ dan sistem di dalam tubuhnya, khususnya sistem syaraf. Hukum biologis, dan psikologis, seperti halnya hukum astronomi, tidak dapat diatur dan dikendalikan oleh keinginan-keinginan manusia.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kaum wanita harus berkembang sesuai dengan arah watak atau sifat mereka sendiri dan tidak mencoba meniru-niru kaum pria. Peran wanita dalam peradaban yang maju adalah lebih unggul dari pada pria dan tidak harus ditinggalkan. (Alexis Carel: Men the Unknown).</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>Perbedaan Jenis Kelamin dan Fungsinya</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Di dalam keluarga adalah sang isteri yang memberikan stabilitas yang kokoh. Ia adalah mata air, rasa cinta, iba, keharuan dan kepedulian yang alami. Sedangkan sang suami adalah penghubung antara keluarga dan masyarakat. Ia bertanggung jawab untuk menangani dan mengatasi kesulitan-kesulitan serta bahaya-bahaya yang merupakan perjuangan untuk bereksistensi, baik secara material maupun spiritual. Secara material dalam pengertian mencari penghidupan serta penyediakan pangan bagi keluarga, dan secara spiritual dalam pengertian berkomitmen atas ideal-ideal dan usaha-usaha keras berkenaan dengan kualitas dan arah kehidupan, sistem dan ideologis. Sifat pria oleh karenanya biasanya kasar dan keras, sementara sifat wanita itu ramah dan lemah lembut. Maka dari itu al-Qur&#8217;an menyatakan:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (al- Qur&#8217;an 30: 21). </em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dan Sabda Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim mempertegas:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>Yang terbaik diantara para wanita yang mengendarai unta adalah wanita-wanita yang baik dari suku Quraisy, yang amat sayang terhadap anaknya pada masa balita, serta amat menjaga para suami dan semua harta milik mereka.</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dengan demikian, kedamaian dan ketenangan, kasih sayang dan kemurahan hati timbal-balik antara pasangan tersebut, kasih sayang ibu terhadap anak dan kepedulian serta perawatan atas kesejahteraan suaminya, merupakan kondisi tempat bersemayamnya hubungan timbal balik antara pria dan wanita dalam perkawinan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Keluarga merupakan ekspresi kerjasama antara kedua jenis kelamin tersebut. Kerjasama ini amat diperlukan demi kontinuitas/kesinambungan ras spesies manusia. Anak manusia dilahirkan tanpa daya dan bergantung. Keadaan ini, tidak seperti yang terjadi dalam dunia binatang, berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Adalah cinta kasih dan perhatian ibu, komitmen ayah terhadap ibu dan anak, serta rasa kasih sayang dan saling percaya di antara merekalah yang melengkapi sebuah lingkungan demi pertumbuhan kehidupan yang sehat dan baik. Merupakan suatu anugrah bahwa kedua peran ini hadir secara alamiah ke dalam diri anggota dari masing-masing unit keluarga. Kaum wanita secara alami dianugerahi dengan kualitas-kualitas rasa iba, cinta kasih dan kepedulian. Sementara kaum pria secara terpaksa mencari kedamaian, ketenangan dan rasa saling kasih menyayangi yang tidak bisa mereka peroleh di luar rumah.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>Konsekuensi Fungsi Persamaan Jenis Kelamin</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Karena keluarga merupakan unit dasar masyarakat manusia maka jika hubungan yang alami dan sehat yang dijelaskan di atas dengan satu atau lain cara tercemari atau dengan sengaja diabaikan oleh salah satu anggota unit tersebut, sang suami atau sang istri, maka hal ini akan mengarah kepada kekacauan, tidak saja di dalam satu unit keluarga tetapi akibat-akibat yang merugikanpun berkemungkinan besar akan merambah kepada masyarakat yang merupakan satu totalitas dari unit-unit keluarga yang padu.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dimasa lalu telah pernah ada kejadian-kejadian tertentu yang menyatakan bahwa ada satu hubungan yang sebaliknya antara aktifitas-kreatif (artistik dan intelektual) dan liberalisme seksual. Mereka bisa berdiri seiring berdampingan dalam masyarakat, namun hanya berlangsung selama satu generasi saja. Di lain fihak, perilaku yang dapat mengendalikan hawa nafsu adalah satu-satunya landasan yang kokoh bagi bentuk kehidupan moral apapun di dalam masyarakat.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Keinginan untuk membangun suatu masyarakat atas dasar pengendalian hawa nafsu dan integritas kehidupan keluarga memerlukan sistem pendidikan moral dan seperangkat penanganan- penanganan praktis. Keduanya harus berjalan seiring. Merancang seperangkat penanganan praktis akan memerlukan pula, terutama sekali, batasan-batasan mengenai gratifikasi jenitif dan pemusatannya di dalam batasan-batasan yang diizinkan dari ikatan perkawinan yang bertanggung jawab. Tujuan seperti itu secara logika akan memerlukan larangan (proscription) terhadap tingkah laku, cara, adat istiadat, kebiasaan serta sikap-sikap yang membahayakan (seperti pameran keangkuhan, kebiasaan berpakaian mewah, pertemuan-pertemuan tidak resmi, akses yang mudah dan tidak terkontrol untuk mengintimkan antar para petualang seksual) yang berkemungkinan besar akan menimbulkan aspek-aspek seksual watak manusia.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>Fungsi Perbedaan dan Persamaan Manusia</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Tentunya cukup jelas dari penjelasan terdahulu bahwa isu yang &#8216;crucial&#8217; dalam hubungan antara pria wanita bukanlah persoalan pilihan ataupun preferensi dari satu jenis kelamin atas jenis yang lainnya, atau ketidaksamaan versus persamaan absolut, melainkan perbedaan dalam bidang-bidang spealisasi berdasarkan ciri-ciri khas struktur yang berbeda.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dalam Islam ada persamaan derajat yang lengkap antara pria dan wanita dalam martabat, nilai moral dan tanggungjawab sebagai manusia. Sebagaimana dijelaskan dalam kutipan ayat al-Qur&#8217;an di atas bahwa pria dan wanita diciptakan dari unsur yang sama. Demikian pula, Nabi Muhammad saw. diriwayatkan pernah bersabda: &#8220;Kaum wanita adalah parner kaum pria&#8221;.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Tetapi pada saat yang sama Islam juga mengakui bahwa pria dan wanita sangat jelas berbeda. Perbedaan-perbedaan ini memerlukan psikologi dan fisiologi yang berbeda pula. Maka dari itu keduanya tidak bisa diserahi tugas-tugas yang sama sekali persis. Dalam terma yuridis, akan diperhatikan bahwa suatu hak, hak apa saja, memerlukan pelaksananaan fungsi sosial dan muncul dikarenakan fungsi seperti itu. Sekarang, hak-hak yang dibawa sejak lahir dalam status manusia, sebagaimana ditunjukkan di atas, adalah umum bagi pria dan wanita dalam Islam. Akan tetapi, hak-hak yang berkaitan dengan fungsi adalah beragam antara keduanya, variasinya sesuai dengan fungsi-fungsi yang beragam pula.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Prinsip ini diakui dalam masyarakat modern pada setiap tahap mesin sosial. Hak-hak azasi manusia adalah umum bagi semua kelas, kategori, sektor serta bagian dalam masyarakat, akan tetapi hak-hak pekerjaan atau jabatan berbeda-beda sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan yang berbeda pula. Seorang ekskutif kepala di sebuah kantor, misalnya, mempunyai lebih banyak hak-hak pekerjaan ketimbang seorang juru tulis &#8212; kualifikasi, pengalaman, lamanya pengabdian, sifat kepakaran semuanya ini memegang peranan. Selain konsiderasi-konsiderasi ini, kecakapan bawaan tidaklah sama di dalam diri masing-masing anggota suatu kelompok masyarakat manusia. Seorang dokter yang baik barangkali tidak akan berhasrat untuk menjadi seorang pengacara yang baik, dan sebaliknya seorang pengacara yang baik mungkin tidak akan mengadakan praktek dokter.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Umat manusia terdiri dari dua jenis kelamin: pria dan wanita. Masing-masing merupakan pelengkap bagi yang lain. Yang satu tidak bisa terbentuk tanpa adanya yang lain. Masing-masing dianugerahi dengan kemampuan-kemampuan yang unik, dan oleh sebab itu dapat melaksanakan fungsi yang unik. Pertumbuhan dan perkembangan umat manusia yang harmonis secara realistik bisa dipostulasikan hanya apabila kedua jenis kelamin bertindak dengan cara yang harmonis dan saling melengkapi, masing-masing mengisi potensialitas bawaannya serta menjalankan fungsinya yang unik demi untuk kebaikan semua.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/596/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=596&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/keluarga-wanita-dan-kehidupan-seksual-dua-pilihan-model/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/keluarga-sakinah.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">keluarga sakinah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Busana Wanita Muslimah</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/etika-busana-wanita-muslimah/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/etika-busana-wanita-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 09:13:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[busana muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[etika berbusana]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Prof. Dr. JAMAL A. BADAWI Bagi sebagian orang, menulis wacana berkenaan dengan busana wanita Muslimah dipandang sebagai bahasan yang &#8216;enteng&#8217;. Akan tetapi, sesungguhnya syari&#8217;ah Islam telah menentukan baginya dimensi sosial, moral dan legal yang solid. Satu persyaratan mendasar untuk menjadi seorang mukmin sejati menurut al-Qur&#8217;an al-Karim adalah dengan cara menjadikan opini, perasaan dan kecenderungan seseorang <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=593&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="LEFT"><span style="color:#111111;"><strong><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/busana-muslimah.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-594" title="busana muslimah" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/busana-muslimah.jpeg?w=510" alt=""   /></a>Prof. Dr. JAMAL A. BADAWI</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Bagi sebagian orang, menulis wacana berkenaan dengan busana wanita Muslimah dipandang sebagai bahasan yang &#8216;enteng&#8217;. Akan tetapi, sesungguhnya syari&#8217;ah Islam telah menentukan baginya dimensi sosial, moral dan legal yang solid.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Satu persyaratan mendasar untuk menjadi seorang mukmin sejati menurut al-Qur&#8217;an al-Karim adalah dengan cara menjadikan opini, perasaan dan kecenderungan seseorang tunduk kepada apasaja yang Allah dan Rasul-Nya putuskan dan tetapkan:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>&#8220;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata&#8221; (Al-Ahzab: 36).</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Oleh sebab itu, menempatkan opini pribadi, perasaan atau kecenderungan seseorang di atas atau pada tingkat yang sama dengan perintah-perintah Allah swt. merupakan papan kesombongan atau kepongahan teratas umat manusia yang tidak bisa ditolerir. Ini berarti &#8212; sebagai efeknya &#8212; bahwa seorang mahluk fana meresponi petunjuk Allah dengan kira-kira me-ngatakan: &#8220;Wahai Sang Pencipta diriku! Hukum-Mu adalah opini-Mu pribadi; aku mempunyai opiniku sendiri, selain itu akupun amat mengetahui apa yang terbaik bagi diriku.&#8221; Sikap seperti ini hanya cocok bagi orang-orang kafir dan orang-orang munafik, tetapi tidak bagi orang-orang yang beriman, tidak jadi soal betapa belum sempurnanya orang tersebut dalam mengimplementasikan Islam dalam kehidupannya.<span id="more-593"></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pemaparan kebenaran dengan cara yang paling jujur dan langsung mungkin bisa menimbulkan &#8216;ketidak-nyamanan&#8217; bahkan kendati bagi para Muslim yang baik dan tulus sekalipun. Nampaknya, barangkali terasa lebih aman dan diplomatis dengan menghindari persoalan tersebut sama sekali, atau menyajikannya tetapi dengan cara yang ngambang dan samar-samar. Malahan terasa lebih &#8216;diplomatis&#8217; lagi dengan memaafkan pelanggaran-pelanggaran secara eksplisit ataupun implisit guna membantu satu sama lain mendapatkan dalih serta merasionalisasikan ketidak-patuhan kita kepada Allah swt. Sikap semacam ini bukanlah hal yang baru dan tidak pula tanpa konsekuensi, sebagaimana disajikan dalam Al-Qur&#8217;an:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>&#8220;Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampai batas&#8221;.</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>&#8220;Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu&#8221; (al-Maidah: 78-79).</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Berikut ini dipaparkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi bagi semua model busana Muslimah. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em><strong>Persyaratan Pertama</strong></em></span><span style="color:#111111;"><em> : Batas Penutupan</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Busana wanita Muslimah harus menutupi seluruh badan kecuali bagi bagian yang secara khusus dibebaskan. Al-Qur&#8217;an menyatakan:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>&#8220;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pendengarannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat&#8221;.</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>&#8220;Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pendengarannya, dan memelihara kemalauannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami-suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra- putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita- wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan- pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan ja-nganlah memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung&#8221; (an-Nur: 30-31).</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kedua ayat ini berisikan, di antara hal-hal lainnya, dua ajaran utama:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">1. Seorang wanita Muslimah seharusnya tidak mempertontonkan atau memamerkan kecantikan dan perhiasannya (ziinah) kecuali untuk &#8216;bagian yang musti lazimnya nampak&#8217; (ma dhahara minha), atau bagian yang tampak nyata.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kata </span><span style="color:#111111;"><em>ziinah</em></span><span style="color:#111111;"> bisa mempunyai dua arti yang berkaitan : (a) kecantikan alami atau kemolekan tubuh, dan (b) perhiasan yang bisa diperoleh seperti giwang, kalung dan busana.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Bagian dari ziinah, yang dibebaskan dari ajaran di atas, diinterpretasikan dengan dua cara:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">a. Wajah dan tapak tangan. Ini merupakan interpretasi dari sebagian besar para fuqaha masa lampau dan masa sekarang. Interpretasi ini dipertegas oleh ijma&#8217; bahwa seorang wanita Muslimah diperke-nankan oleh Islam untuk membuka wajah dan tangannya dalam rangkaian ibadah haji dan bahkan dalam shalat, bahkan bagian badan dan selebihnya dari tubuhnya dianggap sebagai &#8216;aurah&#8217; (yang harus ditutupi). Interpretasi ini didasarkan atas cerita Nabi Muhammad saw. khususnbya hadits yang beluai sabdakan:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>&#8220;&#8230; Apabila seorang anak perempuan telah mencapai usia pubertas, tidak ada bagian tubuhnya yang boleh diperlihatkan kecuali ini &#8212; dan beliau menunjuk kepada wajah dan tapak tangan beliau&#8221;.</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">b. Apapun yang nampak dari tubuh wanita dikarenakan faktor-faktor yang tidak bisa di kontrol seperti tiupan angin, atau hal yang berlebihan seperti kalung atau bahkan pakaian luar itu sendiri.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">2. Penutup kepala (khumur) harus ditarik hingga menutupi bagian leher yang terbuka (jayub). Khumur adalah bentuk jamak kata bahasa Arab &#8216;khimar&#8217; yang berarti penutup kepala atau jilbab. Jayub adalah bentuk jamak dari kata bahasa Arab &#8216;jaiyb&#8217; yang mengacu kepada krah baju yang terbuka. Ini berarti bahwa penutup kepala tersebut harus ditarik hingga menutupi tidak saja rambut tetapi juga leher bahkan hingga bagian dada.</span></p>
<p align="JUSTIFY"> <span style="color:#111111;"><em><strong>Persyaratan Kedua:</strong></em></span><span style="color:#111111;"><em> Keluwesan/ Kelonggaran</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Busana wanita Muslimah harus cukup luwes atau longgar sehingga tidak memperlihatkan bentuk dan lekuk-lekuk tubuh wanita. Ini konsisten dengan ayat yang dikutip di atas (an-Nur: 30-31) dan merupakan aspek yang &#8216;crucial&#8217; dalam hal menyembunyikan </span><span style="color:#111111;"><em>ziinah</em></span><span style="color:#111111;">. Bahkan busana yang cukup ketat yang menutupi seluruh tubuh sesungguhnya memperlihatkan bentuk dan lekuk-lekuk bagian tubuh wanita yang sangat menarik, seperti payudara, pinggang, pantat, punggung, dan paha. Apabila semua ini bukan dari bagian dari keindahan alami atau </span><span style="color:#111111;"><em>ziinah</em></span><span style="color:#111111;">, lalu ini semua apa?</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Nabi Muhammad saw. pernah menerima pakaian tebal sebagai hadiah. Tetapi beliau memberikannya kepada Usamah ibn Zaid, yang kemudian memberikannya lagi kepada istrinya. Ketika ditanya oleh Nabi mengapa ia tidak memakainya, lalu Usamah menjelaskan bahwa ia memberikan pakaian tersebut kepada istrinya. Kemudian Nabi bersabda kepada Uzamah: &#8220;Suruh ia memakainya sebagai </span><span style="color:#111111;"><em>gholalah</em></span><span style="color:#111111;"> di bawahnya (pakaian tersebut) karena khawatir bahwa pakaian tersebut mungkin akan memperlihatkan ukuran dan bentuk tubuhnya.&#8221; Kata </span><span style="color:#111111;"><em>gholalah</em></span><span style="color:#111111;"> dalam bahasa Arab artinya pakaian tebal yang dipakai di bawah busana luar untuk mencegah agar tidak memperlihatkan bentuk dan lekuk-lekuk tubuh.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Suatu cara yang amat dianjurkan untuk menutupi bentuk tubuh adalah dengan mengenakan baju luar yang longgar yang menutupi pakaian bagian dalam. Bagaimanapun juga, Nabi Muhammad saw. mengisyaratkan bahwa apabila busana wanita telah memenuhi standar Islam maka itu sudah cukup (tanpa baju luar yang longgar) bahkan bagi keabsahan untuk shalat.</span></p>
<p align="JUSTIFY"> <span style="color:#111111;"><em><strong>Persyaratan Ketiga</strong></em></span><span style="color:#111111;"><em>: Ketebalan</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Busana wanita Muslimah haruslah cukup tebal sehingga tidak memperlihatkan warna kulit yang ditutupinya, atau bentuk tubuh yang seharusnya di-sembunyikan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Tujuan ayat 31 surat an-Nur di atas adalah untuk menyembunyikan tubuh wanita Muslimah kecuali </span><span style="color:#111111;"><em>ma dhahara minha</em></span><span style="color:#111111;">, yakni wajah dan tapak tangan. Maka dari itu jelaslah bahwa tujuan ini tidak dapat tercapai apabila busana tersebut tipis yang dapat me- nyingkapkan warna kulit, bentuk serta keindahan tubuh. Hal ini dengan penuh perasaan dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw. &#8220;Di kalangan generasi mutakhir dari umatku kelak akan ada wanita- wanita yang memakai busana tetapi telanjang. Di atas kepala mereka akan terlihat seperti punuk atau bengkol pada unta. Laknatlah mereka karena mereka sesungguhnya terlaknat.&#8221; Pada versi hadits yang lain beliau menambahkan bahwa &#8220;mereka tidak akan masuk surga atau bahkan memperoleh bau surga sekali pun.&#8221;</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pada suatu kesempatan Asma&#8217;, putri Abu Bakar, mengunjungi saudara perempuannya A&#8217;isyah, isteri Nabi. Ketika Nabi melihat busana Asma&#8217; tidak cukup tebal, beliau pun mema-lingkan mukanya dengan marah dan bersabda: &#8220;Apabila seorang perempuan mencapai usia akil baligh atau pubertas, maka tidak boleh ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini, dan beliau menunjukkan pada wajah dan tapak tangannya.&#8221;</span></p>
<p align="JUSTIFY"> <span style="color:#111111;"><em><strong>Persyaratan Keempat</strong></em></span><span style="color:#111111;"><em>: Penampilan Keseluruhan</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Busana wanita Muslimah harus tidak sedemikian rupa sehingga menarik perhatian para pria kepada kecantikan wanita. Al-Qur&#8217;an secara gamblang menjelaskan peryaratan-persyaratan bagi busana wanita Muslimah dengan tujuan untuk menyembunyikan </span><span style="color:#111111;"><em>ziinah</em></span><span style="color:#111111;">. Bagaimana mungkin </span><span style="color:#111111;"><em>ziinah</em></span><span style="color:#111111;"> seperti itu dapat disembunyikan apabila busana tersebut sengaja didisain dengan cara agar busana tersebut menarik mata para pria kepada &#8216;kewanitaannya&#8217;?</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Inilah sebabnya mengapa al-Qur&#8217;an menganjurkan agar para isteri Nabi dijadikan sebagai tauladan bagi para wanita Muslimah lainnya: &#8220;Jangan hiasi diri kamu sekalian dengan hiasan-hiasan dari zaman Jahiliyah</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em><strong>Persyaratan Terakhir:</strong></em></span><span style="color:#111111;"><em> Persyaratan Tambahan</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sebagai tambahan atas empat persyaratan utama yang dengan jelas dipaparkan di atas, ada beberapa persyaratan lain yang menerangkan khususnya mungkin beragam sesuai dengan waktu dan tempat. Ini meliputi:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">1. Busana wanita Muslimah harus tidak menyerupai apa yang dikenal sebagai kostum pria. Ibn &#8216;Abbas meriwayatkan bahwa &#8220;Nabi saw. mengutuk para pria yang bertindak seperti wanita dan para wanita yang bersikap seperti pria.&#8221;</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">2. Busana wanita Muslimah harus tidak menyerupai apa yang dikenal sebagai kostum orang-orang kafir. Persyaratan ini berasal dari aturan umum Syari&#8217;ah bahwa orang-orang Islam harus mempunyai kepribadian yang berbeda dan harus membedakan praktek-praktek serta penampilan mereka dari orang-orang kafir.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">3. Busana wanita Muslimah haruslah bukan suatu busana yang menyiratkan ketenaran, kesombongan dan kepongahan. Ketenaran seperti itu mungkin dicari dengan mengenakan busana fantasi secara berlebihan sebagai simbol status atau pakaian compang- camping yang berlebihan untuk menarik rasa kekaguman orang lain atas sikap dirinya yang tidak mementing-kan diri sama sekali. Kedua motif ini adalah tidak tepat menurut ukuran Islam. Nabi Muhammad saw. bersabda:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><em>&#8220;Siapa saja yang mengenakan suatu pakaian yang mengindikasikan ketenaran di dunia ini, maka Allah akan memakaikannya dengan pakaian kehinaan pada hari kebangkitan, kemudian membakarnya.&#8221;</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><strong>Persyaratan Bagi Busana Pria Muslim</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Perlu diperhatikan bahwa persya-ratan-persyaratan mendasar bagi busana wanita Muslimah juga berlaku bagi busana pria Muslim dengan perbedaan tertentu dalam tingkatan. Ini dapat dipahami dengan baik dengan cara melihat kepada apa yang Islam definisikan sebagai &#8216;aurah&#8217;. </span><span style="color:#111111;"><em>Aurah</em></span><span style="color:#111111;"> mengacu kepada bagian tubuh yang harus ditutupi di sepanjang waktu kecuali ada perkecualian yang dinyatakan. Menutupi </span><span style="color:#111111;"><em>aurah</em></span><span style="color:#111111;"> juga merupakan prasyarat keabsahan shalat bagi pria dan wanita.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Telah disepakati di kalangan para fuqaha atas dasar al-Qur&#8217;an dan al-Sunnah bahwa aurah bagi wanita ditentukan dengan seluruh tubuh kecuali wajah dan tapak tangan. Sedangkan bagi pria, aurah ditentukan dengan wilayah tubuh antara pusar dan lutut.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dalam definisi </span><span style="color:#111111;"><em>aurah</em></span><span style="color:#111111;"> bagi pria dan wanita, semua persyaratan dasar yang dibahas dalam wacana ini pada dasarnya sama:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">1. Pria Muslim harus menutupi &#8216;aurah sepenuhnya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">2. Busana pria Muslim harus cukup longgar sehingga tidak memperlihatkan bentuk atau apa-apa yang ia tutupi.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">3. Busana mereka harus cukup tebal sehingga tidak menggambarkan warna kulit atau bagian-bagian yang perlu ditutupi.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">4. Busana mereka harus tidak didisain dengan cara agar menarik perhatian. Aturan dasar kesederhanaan, kesopanan dan penghindaran &#8216;pamer-diri&#8217; berlaku bagi semua orang yang beriman, pria dan wanita.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">5. Ketika persyaratan tambahan yang dibahas di bawah kode etik busana wanita Muslimah juga berlaku pada busana pria Muslim.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">1). Busana-busana pria Muslim harus tidak menyerupai apa yang dikenal sebagai busana wanita.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">2). Mereka harus tidak menyerupai apa-apa yang diidentifikasikan sebagai pakaian orang-orang kafir.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">3). Mereka harus bukan pakaian yang dikenakan oleh wanita atau sebagai indikasi kebanggaan dan kesombongan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sebagai tambahan kepada pembatasan-pembatasan atas busana pria Muslim di atas, kaum pria Muslim tidak dibenarkan memakai sutera dan emas. Hal ini tidak berlaku bagi kaum wanita Muslimah.</span></p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><strong>Kesimpulan</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sesungguhnya masih ada banyak issue berkenaan dengan busana wanita Muslimah yang tidak tercakup dalam wacana ini. Fakus utamanya adalah pada ajaran-ajaran Allah swt. sebagaimana yang dinyatakan dalam firman-Nya, al-Qur&#8217;an, dan sebagaimana dijelaskan oleh Rasul terpilih, Muhammad swt. Ajaran-ajaran ini harus diterapkan oleh semua kaum Muslimin dan Muslimat; dan dalam hal pelanggaran, mereka akan dimintai pertanggungja-wabannya di akhirat kelak.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sesungguhnya para suami, ayah, dan ibu benar-benar mempunyai kewajiban untuk saling mengingatkan, menasehati, dan membantu demi untuk memperoleh ridha Allah swt. serta menghindari murka- Nya. Tetapi, dalam analisis terakhir, bukanlah keterpaksaan atau pemaksaan yang berkemungkinan besar menyebabkan terjadinya ketaqwaan terhadap Allah swt. Melainkan kasih Allah dan penerimaan hidayah-Nya sebagai kebenaran tertinggi-lah, bahkan apabila hal tersebut bertentangan dengan pandangan-pandangan pribadi, yang akan menyebabkan terjadinya perubahan tersebut.</span></p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;"><strong>Referensi Utama</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY">Al-Albani, Muhammad N., <em>Hijabul Mar&#8217;at-il-Muslimah fil-Kitab Wassunnah</em>, Cet. Ketiga, Al-Makatub-ul-Islami, Beirut, Libanon, 1389 H.</p>
<p align="JUSTIFY">Al-Qaradawi, Yusuf, <em>Al-Halal Wal-Haram Fil-Islam</em>, Maktabat Wahban, Kairo, 1396 H.</p>
<p align="JUSTIFY">Sabiq, Sayyid, <em>Fiqhus-Sunnah</em>, Darul-Kitab-il-Arabi, Beirut, Libanon, 1973/1392 H.</p>
<p align="LEFT">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/593/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=593&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/etika-busana-wanita-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/busana-muslimah.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">busana muslimah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISLAM DI SPANYOL:  KEMAJUAN ILMU, FILSAFAT, SAINS DAN SENI</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/islam-di-spanyol-kemajuan-ilmu-filsafat-sains-dan-seni/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/islam-di-spanyol-kemajuan-ilmu-filsafat-sains-dan-seni/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 09:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[andalusia]]></category>
		<category><![CDATA[islam di spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Drs. FAUZUL IMAN, M.A. I. PENDAHULUAN Ekpansi Bani Umayyah/Islam ke wilayah Sepanyol pada tahun 92 H/711 M di zaman Khalifah Al-Walid Abdul Malik 705-715 M. &#8212; sebagaimana dilakukan oleh Tariq Ibn Ziad &#8212; membawa applikasi yang sangat besar bagi perkembangan dan pembangunan wilayah tersebut. Sebagai diketahui, sebelum datangnya Islam, Sepanyol berturut-turut telah berada di bawah <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=588&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="LEFT"><span style="color:#111111;"><strong><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/andalusia-3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-589" title="andalusia-3" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/andalusia-3.jpg?w=510" alt=""   /></a>Drs. FAUZUL IMAN, M.A.</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>I. PENDAHULUAN</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ekpansi Bani Umayyah/Islam ke wilayah Sepanyol pada tahun 92 H/711 M di zaman Khalifah Al-Walid Abdul Malik 705-715 M. &#8212; sebagaimana dilakukan oleh Tariq Ibn Ziad &#8212; membawa applikasi yang sangat besar bagi perkembangan dan pembangunan wilayah tersebut. Sebagai diketahui, sebelum datangnya Islam, Sepanyol berturut-turut telah berada di bawah kekuasaan Romawi, Jerman dan penguasa Got. Ketika Sepanyol di bawah kekuasan Got masyarakatnya menduga bahwa negerinya akan terbebas dari ancaman, tetapi dugaan itu tidak dapat dibuktikannya karena penguasa Got tampil lebih menyeramkan lagi, ia bertindak paling kejam kepada orang-orang Yahudi dan melindungi orang-orang yang beragama Keristen.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Tindakan penguasa Got yang berat sebelah ini, membawa negeri Sepanyol terpuruk dalam jurang perbedaan sosial (social gap) yang tajam antara bangsa yang beragama Keristen dan bangsa yang beragama Yahudi sehingga boleh dikatakan dalam negeri ini sistim sosial kehidupaa terbelah ke dalam dua golongan; golongan bangsawan atau pemerintah terdiri dari pemeluk Keristen dan golongan rakyat biasa terdiri dari pemeluk agama Yahudi.<span id="more-588"></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Di bidang kehidupan ekonomi, masyarakat di Sepanyol dapat dikelompokkan menjadi dua golongan; yaitu golongan kaya yang terdiri atas penguasa dan golongan miskin yang terdiri dari rakyat biasa. Kedua golongan ini terdapat perbedaan yang menyolok, karena hanya si kayalah yang bertindak sebagai tuan tanah yang selalu melakukan penindasan terhadap si miskin yang mencari makanan dan mengerjakan sawah milik tuan tanah.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Dalam kehidupan politik, masyarakat Sepanyol berada dalam kekacauan karena adanya pertikaian Yulian dan Ridrick. Di dalam sejarah digambarkan bahwa Redrick menodai anak Yulian yang cantik dan manis. Yulian merasa sakit hati atas ulah dan kekejian Redrick sehingga ia ingin membalas dendam kepadanya. Untuk memperkuat perlawanannya itu, Redrick meminta bantuan kepada umat Islam.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kehadiran Islam dalam situasi masyarakat Sepanyol yang demikian menyedihkan, bukan sekedar diterima oleh Yulian &#8212; sebagai yang meminta dukungan &#8212; melainkan melalui ajaran-ajarannya yang menekankan hidup saling menghormati antara sesama dan golongan, ia mampu mengembalikan citra kehidupan masyarakat Sepanyol ke dalam tatanan sosial yang baru; dari situasi kehidupan yang renggang <em>(skretarianis)</em> ke dalam kebersamaan yang kental <em>(egaliter)</em>. Perubahan ini membawa implikasi baru/besar bagi upaya Islam kemudian dalam membangun masyarakat Sepanyol di bidang peradaban; agama, filsafat, sain dan seni. Makalah ini akan mencoba menelusuri dan mengungkapkan kemajuan Sepanyol di bidang peradaban tersebut.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>II. KEMAJUAN ILMU AGAMA</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kemajuan Ilmu agama di Sepanyol ditandai oleh munculnya ulama- ulama kenamaan yang masing-masing membidangi disiplin ilmu agama. Di antara mereka tercatat ahli Hadis, ahli fiqh, ahli ilmu kalam dan ahli ilmu tasauf. Beberapa ulama Sapanyol yang terkenal di bidang Hadis ialah Ibn Hazm, Syekh Abdullah ibn Yasin, Muhammad Ibn Tumrat, Ya&#8217;qub al-Mansur, Abu &#8216;Amr Yusuf ibn Abd al-Barr, Abu al-Walid al-Baji, Abu Al-Walid ibn Rusyd, Ibn Ashim, dan Abu &#8216;Ali al-Husain ibn Ahmad al-Ghassani.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ilmu fiqh berkembang di negeri ini, &#8212; apa lagi &#8212; setelah ulama Al-Awzai terkenal namanya di propinsi-propinsi Andalus (Sepanyol) di zaman Abdurrahman I. Kemudian disusul oleh munculnya murid-murid Imam Malik yang mengembangkan fiqih gurunya. Di antara murid Imam Malik yang terkenal ialah Abdul Malik Al-Sullami, Yahya ibn Yahya al-Laitsi, dan Isa ibn Dirar. Di zaman Hisyam (788-796 M) fiqh karangan Imam Malik &#8212; Al-Muatta &#8212; disalin dan disebarkan ke seluruh imperium.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Salah seorang murid Imam Malik yang dalam dan luas ilmunya, berwibawa dan disegani &#8212; sebagai sudahtersebut di atas &#8212; ialah Yahya ibn Yahya al-Laitsi. la dikenal sebagai ulama fiqh yang menjabat <em>qadli al-qudlah</em>. Yahya juga dikenal dengan fatwanya bahwa seseorang yang melakukan hubungan antara suami isteri di bulan Ramadhan, kafaratnya adalah puasa dua bulan berturut-turut. Fatwa ini ditujukan kepada Abdurrahman al-Nashir yang melakukan hal tersebut. Yahya tidak memfatwakan pendapat Imam Malik yang membolehkan memilih antara memerdekakan hamba sahaya dan puasa dua bulan berturut-turut. Yahya hanya melepaskan pendapat Imam Malik karena, menurutnya, bila ini yang difatwakan maka Amir tiap hari akan melakukan hubungan suami isteri di siang hari Ramadhan, sementara membebaskau hamba sahaya bagi Amir bukanlah beban hukuman yang dianggap memberatkan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Isa ibnu Dinar juga dikenal sebagai faqih yang luas pandangannya dan banyak menghasilkan karangan buku di bidangnya. Diantara buku yang pernah ditulisnya ialah <em>Al-Hidayah</em>. Buku ini dinilai oleh lbn Hazm sebagai fiqh madzhab Maliki yang terbaik, sedangkan penduduk Sepanyol memandang karya fiqh Ibn Dinar sebagai yang terluas dan dalam isinya dari pada fiqh Yahya al- Laitsi. Adapun ulama fiqh yang sangat terkenal di negeri ini ialah Ibn Rusyd dengan karya monumentalnya <em>Bidayah al- Mujtahid</em>.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Di bidang ilmu kalam terkenal namanya Ibn Hazm, ia banyak me-ngoreksi dan menyanggah pendapat-pendapat Islam dan ilmu kalam Mu&#8217;tazilah, Asy&#8217;ariah, Khawarij, Murjia&#8217;h, Syiah dan ilmu kalam lainnya. Ibn Hazm terkenal sebagai ulama yang besar andilnya dalam memurnikan aqidah sehingga gebrakan pemurniannya tidak hanya tertuju kepada aliran-aliran Islam &#8212; sebagai disebut di muka &#8212; serangan yang paling keras diarahkan kepada faham Yahudi dan Nasrani. Philip K. Hitti menyebutnya sebagai ulama besar di Sepanyol yang berfikir paling orisinil.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ilmu agama lain yang turut mewarnai di negeri ini (Sepanyol) ialah tasawuf. Di antara tokohnya ialah Ibn Masarrah (296 M), seorang keturunan Qordova yang berfaham mu&#8217;tazilah. Ia tidak meyebarkan faham mu&#8217;tazilah ini ke masyarakatnya karena faham ini masih asing di hati mereka. Ibn Masarrah telah mewariskan ilmunya ke murid-muridnya ialah Al-Hasyimi, Abu Bakr Muhammad dan Muhyidin ibn Arabi. Nama yang terakhir ini sufi besar dengan konsep tasawufnya <em>wahdah al-wujud.</em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>III. KEMAJUAN ILMU BAHASA</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kemajuan di bidang ilmu bahasa yang meliputi <em>philology</em>(ilmu bahasa), gramer dan <em>lexicograhy</em>, menurut Philip K. Hitti, tidak selengkap sebagaimana yang pernah berkembang di Irak.Namun upaya pembukuan yang mencatat tokoh-tokoh kenamaan di bidang ilmu bahasa telah dilakukan oleh Ibn Hasan al-Zubaydi, murid al-Qalli, berketurunan Him dan dilahirkan di Seville. Upaya pembukuan itu dilanjutkan secara <em>ektensive</em> (lengkap) oleh Sayuthi dalam kitabnya <em>Muzhir</em>.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Perkembangan llmu bahasa di Sepanyol memang tidak selengkap di Irak, akan tetapi, di negeri ini masih dapat disebutkan adanya beberapa ahli ilmu bahasa yang terkenal ialah Abu Ali al-Qali, Abdurrahman al-Mashir, al-Hakam al-Mustansir dengan kar-yanya <em>Al- Kamil Fi il-Lughhah</em> dan <em>Al-Amali</em>, dan Yahya ibn Daud (Judah ben-David), seorang ahli tata bahasa yang beragama Yahudi.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>IV. KEMAJUAN BIDANG SAINS DAN FILSAFAT</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sain dan filsafat merupakan dua bidang peradaban yang sama-sama berkembang dengan pesat di negeri Sepanyol. Perkembangan dua bidang; sains dan filsafat ini tidak hanya kegiatan keilmuan saja tetapi juga sangat erat dengan kebutuhan kehidupan manusia pada waktu itu. Oleh karena itu, munculnya ahli astronomi, ahli tumbuh-tumbuhan, ahli kedokteran dan ahli filsafat &#8211;seperti halnya sekarang &#8212; kehadirannya sangat berguna tidak saja alat untuk mengetahui tetapi juga dapat menjaga eksistensi dan martabat kehidupan manusia.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sebagai contoh bergunanya sains bagi pengetahuan manusia di zaman Islam Sepanyol, seperti diungkapkan oleh Philip K. Hitti bahwa para ahli astronomi Sepanyol meyakini adanya penga-ruh bintang (astral) bagi peristiwa kematian dan kelahiran di muka bumi. Ilmu astronomi juga digunakah oleh mereka untuk mengetahui letak dunia di antara garis lintang dan garis bujur.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Di antara ahli astronomi Sepanyol yang paling masyhur waktu itu ialah al-Majriti (1007) dari Cordova, al-Zarqali (1629-1087) dari Toledo dan Ibn Aflah (1140) dari Seville. Al-Majriti adalah salah seorang pakar sains muslim Sepanyol yang telah dengedit dan me-ngoreksi tabel-tabel perbintangan Al-Khawarizmi. Di bidang ilmu tumbuh-tubuhan dan pengobatan telah dikembangkan juga di Sepanyol. Muslim Sepanyol telah berhasil menjadi peneliti di dalam mengamati segi perbedaan tanam-tanaman dengan tepat, misalnya perbedaan antara pohon palm dan pohon rami. Mereka (para peneliti muslim) memerinci (mengkelasifikasi) tanam-tanaman yang tumbuh dari cangkokan, dari benih dan yang tumbuh secara sepontan. Di antara peneliti yang pernah membuktikan hal tersebut ialah Ibn Sab&#8217;in ketika menjawab pertanyaan raja Frederick.<sup>15)</sup> Karena bahan-bahan pengobatan itu berasal dari tumbuh-tumbuhan, para dokter &#8212; seperti al-Ghafiqi dan Abu Ja&#8217;far Ahmad ibn Muhammad &#8212; menghimpun tanam-tanaman itu dan masing-masing diberi istilah dari bahasa Latin, Berber dan Arab, kemudian untuk memahaminya dari bahasa asing tersebut dengan bahasa Arab. Istilah-istilah itu terhimpun dalam karya utamanya <em>Al-Adawiyah Al-Mufradah</em>.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ahli botani yang paling populer di Sepanyol sebagai penerus sebelumnya ialah Ibn Al-Bayyat. Ia dilahirkan di Malaga dan sering melakukan perjalan-an ilmiah di Afrika Utara dan Mesir. Di Mesir ia bertemu dengan seorang ahli botani yang bernama Ayub Al- Kamil. Ia meninggal dunia pada tahun 1248 di Damaskus, karya- karyanya diabadikan oleh temannya al-Salih al-Ayub. Salah satu dari karya-karyanya yang terkenal <em>Al-Mughni Fi al- Mufradah</em>.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Pakar lain di bidang sains ialah Ibn Abi Al-Shalt, dan Al-Abbas ibn Farnas. Ibn Abi Al-Shalt dikenal sebagai ahli mesin, sedangkan Ibn Farnas dikenal sebagai ahli astronomi, matematik, seni dan ahli musik. Iba Farnas pernah melahirkan ide bagaimana caranya agar manusia bisa terbang seperti burung dengan sayap buatan. Di bidang ilmu bumi yang terkenal dengan perlawatannya ke berbagai negara ialah Ibn Jubair dan Ibn Bathuthah, sedangkan yang tercatat sebagai ahli sejarah ialah Ibn Habib, Ibn al- Quthiyah, dan Ibn Hayyan, Ibn Syakwal, Ibn al-Abbar dan Ibn Abd Al-Barr.<sup>17)</sup> </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kemajuan di bidang ilmu filsafat di negeri Sepanyol ditandai oleh lahirnya tokoh-tokoh kenamaan filosuf antara lain; Ibn Bajah, Ibn Tufail dan Ibn Rusyd. Ibn Bajah dilahirkan di Saragosa pada tahun 1138, beberapa tahun ia menetap di Seville dan Granada. Ia meninggal di kota Fez karena diracun oleh musuh-musuhnya, karyanya yang terkenal ialah <em>The Rule of the Solitary.</em> lbn Bajah dikenal sebagai ahli matematika, astronomi dan musik. Karya filsafatnya menjelaskan pemikiran Aristoteles. Ibn Thufail mengakui bahwa Ibn Bajah adalah seorang filosuf yang cerdas dan jauh pemikirannya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ibn Thufail di barat dikenal dengan Abubacer; ia lahir di Granada. Pada awalnya ia menekuni bidang kedokteran kemudian tertarik dengan ilmu filsafat. Karya monumentalnya yang paling populer ialah <em>Hayyun ibn Yaqdhan</em>, sebuah roman filosofis yang kini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Sepanyol, Perancis, Inggris dan Jerman. Ibn Thufail sangat dekat dengan Abu Ya&#8217;qub Yusuf, Khalifah Dinasti Muwahiddin karena menjadi penasehat dan dokter peribadinya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ibn Rusyd adalah filosuf besar yang sangat berpengaruh di barat, dilahirkan di Cordova pada tahun 1126, di Eropa dikenaldengan nama <em>Averroes</em>. Ia juga ahli di bidang asronomi dan kedokteran. Lingkungan keluarganya sangat mencintai ilmu pengetahuan, diantaranya ada yang menjadi ahli teologi dan qadhi. Ibn Rusyd telah berjasa membuat ringkasan dan tafsiran-tafsiran filosuf Yunani. Karya filsafatnya yang paling utama ialah <em>al- Tahafut</em> dan <em>Fasl Al-Maqal</em>. Buku yang pertama ditulis sebagai jawaban terhadap serangan Al-Ghazali di dalam bukunya <em>Tahafut al- Falasifah</em>.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>V. SASTRA DAN ARSITEKTUR</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Sepanyol dengan pusat kebudayaannya di Cordova tak dapat disangsikan lagi, namanya telah terkenal di seluruh dunia. Di samping telah melahirkan pakar sains dan ilmu agama, yang pengaruhnya sangat besar &#8212; khusus bidang sains &#8212; di Eropah, juga telah mengembangkan bidang seni budaya yang meliputi seni bahasa, seni rupa seni bangun, seni suara dan seni musik.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Di bidang puisi &#8212; di negeri Sepa-nyol &#8212; telah bermunculan para penyair antara lain Ibn Abd Rabbih, Ibn Darraj, Ibn Hani Al- Andalusi, Ibn Syuhaid, Ibn Abbad dan Ibn Quzman. Di bidang seni bangun, Islam di Sepanyol telah mewariskan bangunan dengan gaya arsitektur yang indah dan unik. Bangunan itu dikenal dengan istana Alhambra terletak di Granada di halamannya terdapat tanam- tanaman dan air mancur yang indah dan menyenangkan. Penampilan/gaya arsitektur Islam di Sepanyol ini, hingga sekarang masih ditiru oleh orang-orang Eropa.<sup>21)</sup></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000080;"><strong>VI. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG KEMAJUAN ISLAM DI SEPANYOL</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ada dua hal yang mejadi patokan untuk menganalisa faktor-faktor yang mendorong Islam Sepanyol di bidang peradaban yaitu; (1) Kondisi Khilafah Bani Umayyah di Damaskus, (2) Masa-masa Khalifah Bani Umayyah di Sepanyol. Kedua hal ini secara singkat akan dijelaskan;</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">1) Kondisi Khilafah Bani Umayyah Di Damaskus </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Ketika Bani Umayyah melakukan ekpansi ke Sepanyol, kondisi kerajaannya sedang berada pada puncak kejayaan. Pada masa ini puncak kekuasaan kerajaan dipegang oleh Walid bin Abdul Malik (685-709 M). Di tangan Walid pembangunan di bidang eko-nomi, sosial, politik dan militer telah dijalankan dengan baik dan mapan. Sebagai bukti dari keberhasilannya itu ialah pembangunan besar-besaran di kota suci Madinah, perluasan masjid Madinah dan membuat jalan-jalan yang memudahkan naik haji ke Makkah. Di bidang militer, Walid telah berhasil mengkonsolidasinya sehingga ia memiliki jendral-jendral yang tangguh dan berani.<sup>22)</sup> Di zaman ini pula, tercatat adanya para ulama yang memiliki keahlian di bidang ilmu agama.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Kejayaan ini, secara psihologis &#8212; dalam menutup rasa gengsinya &#8211; - mendorong kerajaan ini memenuhi permintaan Yulian melakukan ekspansi ke Sepanyol. Karena rasa gengsi ini terdorong oleh ajaran Islam dalam mengemban misi da&#8217;wah, maka yang mendatangi ke Sepanyol adalah para militer bersama-sama dengan para ulama. Di antara para ulama yang mendarat ke Sepanyol ialah; dari kalangan sahabat tercatat antara lain Al-Munzir, sedangkan dari tabiin tercatat nama-nama; Musa ibn Nushair al-Fatih, Ali ibn Rabah, dan Hanasy ibn Abdillah al-Shana&#8217;ni.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Gambaran di atas mengisyaratkan bahwa sebelum Bani Umayyah mendatangi ke Sepanyol, secara sosiologis, ia sudah mempunyai peran ekonomi dan basis ilmu pengetahuan &#8212; khususnya &#8212; ilmu agama. Oleh karena itu, kehadiran Bani Umayyah di Sepanyol, tidak dapat diragukan lagi, &#8212; apa Iagi dengan para ulamanya &#8212; membawa peranan penting bagi peradaban Islam di Sepanyol.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">2) Masa-masa Khalifah Bani Umayah di Sepanyol </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Faktor-faktor yang mendorong majunya peradaban Islam pada masa- masa Khalifah Bani Umayyah di Sepa-nyol ialah sikap dan perhatian sebagian khalifah itu sendiri terhadap rakyatnya di dalam membangun pendidikan (ilmu pengetahuan), dan menciptakan persaudaraan bersama. Di antara khalifah itu adalah Abdurrahman I (756-788 M), Hisyam (788-796 M.), Abdurrahman II (822-852), Muhammad I (852-886 M), dan Abdurrahman III (912-961 M).</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#111111;">Abdurrahman I telah berjasa menjadikan Cordova sebagai pusat ilmu dan kebudayaan sehingga di istananya banyak didatangi oleh para pujangga. Hisyam mendorong para peneliti teologi untuk melakukan perjalanan ke Madinah guna mempelajari ajaran-ajaran Maliki. Abdurrahman II merangsang kepada para penyair, musisi dan seniman dengan memberikan hadiah-hadiah. Muhammad I dikenal sebagai penyokong dan pencinta ilmu. Dia sendiri adalah penyair, penulis dan orator. Abdurrahman III bukan saja sebagai pencinta ilmu dan pembangun eko-nomi, malah ia telah berhasil melebur ras suku, dan agama dalam satu kesatuan <em>(konvergensi)</em> dan toleransi.</span></p>
<p align="LEFT">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=588&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/30/islam-di-spanyol-kemajuan-ilmu-filsafat-sains-dan-seni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/andalusia-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">andalusia-3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DIMETHYL TEREPHTHALATE (DMT)</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/21/dimethyl-terephthalate-dmt/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/21/dimethyl-terephthalate-dmt/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 02:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknik kimia]]></category>
		<category><![CDATA[DIMETHYL TEREPHTHALATE]]></category>
		<category><![CDATA[DMT]]></category>
		<category><![CDATA[polimer teknologi teknik kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu industri yang berkembang pesat adalah industri polimer yang menghasilkan bahan-bahan polimer untuk kebutuhan alat-alat rumah tangga, pakaian dll. Salah satu bahan dasar yang dibutuhkan industri polimer adalah Dimethyl Terephthalate (DMT). DMT adalah dimethyl ester dari asam terephthalic (AT). DMT pertama kali diproduksi pada tahun 1950. ( Mc. Ketta 1982 ) AT diproduksi dari <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=579&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/dimethyl-terephthalate.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-580" title="DIMETHYL TEREPHTHALATE" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/dimethyl-terephthalate.jpeg?w=510" alt=""   /></a>Salah satu industri yang berkembang pesat adalah industri polimer yang menghasilkan bahan-bahan polimer untuk kebutuhan alat-alat rumah tangga, pakaian dll. Salah satu bahan dasar yang dibutuhkan industri polimer adalah Dimethyl Terephthalate (DMT). DMT adalah dimethyl ester dari asam terephthalic (AT). DMT pertama kali diproduksi pada tahun 1950. <em>( Mc. Ketta 1982 )</em></p>
<p align="JUSTIFY">AT diproduksi dari <em>p-xylene</em> yang dioksidasi dengan asam nitrit. <em>Technical grade</em> AT masih banyak mengandung produk-produk samping seperti <em>color-forming nitorgen compound</em> dan logam-logam katalis. Zat-zat pengotor ini sulit untuk dipisahkan, dan akan lebih ekonomis dan lebih efisien jika <em>technical grade</em> AT dipurifikasi dalam bentuk DMT. Walaupun saat ini sudah banyak sekali diproduksi polimer grade AT (PTA) dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi, DMT tetap diperlukan karena beberapa resin harus menggunakan DMT dengan alasan teknis.<span id="more-579"></span></p>
<p align="JUSTIFY">Melihat kebutuhan Dimethyl Terephtalate (DMT) pada masa sekarang ini, seiring dengan industri-industri pemakainya yang semakin meningkat, maka pendirian pabrik Dimethyl Terephtalate (DMT) dirasa sangat perlu. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi permintaan didalam negeri, mengurangi impor dan membuka tenaga kerja baru.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:medium;"><strong>Kegunaan Dimethyl Terephthalate</strong></span></p>
<p align="JUSTIFY">DMT yang ada di dunia ini digunakan untuk memproduksi polyester jenuh. Antara lain untuk industri :</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Polyethylene Terephthalate (PET)</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Lebih dari 90 % DMT digunakan sebagai bahan baku PET, Kebutuhannya pada tahun 1992 berkisar 12,6&#215;10<sup>6 </sup>ton. PET ini digunakan untuk memproduksi Textile dan Fiber yang Kebutuhannnya sekitar 75 %, Food and Beverage Containers 13 %, dan film untuk Audio, video, fotografi kebutuhannya sebesar 7 %.</p>
<p align="JUSTIFY"><strong>Polybutylene Terephthalate (PBT)</strong></p>
<p align="JUSTIFY">PBT ini digunakan untuk memproduksi molding resin, solvent free-coatings, electrical insulating varnishes, aramid fibers, dan adheshives.</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:medium;"><strong>Jenis-jenis Teknologi</strong></span></p>
<p lang="es-ES" align="JUSTIFY">Secara garis besar proses pembuatan Dimethyl Terephtalate (DMT) dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) :</p>
<ol>
<li>
<p align="JUSTIFY">Proses pembuatan Dimethyl Terephtalate (DMT) dengan bahan baku utama dari <em>p-Xylene</em> dan metanol dengan katalis <em>cobalt</em>. Proses ini dikenal dengan proses <em>Dynamit-Nobel ( Proses Witten-Hercules). </em></p>
</li>
<li>
<p lang="es-ES" align="JUSTIFY">Proses pembuatan Dimethyl Terephtalate (DMT) dengan bahan baku utama dari asam terephtalat dan metanol dengan bantuan katalis. Biasanya proses ini dikenal dengan proses esterifikasi.</p>
</li>
</ol>
<p lang="es-ES" align="JUSTIFY">
<ol>
<li>
<p lang="es-ES" align="JUSTIFY"><span style="font-size:small;"><strong>Proses Witten – Hercules.</strong></span></p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-size:small;">Proses ini adalah reaksi pembuatan DMT tanpa memproduksi PTA terlebih dahulu. </span><span style="font-size:small;">Pertama-tama asam toluic dihasilkan dengan mengoksidasi </span><span style="font-size:small;"><em>p-Xylene</em></span><span style="font-size:small;"> dengan katalis </span><span style="font-size:small;"><em>cobalt</em></span><span style="font-size:small;"> pada suhu 160</span><sup><span style="font-size:small;">0</span></sup><span style="font-size:small;">C dan tekanan 4 – 8 atm yang menggunakan udara sebagai zat pengoksidasi. Asam toluic diesterifikasi dengan methanol menghasilkan </span><span style="font-size:small;"><em>methyl toluate</em></span><span style="font-size:small;">. Proses </span><span style="font-size:small;"><em>Witten – Hercules</em></span><span style="font-size:small;"> pertama kali dilakukan pada tahun 1953 oleh </span><span style="font-size:small;"><em>California Research Corporation dan Inhousen &amp; Company.</em></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-581" title="1" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/1.jpg?w=510&#038;h=273" alt="" width="510" height="273" /></a></p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="CENTER"><span style="font-size:small;">Proses pembuatan DMT dengan Proses witten.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:small;">Keterangan : a) Oxidation reaktor; b)esterifier; c,l)methanol recovery; d,f)kolom destilasi; g) kristalizer; h);centrifuge; i) dissolver; k) melter .</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-size:small;"><em>P-Xylene</em></span><span style="font-size:small;"> dan Katalis </span><span style="font-size:small;"><em>Conaphthenate</em></span><span style="font-size:small;"> dialirkan ke reaktor oksidasi (a). Bahan-bahan tersebut masuk ke dalam reaktor dari atas reaktor dan dikontakkan dengan udara yang mengandung gas oksigen dari arah bawah reaktor (aliran </span><span style="font-size:small;"><em>counter-courent</em></span><span style="font-size:small;">) dengan tekanan 4 atm dan suhu 160</span><sup><span style="font-size:small;">0</span></sup><span style="font-size:small;">C.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-size:small;">Produk bawah dari reaktor berupa </span><span style="font-size:small;"><em>p-Toluic Acid</em></span><span style="font-size:small;">, </span><span style="font-size:small;"><em>Monomethyl Terephthalate, p-Xylene </em></span><span style="font-size:small;">sisa, dan DMT recycle dialirkan ke dalam esterifier dan produk atas berupa excess udara . Produk bawah berupa </span><span style="font-size:small;"><em>p-Methyl Toluate</em></span><span style="font-size:small;">, DMT, sisa p-TA, sisa MMT dialirkan ke kolom destilasi (b). </span><span style="font-size:small;">Sedangkan produk atasnya yang berupa gas methanol dan gas H</span><sub><span style="font-size:small;">2</span></sub><span style="font-size:small;">O diubah fasanya menjadi cair.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-size:small;">Di kolom distilasi beroperasi pada tekanan 1 atm dan terjadi pemisahan antara DMT dan katalis dengan bahan-bahan organik lainnya yang mempunyai titik didih lebih rendah dari DMT. </span><span style="font-size:small;">Produk atas yang berupa uap bahan-bahan organik tersebut sebagian dikembalikan sebagai recycle. </span><span style="font-size:small;">Sedangkan produk bawah masuk ke dissolver.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-size:small;">Pada distilasi ke 3 (1 atm) terjadi pemisahan antara DMT dan p-TA dengan katalis. Uap DMT dan p-TA keluar sebagai produk kolom atas, hasil destilatnya sebagian dikembalikan sebagai refluk dan sebagian dialirkan ke dalam dissolver. Sedangkan produk bawah yang berupa katalis dan sedikit DMT dialirkan ke kolom distilasi (f), untuk dipisahkan antara DMT dan Katalis. Di dalam dissolver (l) terjadi pencampuran antara methanol, DMT, p-TA. Dari pencampuran tersebut terbentuk p-MT dan H</span><sub><span style="font-size:small;">2</span></sub><span style="font-size:small;">O hasil reaksi antara methanol dan p-TA. Hasil campuran tersebut dialirkan ke dalam kristalisator (g) yang beroperasi pada tekanan 1 atm dan suhu 86,88</span><sup><span style="font-size:small;">0</span></sup><span style="font-size:small;">C. Didalam kristalisator, terbentuk padatan DMT yang tercampur dengan katalis yang terikut di dalam DMT. Di dalam melter padatan DMT tersebut dipanaskan hingga mencair pada suhu 141</span><sup><span style="font-size:small;">0</span></sup><span style="font-size:small;">C. </span><span style="font-size:small;">Lelehan DMT tersebut dialirkan ke tangki produk DMT.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-582" title="2" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/2.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><strong>1.5.2 Proses Esterifikasi</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Ada beberapa proses esterifikasi yang telah dikembangkan yaitu :</p>
<p align="JUSTIFY">1. Esterifikasi AT dan metanol dalam fase cair dengan menggunakan katalis asam sulfat. Reaksi berlangsung pada suhu yang 250-300 <sup>o</sup>C dan tekanan 10-20 kPa. <em>( Ullman, Vol 35 )</em></p>
<p> <a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-583" title="3" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/3.jpg?w=510&#038;h=255" alt="" width="510" height="255" /></a></p>
<p lang="es-ES" align="CENTER">esterrifikasi terephtalate Acid dalam fase cair.</p>
<p>Keterangan : a) Esterifier; b) o-Xilene Scrubber; c) Methanol kolom; d) O-xilene recovery coulomb; e) 4-Formylbenzioc ester stripper; f) Purifikation coulomb.</p>
<p align="JUSTIFY"><em>Therephtalate Acid</em> dapat dihasilkan dan dapat diproses menjadi dimethil therephtalate yaitu dengan proses esterifikasi dengan <em>methanol</em> dan dimurnikan dengan proses destilasi. Proses ini membutuhkan umpan terepthalat yang mempunyai kemurnian yang tinggi. <em>Terephtalate acid</em> yang murni dan methanol di <em>mixing</em> dan dipompakan ke reaktor esterifikasi. <em>O-xylene</em> yang dihasilkan di gunakan untuk meningkatkan proses separasi berikutnya. Proses esterifikasi <em>terephtalate acid</em> dengan <em>methanol</em> berlangsung pada temperatur 250 – 300 <sup>0</sup>C tanpa katalis, namun demikian katalis dapat digunakan. Uap <em>methanol </em>terbawa dengan DMT dan O-xilene dari reaktor ke kolom O-xilene scrubber, <em>Over head</em> dari reaktor esterifikasi masuk ke <em>methanol</em> kolom, dalam kolom ini terjadi pemisahan <em>methanol</em>, dengan bottom produk yang terdiri dari DMT, O-xilene dan impuritis. Pada kolom O-xilene recovery, purifikasi DMT terjadi pada tekanan 10-20 kPa, dan temperatur 200-300 <sup>0</sup>C. O-xilene dipisahkan, sedangkan produk tengah 4-<em>formil benzoic</em> dan <em>P-toluic</em>, produk bawah adalah DMT. Produk tengah dari kolom ini dimasukan kedalam kolom stripper untuk memisahkan 4-<em>formylbenzoic</em> dan fraksi berat. Produk bawah dari O-xilene recovery dan kolom stripper di transfer ke kolom purifikasi. Hasil atas merupakan produk utama yaitu Dimethil Therephtalate sedangkan produk bawah adalah residu.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-size:small;">Pada tahun 1949, DuPont mulai membuat reaksi esterifikasi </span><span style="font-size:small;"><em>methanol</em></span><span style="font-size:small;"> dengan PTA. Penambahan katalis asam sulfat dapat meningkatkan konversi DMT yang dihasilkan. Salah satu kerugian proses ini adalah adanya penambahan kebutuhan </span><span style="font-size:small;"><em>methanol</em></span><span style="font-size:small;">. </span><span style="font-size:small;">Proses yang digunakan sekarang adalah proses esterifikasi PTA dan </span><span style="font-size:small;"><em>methanol</em></span><span style="font-size:small;"> dengan atau tanpa menggunakan katalis. Proses esterifikasi tanpa katalis dilakukan pada suhu diatas 200</span><sup><span style="font-size:small;">0</span></sup><span style="font-size:small;">C.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:small;">DMT dalam reaktor akan direcovery dan dipurifikasi dengan teknik kristalisasi dan distilasi. Langkah-langkah ini dilakukan dengan kombinasi tertentu oleh pabrik yang berbeda.</span></p>
<p align="JUSTIFY">2. Esterifikasi AT dan metanol dalam fase gas dengan menggunakan katalis alumina aktif pada reaktor fixed bed. Reaksi berlangsung pada suhu 300 &#8211; 330 <sup>o</sup>C dengan tekanan 1 atm. <em>( US. Patent 3,377,376 &amp; US Patent 3,972,912 ).</em></p>
<p lang="" align="CENTER"> <a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-584" title="4" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/4.jpg?w=510&#038;h=264" alt="" width="510" height="264" /></a></p>
<p lang="es-ES" align="CENTER">Esterifikasi Terephtalate Acid dalam fase gas.</p>
<p lang="es-ES" align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY">Proses ketiga lebih sering dipakai karena lebih ekonomis dan banyak dikembangkan secara komersial. Reaksi esterifikasi adalah reaksi kesetimbangan :</p>
<p lang="" align="CENTER"> <a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-585" title="5" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/5.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p align="CENTER"><span style="text-decoration:underline;">Reaksi Esterifikasi Asam Terephthalic dengan Metanol</span></p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY">AT yang berbentuk kristal harus disublimasi terlebih dahulu dengan uap metanol untuk mempurifikasi AT dari zat-zat impurities yang volatilitasnya lebih rendah serta logam-logam yang tidak tersublimasi. Excess metanol yang digunakan harus sangat berlebihan untuk menyublimasi AT. AT dan metanol dalam fase gas ini kemudian diesterifikasi di fixed bed reaktor yang berisikan katalis alumina aktif. Reaksi berlangsung sangat cepat pada suhu 300-330 <sup>o</sup>C dengan konversi reaktor bisa mencapai 96-99 % dan reaksi samping yang sangat sedikit. Suhu reaktor terbatas pada maksimal 330 <sup>o</sup>C karena di atas suhu 330<sup> o</sup>C akan terjadi minor disintegration, reaksi samping akan banyak, dan problem teknik akan muncul. <em>( US Patent 3,972,912 )</em></p>
<p align="JUSTIFY">AT yang tidak teresterifikasi bisa didesublimasi dan direcycle kembali ke reaktor. DMT beserta produk lainnya kemudian diembunkan dan dipisahkan dari metanol dengan kristalisasi. <em>( US. Patent 3,377,376 )</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=579&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/21/dimethyl-terephthalate-dmt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/dimethyl-terephthalate.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">DIMETHYL TEREPHTHALATE</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KROMATOGRAFI HPLC DAN GC</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/09/kromatografi-hplc-dan-gc/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/09/kromatografi-hplc-dan-gc/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 12:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknik kimia]]></category>
		<category><![CDATA[analisis kimia]]></category>
		<category><![CDATA[GC]]></category>
		<category><![CDATA[HPLC]]></category>
		<category><![CDATA[instrumen analisis kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[Kromatografi merupakan suatu teknik pemisahan yang menggunakan fase diam (stationary phase) dan fase gerak (mobile phase). Dalam kromatografi, komponen-komponen terdistribusi dalam dua fase. Transfer massa antara fase bergerak dan fase diam terjadi bila molekul-molekul campuran serap pada permukaan partikel-partikel atau terserap di dalam pori-pori partikel atau terbagi kedalam sejumlah cairan yang terikat pada permukaan atau <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=573&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/hplc-picture.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-574" title="HPLC picture" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/hplc-picture.jpeg?w=510" alt=""   /></a>Kromatografi</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"> merupakan suatu teknik pemisahan yang menggunakan fase diam (stationary phase) dan fase gerak (mobile phase). Dalam kromatografi, komponen-komponen terdistribusi dalam dua fase. Transfer massa antara fase bergerak dan fase diam terjadi bila molekul-molekul campuran serap pada permukaan partikel-partikel atau terserap di dalam pori-pori partikel atau terbagi kedalam sejumlah cairan yang terikat pada permukaan atau didalam pori. Kromatografi dibagi menjadi beberapa macam, dalam makalah ini akan dijelaskan beberapa keterangan tentang beberapa macam kromatografi, antara lain HPLC ( High Performance Liquid Chromatography), GC (Gas Chromatography).</span></span></p>
<p align="JUSTIFY">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Kromatografi Cair Kinerja Tinggi/</span></span></strong><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>HPLC</strong></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>( High Performance Liquid Chromatography)</strong></span></span></span></span></p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">HPLC adalah alat yang sangat bermanfaat dalam analisis. Bagian ini menjelaskan bagaimana pelaksanaan dan penggunaan serta prinsip HPLC yang sama dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom. HPLC secara mendasar merupakan perkembangan tingkat tinggi dari kromatografi kolom. Selain dari pelarut yang menetes melalui kolom dibawah grafitasi, didukung melalui tekanan tinggi sampai dengan 400 atm. Ini membuatnya lebih cepat.<span id="more-573"></span></span></span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">HPLC memperbolehkan penggunaan partikel yang berukuran sangat kecil untuk material terpadatkan dalam kolom yang mana akan memberi luas permukaan yang lebih besar berinteraksi antara fase diam dan molekul-molekul yang melintasinya. Hal ini memungkinkan pemisahan yang lebih baik dari komponen-komponen dalam campuran.</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Dalam beberapa tahun ini teknologi HPLC dan pemakaiannya sangat berkembang da walaupun nisbi mahal, HPLC telah menjadi metode analisis rutin dan bahkan preparative pada banyak laboratorium.</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Alat HPLC niaga terdiri atas system pencampur pelarut yang sangat canggih </span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">yang mampu menghasilkan campuran landaian yang mengandung sampai empat linarut yang berbeda, pompa yang mampu menghasilkan tekanan sampai 6000psi atau 10.000 psi, kolom yang mengandung fase diam (atau lebih tepat penyangga), dan system pendeteki sinambung yang bermacam-macam jenisnya. Yang paling sering ditemukan, seluruh radas itu dipimpin dan dikendalikan oleh</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">mikroprosesor.</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Kolom yang tersedia mempunyai banyak sekali pelat teori (lebih dari 100.000 untuk kolom 100cm), dan kromatografi dilakukan dalam kondisi yang mendekati kondisi ideal demikian rupa sehingga dapat diperoleh pemisahan yang sangat baik; seringkali, hasil dapat diperoleh dalam beberapa menit dan ditafsirkan secara kuantitatif dengan ketepatan yang lumayan. Cuplikan dapat dipisahkan secara preparative.</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Sedikit banyak HPLC dan GC saling melengkapi. GC telah dilengkapi instrumen dan dikembangkan demikian rupa sehingga daya pisah yang tinggi dan hasil kuantitatif mudah diperoleh. Akan tetapi, GC mensyaratkan bahwa seyawa yang dipisahkan haruslah atsiri. HPLC mempunyai pembatas yang sebanding yaitu cuplikan harus larut didalam zat cair. Akan tetapi ini bukan pembatas yang berat., dan setidaknya HPLC dapat dipakai untuk sebagia besar senyawa tak atsiri dan senyawa berbobot molekul tinggi. Selain itu HPLC dapat dipakai untuk senyawa anorganik, yang sebagian besar tidak atsiri. HPLC biasanya dilakukan pada suhu kamar. Jadi, senyawa yang tidak tahan panas dapat diangani dengan mudah.</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Pada metode kromatografi cair ini digunakan kolom tabung gelas denganberacam diameter.parikel dengan dimensi yang bervariasi digunakan sebagai penunjang stasioner. Banyaknya cairan pada kolom jumlahnya sedemikian rupa sehingga hanya cukup menghasilkan sedikit tekanan untuk memelihara aliran fase bergerak yang seragam. Secara keseluruhan pemisahan ini memakan waktu lama. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menambah laju aliran tanpa mengubah tinggi piringan teoritis kolom.</span></span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Penurunan ukuran partikel penunjang stasioner tidak selalu menguntungkan. Kromatografi cair kinerja tinggi atau High Performance Liquid Chromatography (HPLC) berbeda dari kromatografi cair klasik. HPLC menggunakan kolom dengan diameter umumnya kecil, 2-8 mm dengan ukuran partikel penunjang ; sedangkan laju aliran dipertinggi dengan tekanan yang tinggi.</span></span></p>
<ol start="2">
<li>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>GC </strong></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><strong>(Gas Chromatography )</strong></span></span></span></span></p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Kromatografi gas adalah suatu teknik untuk memisahkan campuran zat yang mudah menguap dengan cara melewatkan aliran gas pada suatu fasa diam (stationary phase). GC terdiri dari aliran gas, tempat injeksi, kolom pemisah dan detector. Senyawa-senyawa organic dipisahkan karena perbedaan sifat penyerapan antara fasa gas dan bahan padat berpori dalam kolom. Karena sifat penyerapan tergantung pada suhu, maka kolom pemisahnya disimpan dalam oven yang terkontrol secara thermostat. Pemisahan juga disempurnakan dimulai pada suhu oven rendah hingga suhu yang lebih tinggi untuk mengelusi komponen-komponen yang mempunyai titik didih tinggi</span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">. Kromatografi Gas dikembangkan pada jaman instrument dan elektronika yang telah merevolusikan keilmuan selama lebih dari 30 tahun. Sekarang GC dipakai secara rutin di sebagian besar laboratorium industri dan perguruan inggi. GC dapat dipakai untuk setiap campuran yang komponennya atau akan lebih baik lagi jika semua komponennya mempunyai tekanan uap yang berarti pada suhu yang dipakai untuk pemisahan.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Tekanan uap atau keatsirian memungkinkan komponen menguap danbergerak bersama-sama dengan fase gerak yang berupa gas. Pada kromatografi cair pembatasan yang bersesuaian ialah komponen cairan harus mempunyai kelarutan yang berarti didalam fase gerak yang berupa cairan. Secara sepintas tampaknya pembatasan tekanan uap pada </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Kromatografi gas lebih serius daripada pembatasan kelarutan pada kromatografi cair, secara keseluruhan memang demikian. Akan tetapi, jika kita ingat bahwa suhu sampai 400¬0C dapat dipakai pada kromatografi gas dan bahwa kromatografi dilakukan secara cepat untuk meminimumkan penguraian, pembatasan itu menjadi tidak begitu perlu. Disamping itu, pada KG, senyawa yang tak atsiri sering dapat dibah menjadi turunan yang lebih atsiri dan lebih stabil sebelum kromatografi. </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Dalam kromatografi gas, fase bergeraknya adalah gas dan zat terlarut terpisah sebagai uap. Pemisahan tercapai dengan partisi sampel antara fase gas bergerak dan fase diam berupa cairan dengan titik didih tinggi (tidak mudah menguap) yang terikat pada zat padat penunjangnya.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Ada beberapa kelebihan kromatografi gas, diantaranya kita dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang tinggi. Gs dan uap mempunyai viskositas yang rendah, demikian juga kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat, sehingga analisis relative cepat dan sensitifitasnya tinggi. Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat-zat terlarut. Kelemahannya adalah tehnik ini terbatas unruk zat yang mudah menguap.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Kromatografi gas merupakan metode yang tepat dan cepat untuk memisahkan campuran yang sangat rumit. Waktu yang dibutuhkan beragam, mulai dari beberapa detik utnuk campuran sederhana sampai berjam-jam untuk campuran yang mengandung 500-1000 komponen. Komponen campuran dapat diidentifikasikan dengan menggunakan waktu tambat (waktu retensi) yang khas pada kondisi yang tepat. Waktu tambat ialah waktu yang menunjukkan berapa lama suatu senyawa tertahan dalam kolom.waktu tambat diukur dari jejak pencatat pada kromatogram dan serupa dengan volumetambat dalam KCKT dan Rf dalam KLT. Dengan kalibrasi yang patut, banyaknya (kuantitas) komponen campuran dapat pula diukur secara teliti . kekurangan utama KG adalah bahwa ia tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar. Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan, pemisahan campuran pada tingkat g mungkin dilakukan; tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika tidak ada metode lain. Pada KG dan KCKT, kolom dapat dipakai kembali dan jika dirawat dengan baik dapat tahan lama. Perawatan harus dilakukan karena kolom dapat sangat mahal. </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Fase diam pada KG biasanya berupa cairan yang disaputkan pada bahan penyangga padat yang lembab , bukan senyawa padat yang berfungsi sebagai permukaan yang menyerap (kromatografi gas-padat). Sistem gas-padat telah dipakai secara luas dalam pemurnian gas dan penghilangan asap, tetapi kurang kegunaannya dalam kromatografi. Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari sejumlah fase diam yang sangat beragam yang akan memisahkan hampir segala macam cmapuran. </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Satu-satunya pembatas pada pemilihan cairan yang demikian ialah bahwa zat cair itu harus stabil dan tidak atsiri pada kondisi kromatografi. Akan tetapi, keadaan ini berubah akibat pengembangan fase terikat dan pemakaian kolo kapiler atau kolom tabung terbuka yang sangat efisien. Pada fase terikat, cairan sebenarnya terikat pada penyangga padat atau pada dinding koplom kapiler, tidak hanya disaputkan begitu saja. </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Calibri,sans-serif;">Pemakaian detector untuk menganalisis efluen kromatograf secara sinambung telah memungkinkan adanya KG dan KCKT. Pada KG, tersedianya berbagai detector, pemakaiannya yang umum untuk banyak jenis senyawa, dan tingkat kepekaannya yang tinggi telah memungkinkan penentuan secara teliti berbagai jenis komponen dalam kisaran yang besar, kadang-kadang dalam jumlah yang sangat kecil. Tersedianya detector selektif, misalnya detector yang hanya mendeteksi senyawa yang mengandung P, N, atau S merupakan hal yang sangat penting pula. Ini berbeda dengan KCKT yang hanya menyediakan lebih sedikit jenis detector dan kurang peka. </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/573/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=573&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/07/09/kromatografi-hplc-dan-gc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/07/hplc-picture.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">HPLC picture</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGETAHUAN UMUM TENTANG KACA</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/06/17/pengetahuan-umum-tentang-kaca/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/06/17/pengetahuan-umum-tentang-kaca/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 02:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknik kimia]]></category>
		<category><![CDATA[definisi kaca]]></category>
		<category><![CDATA[glass]]></category>
		<category><![CDATA[glass manufacturing]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan kaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[1. Definisi Kaca Kaca merupakan sebuah substansi yang keras dan rapuh, serta merupakan padatan amorf. Hal ini dikarenakan bahan – bahan pembuat kaca bersifat amorf yang mana dapat meleleh dengan mudah. Kaca merupakan hasil penguraian senyawa – senyawa inorganik yang mana telah mengalami pendinginan tanpa kristalisasi. Komponen utama dari kaca adalah silika. Dalam kehidupan sehari <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=566&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/06/kaca-glass.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-567" title="kaca glass" src="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/06/kaca-glass.jpeg?w=510" alt=""   /></a>1. Definisi Kaca</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Kaca merupakan sebuah substansi yang keras dan rapuh, serta merupakan padatan amorf. Hal ini dikarenakan bahan – bahan pembuat kaca bersifat amorf yang mana dapat meleleh dengan mudah. Kaca merupakan hasil penguraian senyawa – senyawa inorganik yang mana telah mengalami pendinginan tanpa kristalisasi. Komponen utama dari kaca adalah silika. Dalam kehidupan sehari – hari kaca digunakan sebagai cermin, insulator panas, alat – alat laboratorium, dekorasi, dan pembatas ruang.</p>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Menurut Adams dan Williamson, kaca adalah material amorf yang pada suhu biasa mempunyai bentuk yang keras, tetapi apabila dipanaskan, lama kelamaan akan menjadi lunak, sesuai dengan suhu yang meningkat dan akhirnya menjadi kental hingga mencapai keadaan cair. Selama proses pendinginan terjadi proses yang berkebalikan dengan proses peleburan kaca. Kaca memiliki sifat yaitu tahan terhadap bahan kimia, efektif sebagai isolator listrik, dapat menahan vakum. Selain memiliki sifat-sifat tersebut, kaca merupakan bahan yang rapuh dan tidak tahan terhadap benturan.<span id="more-566"></span></span></p>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><strong>2. Unsur Unsur Pembentuk Kaca</strong></p>
<p align="JUSTIFY">Kaca merupakan bentuk lain dari gelas (<em>Glass</em>). Oksida – oksida yang digunakan untuk menyusun komposisi kaca dapat digolongkan menjadi :</p>
<ol>
<li>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><em>Glass Former</em></p>
</li>
</ol>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY">Merupakan kelompok oksida pembentuk utama kaca.</p>
<ol start="2">
<li>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><em>Intermediate</em></p>
</li>
</ol>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY">Oksida yang menyebabkan kaca mempunyai sifat-sifat yang lebih spesifik, contohnya untuk menahan radiasi, menyerap UV, dan sebagainya.</p>
<ol start="3">
<li>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><em>Modifier</em></p>
</li>
</ol>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY">Oksida yang tidak menyebabkan kaca memiliki elastisitas, ketahanan suhu, tingkat kekerasan, dll.</p>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY">
<p align="CENTER"><strong>Tabel 1</strong> Kelompok bahan baku kaca</p>
<table width="566" border="1" rules="GROUPS" cellspacing="0" cellpadding="7">
<col width="172" />
<col width="178" />
<col width="174" />
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td width="172">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;"><strong>Glass former</strong></span></p>
</td>
<td width="178">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;"><strong>Glass Intermediate</strong></span></p>
</td>
<td width="174">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;"><strong>Glass modifier</strong></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
<tbody>
<tr valign="TOP">
<td bgcolor="#d3dfee" width="172">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;"><strong>B</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>2</strong></sub></span><span style="color:#365f91;"><strong>O</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>3</strong></sub></span></p>
</td>
<td bgcolor="#d3dfee" width="178">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;">Al</span><span style="color:#365f91;"><sub>2</sub></span><span style="color:#365f91;">O</span><span style="color:#365f91;"><sub>3</sub></span></p>
</td>
<td bgcolor="#d3dfee" width="174">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;">MgO</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="172">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;"><strong>SiO</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>2</strong></sub></span></p>
</td>
<td width="178">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;">Sb</span><span style="color:#365f91;"><sub>2</sub></span><span style="color:#365f91;">O</span><span style="color:#365f91;"><sub>3</sub></span></p>
</td>
<td width="174">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;">Li</span><span style="color:#365f91;"><sub>2</sub></span><span style="color:#365f91;">O</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td bgcolor="#d3dfee" width="172">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;"><strong>GeO</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>2</strong></sub></span></p>
</td>
<td bgcolor="#d3dfee" width="178">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;">ZrO</span><span style="color:#365f91;"><sub>2</sub></span></p>
</td>
<td bgcolor="#d3dfee" width="174">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;">BaO</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="172">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;"><strong>P</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>2</strong></sub></span><span style="color:#365f91;"><strong>O</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>5</strong></sub></span></p>
</td>
<td width="178">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;">TiO</span><span style="color:#365f91;"><sub>2</sub></span></p>
</td>
<td width="174">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;">CaO</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td bgcolor="#d3dfee" width="172">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;"><strong>V</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>2</strong></sub></span><span style="color:#365f91;"><strong>O</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>5</strong></sub></span></p>
</td>
<td bgcolor="#d3dfee" width="178">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;">PbO</span></p>
</td>
<td bgcolor="#d3dfee" width="174">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;">SrO</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td width="172">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;"><strong>As</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>2</strong></sub></span><span style="color:#365f91;"><strong>O</strong></span><span style="color:#365f91;"><sub><strong>3</strong></sub></span></p>
</td>
<td width="178">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;">BeO</span></p>
</td>
<td width="174">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;">Na</span><span style="color:#365f91;"><sub>2</sub></span><span style="color:#365f91;">O</span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="TOP">
<td bgcolor="#d3dfee" width="172">
<p lang="sv-SE" align="CENTER">
</td>
<td bgcolor="#d3dfee" width="178">
<p lang="sv-SE" align="CENTER"><span style="color:#365f91;">ZnO</span></p>
</td>
<td bgcolor="#d3dfee" width="174">
<p align="CENTER"><span style="color:#365f91;">K</span><span style="color:#365f91;"><sub>2</sub></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY"> Kombinasi dari ketiganya akan mempengaruhi karakteristik kaca saat dilakukan proses pembentukan.</p>
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY"><strong>3. Sifat Kaca</strong></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Sifat kaca yang penting untuk dipahami adalah sifat pada saat kaca berbentuk fasa cair dan fasa padatnya. Sifat fasa cair dari kaca digunakan dalam proses pengambangan</span><span style="color:#000000;"> (floating)</span><span style="color:#000000;"> dan pembentukan kaca, sedangkan untuk sifat fasa padat dari kaca digunakan di dalam pemakaiannya (kegunaannya). Beberapa sifat fisik dan kimia yang penting dari kaca antara lain :</span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">1. Sifat mekanik</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em>Tension strength</em></span><span style="color:#000000;"> atau daya tarik adalah sifat mekanik utama dari kaca.</span><span style="color:#000000;"><em>Tensile strength</em></span><span style="color:#000000;"> merupakan tegangan maksimum yang dialami oleh kaca sebelum terpisahnya kaca akibat adanya tarikan (</span><span style="color:#000000;"><em>fracture</em></span><span style="color:#000000;">). Sumber </span><span style="color:#000000;"><em>fracture </em></span><span style="color:#000000;">ini dapat muncul jika kaca mempunyai cacat di permukaan, sehingga tegangan akan terkonsentrasi pada cacat tersebut. Kekuatan dari kaca akan bertambah jika cacat di permukaan dapat dihilangkan.</span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">2. Densitas dan Viskositas </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Densitas adalah perbandingan antara massa suatu bahan dibagi dengan volumenya. Nilai densitas dari kaca adalah sekitar 2,49 g/cm</span><span style="color:#000000;"><sup>3</sup></span><span style="color:#000000;">. Densitas dari kaca akan menurun seiring dengan kenaikan temperatur. Sedangkan, viskositas merupakan</span><span style="color:#000000;">sifat kekentalan dari suatu cairan yang diukur pada rentang temperatur tertentu. Viskositas dari kaca sekitar 4,5 x 10</span><span style="color:#000000;"><sup>7</sup></span><span style="color:#000000;"> poise. Harga viskositas dari kaca merupakan fungsi dari suhu dengan kurva eksponensial.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">3. Sifat termal</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Konduktivitas panas dan panas ekspansi merupakan sifat </span><span style="color:#000000;"><em>thermal</em></span><span style="color:#000000;"> yang penting dari kaca. Kedua sifat ini digunakan untuk menghitung besarnya perpindahan panas yang diterima oleh cairan kaca tersebut. Nilai dari tahanan kaca sekitar 10</span><span style="color:#000000;"><sup>20</sup></span><span style="color:#000000;"> – 1 Ω cm</span><span style="color:#000000;"><sup>13</sup></span><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em>4. Optical properties</em></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;"><em>Refractive properties</em></span></li>
</ul>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Kaca mempunyai sifat</span><span style="color:#000000;">memantulkan cahaya yang jatuh pada permukaan kaca tersebut. </span><span style="color:#000000;">S</span><span style="color:#000000;">ebagian sinar dari kaca yang jatuh itu akan diserap dan sisanya akan diteruskan. </span><span style="color:#000000;">Apabila</span><span style="color:#000000;"> cahaya dari udara </span><span style="color:#000000;">me</span><span style="color:#000000;">lewat</span><span style="color:#000000;">i</span><span style="color:#000000;"> medium padat seperti kaca, maka kecepatan cahaya </span><span style="color:#000000;">saat melewati</span><span style="color:#000000;"> kaca menurun. Perbandingan antara kecepatan cahaya di udara dengan kecepatan cahaya yang lewat gelas ini disebut dengan indeks bias. Nilai indeks bias untuk kaca adalah ± 1,52.</span></p>
<ul>
<li>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><em>Absorptive properties</em></span></p>
</li>
</ul>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Intensitas cahaya yang masuk ke dalam akan berkurang karena </span><span style="color:#000000;">adanya penyerapan </span><span style="color:#000000;">sepanjang tebal kaca tersebut. Jika kaca semakin tebal, maka energi cahaya yang diserap akan semakin banyak sedangkan intensitas cahaya yang masuk melalui kaca akan semakin rendah.</span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">5. Stabilitas kimia</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;">Stabilitas kimia adalah ketahanan suatu bahan terhadap pengaruh zat kimia. Stabilitas kimia banyak dipengaruhi oleh bahan – bahan pembentuk</span><span style="color:#000000;"> kaca</span><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><strong>3. Bahan Baku Kaca</strong></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY">Ada 4 jenis bahan baku utama yang dapat digunakan untuk menghasilkan kaca, antara lain :</p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY">Pasir silika</p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY">Pasir silika merupakan sumber dari SiO<sub>2</sub>. Pasir silika yang digunakan sebagai bahan baku kaca adalah pasir silika yang tidak banyak mengandung pengotor, baik dari bahan organik maupun bahan anorganik. Pasir silika berguna untuk membentuk cairan gelas yang sangat kental yang memiliki ketahanan terhadap perubahan temperatur yang mendadak.</p>
<ol start="2">
<li>
<p align="JUSTIFY">Dolomite (CaO.MgO.H<sub>2</sub>O )</p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY">Dolomite digunakan sebagai sumber CaO dan MgO. Dolomite ini biasanya berupa mineral tambang berwarna putih. Penggunaan dolomite sangat penting karena dapat mempermudah peleburan (menurunkan temperatur peleburan) serta mempercepat proses pendinginan kaca.</p>
<ol start="3">
<li>
<p align="JUSTIFY">Soda Ash (Na<sub>2</sub>CO<sub>3</sub>)</p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY">Soda Ash ini digunakan sebagai sumber Na<sub>2</sub>O dan K<sub>2</sub>O. Fungsi dari Na<sub>2</sub>O adalah menurunkan titik lebur. Secara umum, penggunaan Soda Ash adalah mempercepat pembakaran, menurunkan titik lebur, mempermudah pembersihan gelembung dan mengoksidasi besi.</p>
<ol start="4">
<li>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY"><em>Cullet</em></p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY"><em>Cullet</em> merupakan sisa – sisa dari pecahan kaca yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku utama dari produksi kaca. Tujuan dari penggunaan <em>cullet</em> ini adalah mengurangi 3 bahan baku utama di atas sehingga biaya produksi dapat semakin kecil. Komposisi kimia dari <em>cullet</em> sama dengan komposisi kimia kaca yang diproduksi. Selain itu, penggunaan <em>cullet</em> ini dapat memperkecil melting point atau titik lebur dari pembuatan kaca, sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar.</p>
<p align="JUSTIFY"> Bahan baku kaca tidak hanya terdiri dari 3 bahan di atas, tapi ada juga bahan pendukung lainnya, seperti <em>Feldspar</em>,<em> Calumite</em>, <em>Sodium Nitrate</em>, <em>Blue Dust</em>, <em>Nickel Oxide</em>, <em>Cobalt Oxide</em>, <em>Salt Cake</em>, <em>Nepheline</em> dan <em>Sodium Selenite</em>. <em>Feldspar</em> digunakan sebagai sumber alumina (Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>) dan besi (Fe). <em>Feldspar</em> yang digunakan harus memiliki kemurnian cukup tinggi dan mudah melebur. Feldspar meleleh pada suhu 1100<sup>o</sup>C – 1200<sup>o</sup>C. Alumina berfungsi untuk meningkatkan elastisitas dan kekuatan kaca terhadap lingkungan, sedangkan Fe digunakan untuk memberikan bias kehijauan sehingga dapat menaikkan persen transmitan dari kaca. Sumber Al<sub>2</sub>O<sub>3 </sub>dan Fe dapat diperoleh juga dari <em>Nepheline</em> dan <em>Blue Dust</em>. Kaca dapat juga diwarnai dengan menambahkan oksida – oksida pewarna. Akan tetapi, bahan – bahan pewarna ini hanya digunakan sedikit sekali dalam komposisi kaca. Bahan pewarna yang digunakan untuk menghasilkan kaca berwarna hitam adalah <em>Blue Dust, Cobalt Oxide, </em>dan<em> Nickel Oxide. </em>Untuk menghasilkan kaca berwarna coklat digunakan bahan pewarna <em>Blue Dust, Cobalt Oxide, Sodium Selenite. </em>Bahan pewarna yang digunakan untuk menghasilkan kaca berwarna biru adalah <em>Blue Dust, </em>dan <em>Cobalt Oxide. </em></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY">
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY">
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY">
<p lang="sv-SE" align="JUSTIFY">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/566/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=566&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/06/17/pengetahuan-umum-tentang-kaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://damzone89.files.wordpress.com/2011/06/kaca-glass.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">kaca glass</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PABRIK BUBUR DAN KERTAS (Pulp and Paper Mills)</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/06/16/pabrik-bubur-dan-kertas-pulp-and-paper-mills/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/06/16/pabrik-bubur-dan-kertas-pulp-and-paper-mills/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 03:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[teknik kimia]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik kertas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[Uraian Singkat Industri Kertas Pabrik kertas dibuat dari bahan-bahan mentah yang mengandung fibers (serat), biasanya dari kayu, kertas daur ulang dan limbah pertanian. Di negara berkembang, lebih dari 60% serat selulosa bahan bakunya bukan berasal dari kayu, melainkan dari ampas tebu, sekam gandum, bambu, alang alang, rumput esparto, rami, flax, dan sisal. Hal ini menjadi <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=560&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>Uraian Singkat Industri Kertas</strong></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;">Pabrik kertas dibuat dari bahan-bahan mentah yang mengandung </span><span style="color:#000000;"><em>fibers </em></span><span style="color:#000000;">(serat), biasanya dari kayu, kertas daur ulang dan limbah pertanian. Di negara berkembang, lebih dari 60% serat selulosa bahan bakunya bukan berasal dari kayu, melainkan dari ampas tebu, sekam gandum, bambu, </span><span style="color:#000000;">alang alang, rumput esparto, rami, </span><span style="color:#000000;"><em>fl</em></span><span style="color:#000000;"><em>ax</em></span><span style="color:#000000;">, dan </span><span style="color:#000000;"><em>sisal</em></span><span style="color:#000000;">.</span><span style="color:#000000;"> Hal ini menjadi masalah lingkungan pada pabrik pembuatan kertas dengan kapasitas produksi diatas 100 ton per hari.<span id="more-560"></span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;">Langkah pertama pada industri bubur kertas adalah persiapan bahan baku, seperti pengangkutan kayu dengan kapal, pemotongan, pembuatan bubur, pemutihan bubur, pembuatan kertas dan daur ulang serat kertas. Pabrik bubur dan kertas biasa saja menyatu atau terpisah unit produksinya. Pabrik kertas menggunakan bahan baku selulosa untuk membuat serat dan mengubahnya menjadi kertas atau karton. Pembuatan kertas, mempekerjakan ahli mekanik, mekanik panas, mekanik kimia dan kimia murni. </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:medium;"><strong>Limbah yang Dihasilkan</strong></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#000000;">Dampak lingkungan yang berpengaruh nyata dari </span><span style="color:#000000;">pabrik</span><span style="color:#000000;"> bubur dan kertas </span><span style="color:#000000;">sebagai </span><span style="color:#000000;">akibat </span><span style="color:#000000;">dari</span><span style="color:#000000;"> proses pembuatan bubur dan pemucatan</span><span style="color:#000000;"> (</span><span style="color:#000000;"><em>bleaching</em></span><span style="color:#000000;">)</span><span style="color:#000000;">. Di beberapa proses, </span><span style="color:#000000;">senyawa </span><span style="color:#000000;">belerang dan </span><span style="color:#000000;">NO</span><span style="color:#000000;"> dipancarkan ke </span><span style="color:#000000;">udara.</span><span style="color:#000000;">Klor, senyawa organik, dan logam dibuang sebagai limbah cair.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=560&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/06/16/pabrik-bubur-dan-kertas-pulp-and-paper-mills/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GERHANA BULAN</title>
		<link>http://damzone89.wordpress.com/2011/06/16/553/</link>
		<comments>http://damzone89.wordpress.com/2011/06/16/553/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 02:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damzone89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damzone89.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=553&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://damzone89.wordpress.com/2011/06/16/553/"><img src="http://img.youtube.com/vi/YYyvxYs_iW0/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p><strong>Gerhana bulan</strong> terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang <a title="Bulan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan">bulan</a> tertutup oleh bayangan <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">bumi</a>. Itu terjadi bila bumi berada di antara <a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari">matahari</a> dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.<span id="more-553"></span></p>
<p>Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan <a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari">matahari</a>. Tetapi karena kemiringan bidang <a title="Orbit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orbit">orbit</a> bulan terhadap bidang <a title="Ekliptika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika">ekliptika</a>, maka tidak setiap <a title="Oposisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oposisi">oposisi</a> bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut <em>node</em>, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada <em>node</em> tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan <a title="Gerhana matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_matahari">gerhana matahari</a> karena kedua <em>node</em> tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.</p>
<p>Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh <a title="Atmosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer">atmosfer</a> bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki <a title="Spektrum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum">spektrum</a> cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.</p>
<p>Gerhana bulan dapat diamati dengan <a title="Mata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata">mata</a> telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="www.youtube.com">sumber1</a></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_bulan">sumber2</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damzone89.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damzone89.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damzone89.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damzone89.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/damzone89.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/damzone89.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/damzone89.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/damzone89.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damzone89.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damzone89.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damzone89.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damzone89.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damzone89.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damzone89.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damzone89.wordpress.com&amp;blog=11024503&amp;post=553&amp;subd=damzone89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damzone89.wordpress.com/2011/06/16/553/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c04bf73f5ed6b3c8dd55ed67ce790c2a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">damzone89</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
